
Saat ini Li Qian dan istrinya tinggal di kediaman barat, kediaman yang dikhususkan untuk tamu
Tadinya Li Qian menyarankan istrinya untuk menyewa tempat di luar kediaman Li saja
Namun Jin Yan merasa sayang, karena di kediaman Li sendiri masih banyak kamar yang kosong
Tapi sepertinya Jin Yan sekarang akan menyesali keputusannya
Mereka baru saja tau kalau kediaman Li kedatangan tamu
Dan tentu saja tamu itu akan tinggal di kediaman barat, kediaman yang sama dengannya
Namun yang membuat Li Qian semakin kesal adalah kelakuan kedua tamu itu
Setiap Li Qian dirumah, Jang Doulan akan terus mengikutinya saat tak ada Jin Yan disisinya
Dari yang katanya tak sengaja bertemu lah, menabrakkan dirinya bahkan menjatuhkan dirinya saat ia lewat
Semua trik menggelikan sudah dilakukan oleh wanita itu
Namun Li Qian acuh, dia sama sekali tak menggubrisnya
Bisa mati berdiri dia kalau istrinya sampai tau
apalagi beberapa pelayan istrinya sempat memergoki tingkah Jang Doulan
" Ada apa denganmu Qian?" tanya Jin Yan, ia mengecup punggung tangan suaminya sebelum duduk di hadapannya
Ia cukup heran karena biasanya suaminya itu akan pulang dengan wajah yang gembira
" Kamu tentu tau apa yang dilakukan nona Jang kepada ku belakangan ini Jin Yan" jawab Li Qian setelah menandaskan satu teko teh dingin buatan istrinya
" Abaikan saja, ku tau suami tampanku ini tak akan tergoda" jawab Jin Yan, ia beralih duduk di pangkuan suaminya
" Mana mungkin aku tergoda, kau lebih dari segala-galanya Jin Yan" balas Li Qian, ia mengeratkan pelukannya
" Qian, apa kau sudah mempelajari buku yang kuberikan waktu itu?" Tanya Jin yan
Dia ingin suaminya menjadi lebih kuat lagi untuk kedepannya
" Aku sudah mempelajarinya dan menghafalkannya, hanya saja menurutku jurus-jurus dalam buku itu memiliki banyak resiko Jin Yan" jawab Li Qian, ia memang langsung mempelajari buku itu setelah istrinya memberikannya
Semakin dia membacanya, semakin tinggi pula minatnya pada buku itu
Namun semakin jauh, ia menyadari setiap gerakan pada buku itu memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap diri sendiri maupun pasangannya
" Apa kamu percaya padaku Qian?" Tanya Jin Yan serius
Li Qian yang ditatap seperti itu malah salah fokus dan tergoda dengan ekspresi istrinya yang tampak seksi saat sedang serius
Namun sepertinya saat ini bukan saatnya untuk memikirkan itu
" Tentu saja aku percaya"
" Aku juga percaya padamu Qian, aku percaya kamu tak akan melukaiku dan kamu harus percaya kalau aku tak akan melukaimu
Jangan ketakutan pada hal yang belum pasti Qian......
__ADS_1
Kapan kau ada waktu luang?"
" Besok aku libur " jawab Li Qian
" Baiklah, besok pagi-pagi sekali kita mulai latihannya
Sekarang istirahatlah terlebih dulu, aku akan membangunkan mu saat makan siang" ucap Jin Yan yang langsung dituruti suaminya
Setelah memastikan suaminya terlelap, Jin Yan keluar kamarnya
Tujuannya saat ini adalah kebun belakang, dia ingin memetik beberapa buah untuk camilan
Namun baru saja ia dan pelayannya melangkah, Jang Doulan datang menghampirinya dan ikut berjalan disisinya menggeser posisi Feng ran
Jin Yan mencoba tak perduli dan melanjutkan langkahnya tanpa banyak bicara
Sementara Jang Doulan terus mengikuti Jin Yan
Hal itu tentu saja ia lakukan untuk mendapatkan Li Qian
Miaorong memberitahunya kalau Li Qian tak menyukai wanita yang bersikap seperti penggoda
Dia juga memberi saran untuk melakukan apa yang disukai oleh Li Qian, dan tentu saja yang disukai Li Qian adalah istri cantik Wu jin yan
Apapun yang dilakukan istrinya, Li Qian selalu menatapnya penuh puja
Karena itu miaorong memberi saran Jang Doulan untuk meniru apapun yang dilakukan tuan putri
Jin Yan akhirnya sampai di kebun belakang, kebetulan juga disana ada beberapa pelayan yang ditugaskan merawat kebun tengah memanen sayur dan buah yang sudah siap panen
Sejak Jin Yan yang mengatur kediaman Li, pengeluaran kediaman berkurang drastis
Beras diambil dari hasil panen
Daging ataupun susu diambil dari peternakan yang baru saja Jin Yan bangun
Kediaman Li semakin sejahtera berkat usaha Jin yan
Jang Doulan sendiri berteriak-teriak histeris saat berada di kebun
Entah karena tanah kebun yang memang sedikit becek atau mungkin karena beberapa serangga yang berkeliaran
Tapi Jin Yan dan orang orang yang ada disana tak memperdulikan wanita sombong itu
Salah sendiri mengikutinya....
Setelah mendapatkan satu keranjang kecil jeruk dan anggur, Jin yan kembali ke kediaman barat
Mungkin saja suaminya sudah menunggu untuk makan siang
Dan benar saja, di halaman kediaman barat Li Qian tengah menunggu kedatangan istrinya untuk menikmati makan siang bersama
" Astaga...... kenapa istri cantikku ini tak bisa diam sejenak? Apa kau tak lelah hmmm?" Tanya Li Qian begitu melihat istrinya datang, ia mengambil alih keranjang buah dari tangan istrinya
Mengelap keringat di dahi istrinya dan kemudian mengecup dahinya berulangkali
Entah kenapa aroma tubuh istrinya bagaikan candu untuknya
__ADS_1
" Sudah Qian, banyak yang melihat" ucap Jin yan, tangannya terus berusaha mendorong tubuh besar suaminya
Jang Doulan yang berada di belakang mereka berdua berdecak sinis
" Lihat saja nanti kalau aku bisa mendapatkan kak Qian, akan ku tendang kau dari kediaman ini tuan putri " batin Jang Doulan
" Kak Qian, kebetulan sekali aku belum makan siang
Bolehkah Doulan ikut menikmati makan siang ini bersama kakak?" Tanya Doulan, namun dirinya sudah duduk lebih dulu di samping Li Qian
Li Qian ingin mengusirnya namun Jin Yan menghentikannya
" Sudahlah ayo makan, aku lapar sekali" pinta Jin Yan
Li Qian mengangguk dan mulai mengambil makanan dalam porsi besar ke dalam mangkoknya
Satu hal yang tak diketahui banyak orang,Jin Yan terbiasa makan disuapi
Entah itu oleh pelayan atau keluarganya
Jik tak disuapi, ia hanya akan makan tak lebih dari tiga sendok saja
Pertama menikah, Li Qian terkejut mendengar hal itu
Seorang gadis yang kuat dan mandiri ternyata hanya cangkang luarnya saja
Jiang Alv juga berulang kali berpesan padanya untuk memperhatikan Jin Yan saat makan
Tentu saja dia senang akan hal itu....
" Ayo buka mulutmu.....aaaa" Li Qian mulai menyuapi istrinya makan setelah memastikan keamanannya
Mereka makan satu mangkuk dan satu sumpit berdua
Gelasnya pun berdua
Mungkin orang lain akan mengatakan itu menjijikkan, namun baik Li Qian maupun Jin Yan menyukai hal itu
Jang Doulan yang melihat itu semakin panas, ia merasa tak dianggap
Bahkan ia tak dilirik sedikitpun oleh lelaki yang tengah ia kejar
" Tuan putri, bukankah seharusnya anda melayani kak Qian?
Bagaimana mungkin anda malah menyuruh kak Qian untuk melayani anda?"
Jin Yan mengentikan kunyahan nya dan menatap Jang Doulan, selera makannya menghilang seketika
Li Qian yang mengerti istrinya sudah tak berselera makan karena ucapan Jang Doulan menghentikan suapannya
" Mau makan diluar? Di pusat kota ada yang menjual jajanan enak, kau pasti suka
Ayo....." Li Qian pun pergi dengan menggandeng tangan istrinya tanpa menghiraukan Jang Doulan
Jang Doulan sempat mengikuti dan bersikeras untuk ikut Li Qian dan Jin yan yang sudah baik kereta
Li Qian yang sudah kepalang jengkel, turun dari kereta dan menurunkan istrinya juga
__ADS_1
Ia lalu meminta Wei Shu mengambil kuda dan kemudian pergi berdua dengan istrinya seorang saja....