
Semua orang memutar bola matanya malas mendengar celetukan nyonya Li
" Sudahlah Qian.....aku tak masalah mendanai nya, tak perlu dipermasalahkan lagi" ucap Jin Yan
" Tak bisa begitu Jin Yan, kamu boleh membantu mendanai perayaan nya nanti, namun tentu saja dana utamanya harus dari kediaman Li
Apalagi sekarang keluarga ini sedang menjadi sorotan, apa kata orang nanti kalau hal ini sampai menyebar " jawab Qian
" Yang Qian katakan benar tuan putri, biar ini menjadi urusan saya dan Qian saja
Tuan putri tak perlu khawatir " balas Li chanqing
" Sebenarnya aku mengajukan diri juga ada sebabnya ayah"
Li chanqing dan semua orang mengernyitkan dahinya bingung
" Apa maksud tuan putri?" tanya Li chanqing
" Seperti yang ayah tau, aku dan Qian sedang proses membuka beberapa toko di pusat kota bingzhou
Mungkin bulan depan toko kami sudah bisa dibuka, jadi Jin Yan berencana untuk mensponsori perayaan ulang tahun bingzhou nantinya
Ini juga bagian dari promosi ayah " jelas Jin yan
" Bisakah seperti itu tuan putri? bukankah toko itu milik kalian berdua, kediaman Li tak ikut andil sama sekali dalam pembangunannya "
" Tentu saja ayah, kita satu keluarga
Jadi ayah tak perlu sungkan lagi " balas Jin Yan
" Tapi tuan putri...... perayaan ulang tahun bingzhou tak bisa anda anggap enteng
Nanti disana akan dihadiri pejabat dan bangsawan bingzhou
Dan tentu saja anda harus menyiapkan tempat khusus untuk menjamu mereka
Apa tuan putri yakin bisa mengatasinya?" tanya miaorong dengan tatapan mencela
Jin Yan terdiam sejenak sebelum menatap suaminya meminta kepastian
Dan suaminya membenarkan ucapan miaorong
" Tak masalah, kudengar penyelenggara perayaan akan menyewa halaman dan kediaman belakang paviliun ruyi
Sekarang kita bisa menggunakan seluruh paviliun ruyi, jadi ayah bisa mengundang siapapun yang ayah mau"
" Jin Yan....ini...?" Li Qian sampai tergagap saat bertanya pada istrinya
Namun dalam otaknya sudah terpikirkan siapa pemilik paviliun ruyi yang misterius itu
" Tuan putri jangan main-main, ini menyangkut harga diri keluarga Li" tekan miaorong dengan nada tingginya namun segera ditegur oleh Gao fuyu
" Saya tak sedang bermain main nona miaorong, paviliun ruyi adalah milik saya pribadi
Anda tak perlu khawatir saya akan menjatuhkan nama baik keluarga saya sendiri" balas Jin Yan sengit
" Sudah sudah...... bicaralah yang sopan pada tuan putri miaorong
__ADS_1
Kalau tuan putri berkenan membantu saya akan sangat berterimakasih " ucap Li chanqing
" Tentu ayah, serahkan masalah ini pada Jin Yan dan Qian saja" pinta Jin Yan yang langsung diangguki Li chanqing
" Emm kalau begitu masalah perayaan sudah selesai, semuanya berkat tuan putri.....
Tuan putri, saya tau keluarga anda adalah seorang saudagar kaya raya namun saya tak menyangka kalau anda sekaya ini
Bahkan memiliki paviliun ruyi, paviliun yang ada di setiap penjuru kota
Kenapa anda tak bilang dari awal?" tanya nyonya Li dengan senyum lebarnya
Jin Yan sendiri hanya menatap ibu mertuanya aneh, sungguh ekspresif sekali ibunya itu.....
" Memang kenapa kalau tuan putri kaya raya? kau mau apa ha?" tanya Li chanqing sarkas pada istrinya
Belum sempat nyonya Li menjawab, Jin Yan dan Li Qian pamit kembali ke kediamannya
" Sudahlah ayah, aku dan Jin Yan sudah lelah
Kami pamit kembali dulu" ucap Li Qian, ia menggandeng tangan istrinya dan membawanya kembali ke kediaman belakang
Setelah kepergian anak dan menantunya, Li chanqing menatap istrinya tajam
" He cuihua...... bisakah kau bersikap rasional?
Astaga, kenapa kau selalu membuatku malu" keluh Li chanqing namun tak dihiraukan lagi oleh istrinya
Nyonya Li malah sibuk menatap set perhiasan pemberian dari tuan putri
Sementara di kediaman belakang, Li Qian menemani istrinya mengawasi petani yang dipekerjakan menanam sayuran di lahan kosong belakang kediaman
Sungguh aneh, namun itulah istrinya
Sederhana dan apa adanya, hal itu membuatnya semakin jatuh cinta saja
" Kau membuatkan tempat tinggal yang nyaman untuk pelayan dan pengawalmu
Sementara kediaman pribadi mu malah seperti ini, apa itu tak terbalik Jin Yan?" tanya Li Qian sambil melihat lahan samping yang sudah berbentuk menjadi beberapa kediaman
Mungkin minggu depan, kediaman itu sudah bisa dihuni
" Tak salah Qian...... mereka layak mendapatkan nya
Lagipula setelah para pekerja itu selesai dengan pembangunan kediaman samping, giliran kediaman kita yang direnovasi
Aku ingin membuat rumah kita bertingkat agar terlihat lebih luas dan nyaman " jawab Jin yan
" Li Qian patuh kepada tuan putri....." ucap Li Qian, ia memperagakan gaya hormat kepada istrinya
Membuat keduanya tertawa gembira disaksikan oleh para pekerja yang menatap kagum keduanya
Tiga hari kemudian, pesta perayaan ulang tahun bingzhou dimulai
Seperti yang sudah direncanakan, paviliun ruyi digunakan sebagai tempat diadakannya acara
Tahun tahun sebelumnya, pejabat atau bangsawan akan diundang secara bergiliran namun tentu saja tidak dengan tahun ini
__ADS_1
Semua pejabat dan bangsawan di bingzhou bisa menghadirinya
Bahkan rakyat biasa boleh menikmati acaranya nanti, walaupun hanya sebatas di lapangan nya saja
Tuan Li dan nyonya Li sibuk menjamu para tamu undangan
Sedangkan Jin Yan sedang duduk-duduk saja bersama dengan nona nona bangsawan dan pejabat bingzhou
Disana juga ada miaorong, sepertinya dia sudah sangat akrab dengan nona nona itu
Namun yang Jin Yan heran adalah tatapan mereka yang terkesan sinis padanya, padahal Jin Yan sama sekali tak pernah bersinggungan dengan mereka
Diantara semuanya, ada salah satu nona yang mendekatinya
Jika dilihat dari penampilannya, mungkin semua orang akan menganggapnya wanita biasa
Namun Jin Yan tau kalau nona di depannya ini mempunyai keluarga yang bagus, terlihat dari aura yang keluar dari tubuhnya
" Salam tuan putri agung Jianan....." sapa nona itu, ia bersujud di depan tuan putri
" Tak perlu terlalu formal, duduklah di sampingku kalau kau tidak keberatan" ucap Jin Yan
" Tentu saja tidak tuan putri, sebelumnya perkenalkan
Nama saya Dong Shanhu, saya putri mantan komandan militer pasukan Jinxi, ayah berkata bahwa anda mengenalnya
Jadi beliau menitipkan salam untuk tuan putri " ucap Dong shanhu
" Salam balik untuk tuan Dong, ya aku mengenalnya
Dulu dia pernah berlatih di perbatasan Utara sebelum menjadi komandan
Kenapa nona Dong berkata mantan komandan, apa maksudnya itu?" tanya Jin Yan tak mengerti, sepertinya ia melalaikan tugasnya lagi
" Oh.... beberapa bulan yang lalu ayah saya diturunkan dari pangkatnya tuan putri
Beliau digantikan oleh bangsawan Jinghai atas perintah ibu suri agung"
" Maaf nona Dong saya tak tau, semoga setelah ini karir tuan Dong akan segera membaik
Sayang sekali kalau Qing an sampai menyia-nyiakan orang sepertinya " ucap Jin Yan yang dibalas ucapan terimakasih oleh shanhu
" Sepertinya umur kita tak berbeda jauh, berapa umur Shanhu?" tanya Jin Yan
" 23 tuan putri, kalau anda?"
" Hahaha setelah ini jangan memanggilku gadis kecil ya, umurku baru beranjak 17 tahun" jawab Jin Yan, ia menutup wajahnya yang terasa panas
Takut takut kalau orang lain melihat wajahnya yang memerah karena malu, padahal tanpa ia sadari saat ini ia tengah mengenakan cadar
Jangan tanyakan kenapa ia kembali mengenakan cadarnya, entah kenapa suaminya tadi bertingkah menjadi suami possesive
Padahal ia tak berdandan, pakaiannya pun pakaian bangsawan seperti biasanya
Bahkan ia tak mengenakan perhiasan apapun selain cincin kawin, anting dan jepit rambut kecil di kepalanya
" hahaha tentu saja saya tak berani tuan putri, astaga...... ternyata selera tuan muda Li adalah gadis kecil seperti anda ya?" canda Shanhu
__ADS_1
" Shanhu...... jangan mengejekku " ucap Jin Yan yang mulai merengek
Sementara shanhu sudah tertawa cekikikan, sampai akhirnya Li Qian datang menghampiri mereka berdua....