
" Oy Lao Li......lama tak bertemu, ternyata seleramu sekarang berubah ya?" sapa seorang pemuda dengan pakaian bangsawannya
" Apa maksudmu?" tanya Li Qian ketus, karena ia sendiri masih kesal akan kebodohannya
Yang menyapanya tadi adalah teman karibnya Jin Xiao, dia adalah putra dari komandan prajurit perbatasan Yunlin
" Astaga maksudku gadismu tadi Lao Li, dia cukup manis dan cantik untuk ukuran seorang pelayan tapi sekali lagi, dia hanyalah seorang pelayan Lao Li
Lebih mending nona miaorong, walaupun dia orang biasa tapi aku yakin paman Li akan menyetujui hubungan kalian
Kalau pelayan tadi.....aku tak yakin " ucap Jin Xiao panjang lebar
" Omong kosong apa yang kau bicarakan Lao Li, aku menyukai nonanya, bukan gadis pelayannya itu" sarkas Li Qian yang kemudian pergi meninggalkan Jin Xiao yang sudah menyengir seolah menyadari dosanya
" Oy Lao Li..... maafkan aku, Lao Li
Astaga Lao Li maafkan ku Lao Li" teriak Jin xiao sambil berlari mengejar Li Qian
Sementara yang dikejar semakin mempercepat larinya
Betapa malunya Li Qian berteman dengan orang yang tak tau malu sepertinya
Beberapa hari kemudian pesta besar-besaran diadakan di kerajaan Qing an
Bahkan demi pesta ini aula utama istana kembali dibuka, padahal aula itu sudah lama tertutup
Terakhir digunakan adalah saat pesta perayaan kelahiran cucu sah kaisar terdahulu yang tak lain adalah Wu jin yan sendiri
Dan sekarang aula itu kembali dibuka untuk menyambut kedatangannya kembali
Semua pejabat tinggi dan rendah diwajibkan datang ke pesta itu, selain pesta penyambutan istana akan mengadakan rapat Akbar untuk pertama kalinya
Hal ini diadakan untuk memperjelas kepemimpinan kerjaan Qing an
Aula utama sudah penuh dengan para pejabat dan tamu undangan, mereka semua kini tengah menanti kehadiran tokoh utama dalam pesta itu
Namun sampai pertengahan pesta orang yang mereka nantikan belum muncul juga
Disisi lain, Feng Yan dan Feng ran menatap kagum akan kecantikan nonanya
Setiap hari nona mereka memang tampak menawan namun sekarang dengan balutan pakaian khas kerjaan membuatnya semakin tampak bersinar
" apa nona akan tetap memakai cadar?" tanya Feng Yan
" Tentu..... kalian berdua pergilah terlebih dahulu, Dusheng sudah menyiapkan jalan khusus untuk kalian " ucap Jin yan
__ADS_1
Setelah melihat kedua pelayanku pergi, aku pun bergegas bangkit dan berjalan menuju aula utama tempat diadakannya pesta
Sampai di pintu aula seorang penjaga menghentikan ku dan menanyakan identitas ku
Aku tak mempermasalahkan hal itu karena memang tak pernah ada yang tau seperti apa sosok cucu mendiang kaisar terdahulu
Setelah kuserahkan tanda pengenal ku, kedua penjaga itu sontak bersujud memohon maaf
Mereka berdua tampak sangat ketakutan dengan tubuh yang tak berhenti bergetar
" Berdirilah...... cepat bukakan pintu dan umumkan kedatangan ku" pintaku pada mereka
Mereka berdua pun membuka pintu dan mengumumkan kedatangan ku
" Perhatian...... yang mulia putri Wu jin yan memasuki ruangan"
Ruangan seketika senyap begitu langkah kakiku memasuki aula
Tanpa peduli dengan pandangan mereka, aku melangkahkan kakiku melewati karpet merah yang terbentang dengan santai menuju podium kaisar
Disana ada paman kecilku, kaisar Zhao Yun Yi
Kenapa kupanggil dengan paman kecil? itu karena umurku yang hanya terpaut tujuh tahun dengannya
Sudah pasti itu kursi untukku, entah apa maksudnya semua ini
Bahkan kursinya disejajarkan, seolah menandakan kekuasaan yang sama
" Salam sejahtera kaisar, semoga dewa selalu memberkati
Salam ibu suri agung, selamat ulang tahun
Hadiah anda sudah Jin yan kirimkan ke istana ibu suri agung" salam Jin Yan
Sengaja kubedakan salamnya karena aku ingin semua orang mendengar
Lagipula aku tak berkewajiban untuk menghormatinya, secara silsilah posisi ku lebih tinggi darinya
" Selamat datang kembali putri Jin Yan, lama tak bertemu" sapa kaisar
Aku hanya bisa tersenyum tapi dalam hati sudah ingin menjambak rambut pamanku itu
Lama tak bertemu katanya, padahal setelah kedatangan ku ke ibukota dia selalu merecoki ku kapanpun dan dimanapun
Tapi itu semua tentu saja tanpa sepengetahuan ibu suri agung
__ADS_1
Karena sedari kecil Zhao Yi sudah ditekan olehnya, bahkan membatasi pembelajarannya
Untung saja Zhao Yi bisa mengatasinya dibantu dengan keluarga besar permaisuri dan kaisar terdahulu
" Karena putri Jin Yan sudah datang, lanjutkan kembali perjamuannya" saut permaisuri yang duduk di kursi di bawah podium kaisar
Penataan tempat yang bagus sekali paman....
Permaisuri sendiri adalah wanita yang ibu suri agung pilihkan untuk kaisar dan sudah pasti permaisuri adalah sekutu ibu suri agung untuk semakin menekan kaisar Zhao Yun Yi
Bisa dibayangkan bagaimana nasib kaisar Zhao Yun Yi karena tak ada satupun sekutunya yang ada di istana
Karena pada dasarnya pendukung kaisar adalah pengikut dan kerabat ibu dari Wu jin yan dan tentu saja mereka berada di luar istana
Dari tempatnya duduk Jin Yan bisa melihat semua orang yang ada di aula, namun pandangannya terkunci dengan seorang pemuda bingzhou yang menarik perhatiannya
Dan kebetulan sekali pemuda itu juga tengah menatapnya
Namun sayang sekali tempat duduk Li Qian berada di bangku dekat pintu masuk, yang berarti jaraknya berjauhan dengan tempat duduknya saat ini
Mungkin karena posisinya yang sebatas pejabat daerah, ia ditempatkan di meja paling belakang
Sementara di tempat Li Qian, pemuda itu memalingkan wajahnya begitu menyadari kalau nona yang ia kagumi ternyata adalah orang penting
Padahal ia ingin mengenal lebih dekat dengannya, tapi sepertinya itu hanya bisa menjadi mimpi saja
" Oy Lao Li..... lagi-lagi kau melamun" gertak Jin Xiao yang kebetulan duduk satu meja dengannya
Namun Li Qian tak menghiraukannya, ia kembali memandang Jin yan yang kebetulan juga masih menatapnya
Jin yan yang tampak menawan dengan pakaian kerajaannya ditambah dengan cadar yang menambah kesan misteriusnya
Tak perduli seperti apa wajah dibalik cadar itu, yang pasti Li Qian sudah tertarik padanya
" Lo Li..... jangan menatap podium kaisar seperti itu, jika ada yang melihatnya kita bisa mati" gertak Jin Xiao lagi, ia sudah gemetar ketakutan begitu melihat temannya terang-terangan menatap ke arah podium kaisar
Namun yang tak Jin Xiao ketahui adalah kemana arah pandang Li Qian
Karena tempat duduk kaisar dan Jin Yan sejajar dan berdekatan, Jin Xiao menganggap Li Qian menatap kaisar padahal nyatanya tidak
Li Qian masih belum percaya dengan apa yang dia lihat, padahal ia merasa hatinya sudah memilih namun apalah daya ....
Sebelum ia mengetahui status orangnya saja ia sudah tak percaya diri apalagi sekarang
Pupus sudah semuanya....
__ADS_1