
Flashback
Di hari kedua Li Qian berperang, Jin Xiao mendatangi kediaman Li
Kedatangannya kali ini membawa berita tentang situasi dan kondisi di medan perang
Jin Xiao mengatakan perang saat ini sangatlah tak menguntungkan, pihak militer Jinxi hanya menumbalkan prajurit dengan sia-sia
Semua itu terjadi karena perencanaan yang kurang matang dari Jing Zhou selaku komandan militer Jinxi
" Ayah kita harus pergi menyelamatkan kak Qian
Kak Qian bertugas di kamp Xuanjia dan kamp Xuanjia berada di garis terdepan
Kit harus menyelamatkan kak Qian ayah"
" Tidak bisa begitu dong dong,kita tak bisa memasuki medan perang tanpa perintah dari kaisar" ucap Li chanqing frustasi
" Yang ayah katakan benar, biar aku saja yang pergi
Sebagai tuan putri tak akan ada yang bisa menghentikan ku" ucap Jin Yan dengan nada datarnya
Terjawab sudah kegelisahannya selama ini.......
" Izinkan saya membantu anda tuan putri"pinta Jin Xiao
Selain karena ingin menyelamatkan temannya,ia juga ingin melihat kehebatan tuan putri yang memiliki kuasa atas kemiliteran Qing an
" Tuan putri jangan bercanda,medan perang bukanlah tempat untuk bermain-main "ucap miaorong menyela pembicaraan Jin Yan dan Jin Xiao
Namun Jin Yan tak mengindahkan ucapan miaorong, baginya wanita itu tak penting sama sekali
" Tuan Jin bisa membantu yang lain, bawalah ini dan ceritakan keadaan sebenarnya saat ini pada kaisar
Melihat situasi saat ini, sepertinya kaisar tak tau apa yang sebenarnya terjadi apalagi Jing Zhou adalah orang ibu suri agung
Pergilah......" Ucap Jin Yan,ia kemudian memberikan tanda pengenalnya pada Jin Xiao
Dengan itu Jin Xiao akan bisa menemui kaisar langsung tanpa perantara
" Tuan putri..."Panggil Li chanqing, ia kebingungan dan ketakutan
Li Qian adalah putra satu-satunya dan dia adalah peninggalan terindah dari wanita yang ia cintai
Jauh di lubuk hatinya,ia sangat menyayangi anak itu
" Ayah tenang saja,aku akan membawa suamiku pulang
Dong dong, kamu ikut kakak...."
__ADS_1
Tanpa persiapan apapun,Jin Yan mengganti pakaiannya dengan pakaian lelaki
Setiap bertarung dia tak pernah memakai baju perang, karena baginya itu menghambat pergerakannya
Di tengah perjalanannya,ia memanggil Xiao mao
Dia meminta burung remaja itu untuk mengumpulkan semua koloni Elang Gir dan mengikutinya ke medan perang
Setiba di medan perang,Jin Yan memasuki arena itu dengan kedua pelayannya
Sedangkan dong dong, dia menyuruh anak itu tinggal di kamp untuk membantu prajurit yang terluka
Semua pelayan atupun bawahan Jin Yan memiliki kemampuan beladiri yang bagus, karena itu adalah syarat utama jika mau bekerja di bawah kendalinya
Di atas ketiga orang itu ratusan Elang Gir berterbangan, menunggu perintah dari majikannya
Jin Yan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang suami
Dan akhirnya ia menemukannya, suaminya tengah berjuang seorang diri di tengah puluhan prajurit kerajaan Yongle
Dari tempatnya berdiri Jin Yan bisa melihat orang-orang itu menertawakan ketidakberdayaan suaminya
Namun suaminya tetap gigih melawan walaupun akhirnya tubuhnya ambruk
Tepat saat salah satu prajurit akan menusuk suaminya lagi,Jin Yan memerintahkan elang elangnya untuk menghabisi seluruh prajurit kerajaan Yongle
Flashback off
" Qian......"panggil Jin Yan lirih,ia jatuh terduduk dan memeluk tubuh suaminya yang terluka parah
" Maaf aku mengecewakan mu....."ucap Li Qian dengan suara tertatih-tatih
" Ya kau mengecewakan ku, setelah ini kau harus banyak berlatih
Hari ini aku yang akan melindungi mu, namun selanjutnya giliran mu untuk melindungi ku" jawab Jin Yan, diam-diam ia menusuk nadi suaminya dengan jarum akupuntur agar suaminya bisa terlelap
" Feng ran,Feng Yan bawa suamiku dan temannya pergi
Dong dong sudah menunggu di perbatasan"
" Tuan putri, maksud anda......"
" Turuti perintahku Feng Yan, cepat pergi
Aku bisa mengatasi ini sendiri"ucap Jin Yan,ia kemudian bangkit dan berjalan menyusuri genangan darah dan melewati teriakan teriakan pasukan kerajaan Yongle yang menjadi makanan gratis untuk peliharaannya
Sesuai kebiasaan Elang Gir,dia tak akan meninggalkan mangsanya dalam keadaan hidup
Tubuh mangsanya akan habis dan akan tersisa tulang belulangnya saja
__ADS_1
Jin Yan sendiri tak perlu memusingkan kepala untuk bertarung dengan prajurit prajurit itu, karena dengan senang hati peliharaannya akan mengerjakan keinginannya
Di ujung medan perang,Jin Yan dapat melihat putra mahkota kerajaan Yongle yang terdiam di atas kudanya
Dia memang tak disentuh sama sekali oleh para Elang Gir karena perintah Jin Yan
Tapi walaupun tak menjadi santapan burung raksasa itu, sepertinya sang putra mahkota akan mengalami trauma berat
Tapi apa pedulinya Jin Yan dengan orang itu, orang yang sudah melukai suaminya dan mengancam kedamaian negaranya
Tanpa banyak bicara Jin Yan melempar salah satu pedangnya dan tepat mengenai bahu putra mahkota Yongle hingga terjatuh dari kudanya
Dan dengan tak berperasaan nya Jin Yan menghajar orang itu dengan membabi-buta
Tak perduli meskipun yang dihajar masih terdiam karena syok
Mungkin otaknya sudah tak berfungsi karena melihat pembantaian massal di depan matanya
" Habiskan dengan cepat, setelah itu kalian bisa pulang"perintah Jin Yan kepada peliharaannya
Jin Yan kemudian mengikat putra mahkota dan memasukkannya ke kereta barang
Tak sampai setengah hari, seribu pasukan kerajaan Yongle habis tak bersisa menyisakan sang putra mahkota yang saat ini dibawa menuju istana
Sesampainya di istana,Jin Yan masuk ke jalan rahasia yang sengaja pamannya buatkan untuknya
Jalan ini bisa langsung menuju istana pribadi pamannya dan aula rapat istana
Tujuan Jin Yan tentu saja aula rapat,ia membuka pintu penghubung dan ia langsung dihadapkan dengan pejabat istana yang tengah berdebat sengit dengan sang kaisar
Kaisarnya sendiri tampak memijat pelipisnya
Begitu semuanya menyadari kehadiran Jin Yan,para pejabat itu sontak terdiam
Mereka tak mengenali tuan putri mereka karena waktu itu di istana Jin Yan mengenakan cadarnya
Apalagi sekarang penampilannya sangatlah buruk, pakaian laki-lakinya yang berwarna putih kini sudah kotor dengan tanah dan bercak darah
Tapi tentu saja itu bukan darahnya,itu darah suaminya saat ia memeluknya tadi
" Jin Yan, apa yang terjadi? apa kau terluka?"tanya Zhao Yi beruntun
Para pejabat sontak berlutut dan memberi hormat ketika mengetahui bahwa gadis itu adalah tuan putri agung Jianan
" Aku tak apa paman,ini bukan darahku,ku bawakan hadiah untukmu" ucap Jin Yan,i kemudian melemparkan putra mahkota Yongle ke tengah-tengah para pejabat
Semuanya tentu terkejut melihat siapa yang dilempar tuan putri
Padahal baru saja mereka saling berdebat untuk mencari cara menghadapi putra mahkota yang terkenal tiran itu
__ADS_1
Tapi sekarang....
Di hadapan mereka, tubuh tiran itu seperti tak ada harganya di bawah kendali tuan putri agung Jianan