Kehidupan kedua tuan putri

Kehidupan kedua tuan putri
Episode 31


__ADS_3

" Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Li Qian kepada kedua pelayan istrinya yang kebetulan masih berdiri di depan pintu


Feng Yan melirik sekilas sebelum berlalu pergi melewati Li Qian


Sedangkan Feng ran meringis tak enak melihat kelakuan saudara kembarnya


" Maafkan Feng Yan tuan agung, dia tak cukup pandai mengendalikan emosi "


" Berarti dia marah padaku?


Tapi kenapa istriku marah juga?


Tadi pagi dia masih baik-baik saja" ucap Li Qian


" Sebenarnya tuan besar Li baru saja datang dan membawa nona Gao


Dia meminta tuan putri untuk menerima nona Gao di kediaman ini tuan " ucap Feng ran tanpa ada yang ditutup tutupi


Sekarang Li Qian mengerti alasan kemarahan istrinya


Dengan langkah lebarnya, ia keluar dari kediaman belakang dan mencari keberadaan ayahnya


Sampai di aula kediaman utama, ia tersenyum kecil


Kebetulan sekali semua orang tengah berkumpul, dengan begini ia tak perlu menjelaskannya satu persatu


" Apa yang sudah ayah lakukan?" Tanya Li Qian tanpa basa-basi lagi


" Ayah hanya membantumu, Bukankah tuan putri tak bisa memenuhi kebutuhan biologis mu Qian


Biarkan miaorong membantu kalian dalam hal ini" ucap Li chanqing


Sebenarnya ia sedikit ketakutan melihat wajah putranya yang memerah karena marah


" Itu sama sekali bukan urusan ayah, Jin Yan bukannya tak bisa memenuhi kebutuhan biologis ku ayah, tapi dia belum cukup umur


Aku ingin menjaganya dan tolong ayah mengerti "


" Kak Qian, miaorong tak keberatan membantu masalah kakak


Miaorong juga tak akan mempermasalahkan kalau kakak akan lebih menyayangi tuan putri


Asal izinkan miaorong tinggal disisi kakak"saut miaorong dengan tak tau malunya


Dong dong yang juga berada disana hampir saja memuntahkan camilan yang tengah ia makan


Tak pernah ia bertemu dengan wanita yang secara terang-terangan melemparkan dirinya kepada lelaki


" Tutup mulutmu miaorong, hanya ada Wu jin yan dan akan selalu ada Wu Jin Yan yang berada di sampingku" balas Li Qian dengan sengitnya


" Kak Qian tak usah membohongi diri sendiri, aku tau kakak menerima tuan putri karena statusnya


Semua itu kakak lakukan untuk masa depan kakak


Miaorong mengerti kak, miaorong akan mengalah pada tuan putri kedepannya nanti " jawab miaorong lagi


Li Qian terkekeh kecil


Bukannya terlihat tampan, wajah Li Qian sekarang tambah terlihat menyeramkan


" Kamu tak tau apapun tentangnya miaorong


Aku sudah jatuh hati padanya sejak pertama kali kami bertemu

__ADS_1


Saat itu aku bahkan tak tau kalau dia seorang tuan putri


Jadi tolong berhentilah......"


" Li Qian, ayah memiliki perjanjian perjodohan dengan paman Gao fuyu


Ayah harus menepatinya " saut Li chanqing


" Sepertinya aku harus mengingatkan kalian sekali lagi


Aku menikahi Jin Yan atas dasar dekret dari kaisar


Dan itu hukumnya wajib dilaksanakan


Selain itu, aku juga tak perlu menyebutkan lagi siapa saja yang berdiri di belakang istriku ayah


Kalau ayah berniat membuat keluarga Li mati sia-sia


Silahkan lakukan apa yang ayah mau" ucap Li Qian


Seketika itu juga ruangan hening, Li chanqing juga terdiam


Benar apa yang dikatakan putranya, tuan putri bukanlah tuan putri negara Qing an saja, tetapi ia juga tuan putri agung negara Xuande


Selain itu ia memiliki kekuasaan tertinggi setelah kaisar


" Baiklah ayah tak akan mengurus urusan rumah tangga kalian lagi, maafkan ayah"ucap Li chanqing


Sempat diprotes oleh teriakan dan tangisan miaorong, namun Li chanqing menulikan pendengarannya


Dia juga menjelaskan kepada Gao fuyu seberapa berkuasanya menantunya itu


Dan Gao fuyu yang memang lebih bijaksana pun mengerti


Dia juga tak mungkin memaksakan kehendaknya


Tak taunya.....


Setelah permasalahan dengan ayahnya selesai,Li Qian kembali ke kediaman belakang


Dia berjalan dengan langkah gontainya, takut dan kebingungan memenuhi otaknya saat ini


Selama ia mengenal Jin Yan, istrinya itu selalu bisa mengendalikan amarahnya


Walaupun orang luar berkata istrinya tampak mendominasi keluarga, namun nyatanya tidak


Istrinya selalu menunduk dan merendahkan dirinya jika berhadapan dengannya


Tak pernah sekalipun ia mendapati sikap tak hormat dari istrinya


Kecuali hari ini.....


Tok


Tok


Tok


Dengan pelan Li Qian mengetuk pintu kamarnya, berharap istrinya tak marah lagi


Kediaman belakang sendiri sudah tampak sepi, hanya ada pengawal yang berjaga di setiap sudutnya


Hal ini sesuai dengan instruksi dari istrinya, siapapun tak di izinkan kakinya disini saat jam kerjanya sudah habis

__ADS_1


Lama menunggu namun tak ada jawaban, dengan pelan ia mencoba membuka pintu kamarnya dan ternyata tak terkunci


Kamarnya tampak gelap, hanya ada cahaya bulan yang mengintip di celah-celah jendela


Karena tak bisa menemukan istrinya dalam kegelapan, Li Qian menyalakan lilin lilin yang berada dalam kamar


Sempat panik karena begitu kamarnya sudah terang ia tak melihat sosok sang istri


Sempat ingin berlari keluar untuk mencarinya


Namun isakan lirih terdengar di telingnya


Li Qian mencari asal suara dan mendapati istrinya yang tengah menangis di pojokan ruang kerjanya


" jin Yan..... kenapa? Kenapa menangis Jin Yan?" Li Qian mendekap erat tubuh istrinya dan mencium puncak kepalanya bertubi-tubi


Berharap hal itu dapat menenangkan istrinya


Dan ternyata benar, istrinya tampak mulai tenang walaupun masih sesenggukan


" Aku.....aku hiks aku hiks tak mau, aku hiks tak mau Li Qian, aku tak mau hiks hiks" ucap Jin Yan terisak-isak seolah mengadu kepada suaminya


Berharap suaminya mengerti dan tak akan menuruti permintaan ayahnya


Hujan lebat saat ini turun seiring dengan tangisan Jin Yan yang kembali terdengar,kini malah lebih keras lagi


Li Qian akhirnya membiarkan istrinya menumpahkan tangisnya agar ia tenang


Namun ia menggendong istrinya dan berpindah ke ranjang


Dalam pangkuan Li Qian, jin Yan semakin menangis lagi lagi dan lagi


Hampir satu jam lamanya Jin Yan menangis, kini ia sudah tenang dengan sendirinya


Setelah menandaskan segelas air putih yang diberikan suaminya,Jin Yan berniat turun dari pangkuannya


Ia yakin suaminya sudah lelah karena memangkunya sedari tadi


Namun Li Qian tak membiarkan istrinya pergi dari dekapannya


" Apakah sudah tenang? Mengapa menangis seheboh itu?" Tanya Li Qian, tangan kanannya otomatis bergerak membenahi rambut istrinya yang berantakan


Sedangkan tangan kiri memeluk pinggang rampingnya


" Apa kau menerimanya Qian?" Tanya Jin Yan lirih


" Bagaimana menurutmu?" Goda Li Qian


" Tak boleh, aku tak mau berbagi


Kalau kau mau bersama nona Gao, biarkan aku pergi"


" Hentikan asumsi burukmu itu Jin Yan, mana mungkin aku menerimanya


Hanya ada kamu dalam hidupku


Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku, jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku" ucap Li Qian, ia menatap istrinya dengan penuh permohonan


jin yan adalah sosok istri yang sempurna, dan mungkin semua pria menginginkannya


Sama seperti istrinya yang tak mau berbagi, ia juga tak mau


Jin Yan hanyalah miliknya seorang.....

__ADS_1


Jin Yan sendiri juga menatap suaminya penuh puja, sekelibat ide melintas di otaknya


Sesuatu yang akan membuat suaminya bahagia......


__ADS_2