
" Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Li Qian kepada kedua pelayan istrinya yang kebetulan masih berdiri di depan pintu
Feng Yan melirik sekilas sebelum berlalu pergi melewati Li Qian
Sedangkan Feng ran meringis tak enak melihat kelakuan saudara kembarnya
" Maafkan Feng Yan tuan agung, dia tak cukup pandai mengendalikan emosi "
" Berarti dia marah padaku?
Tapi kenapa istriku marah juga?
Tadi pagi dia masih baik-baik saja" ucap Li Qian
" Sebenarnya tuan besar Li baru saja datang dan membawa nona Gao
Dia meminta tuan putri untuk menerima nona Gao di kediaman ini tuan " ucap Feng ran tanpa ada yang ditutup tutupi
Sekarang Li Qian mengerti alasan kemarahan istrinya
Dengan langkah lebarnya, ia keluar dari kediaman belakang dan mencari keberadaan ayahnya
Sampai di aula kediaman utama, ia tersenyum kecil
Kebetulan sekali semua orang tengah berkumpul, dengan begini ia tak perlu menjelaskannya satu persatu
" Apa yang sudah ayah lakukan?" Tanya Li Qian tanpa basa-basi lagi
" Ayah hanya membantumu, Bukankah tuan putri tak bisa memenuhi kebutuhan biologis mu Qian
Biarkan miaorong membantu kalian dalam hal ini" ucap Li chanqing
Sebenarnya ia sedikit ketakutan melihat wajah putranya yang memerah karena marah
" Itu sama sekali bukan urusan ayah, Jin Yan bukannya tak bisa memenuhi kebutuhan biologis ku ayah, tapi dia belum cukup umur
Aku ingin menjaganya dan tolong ayah mengerti "
" Kak Qian, miaorong tak keberatan membantu masalah kakak
Miaorong juga tak akan mempermasalahkan kalau kakak akan lebih menyayangi tuan putri
Asal izinkan miaorong tinggal disisi kakak"saut miaorong dengan tak tau malunya
Dong dong yang juga berada disana hampir saja memuntahkan camilan yang tengah ia makan
Tak pernah ia bertemu dengan wanita yang secara terang-terangan melemparkan dirinya kepada lelaki
" Tutup mulutmu miaorong, hanya ada Wu jin yan dan akan selalu ada Wu Jin Yan yang berada di sampingku" balas Li Qian dengan sengitnya
" Kak Qian tak usah membohongi diri sendiri, aku tau kakak menerima tuan putri karena statusnya
Semua itu kakak lakukan untuk masa depan kakak
Miaorong mengerti kak, miaorong akan mengalah pada tuan putri kedepannya nanti " jawab miaorong lagi
Li Qian terkekeh kecil
Bukannya terlihat tampan, wajah Li Qian sekarang tambah terlihat menyeramkan
" Kamu tak tau apapun tentangnya miaorong
Aku sudah jatuh hati padanya sejak pertama kali kami bertemu
__ADS_1
Saat itu aku bahkan tak tau kalau dia seorang tuan putri
Jadi tolong berhentilah......"
" Li Qian, ayah memiliki perjanjian perjodohan dengan paman Gao fuyu
Ayah harus menepatinya " saut Li chanqing
" Sepertinya aku harus mengingatkan kalian sekali lagi
Aku menikahi Jin Yan atas dasar dekret dari kaisar
Dan itu hukumnya wajib dilaksanakan
Selain itu, aku juga tak perlu menyebutkan lagi siapa saja yang berdiri di belakang istriku ayah
Kalau ayah berniat membuat keluarga Li mati sia-sia
Silahkan lakukan apa yang ayah mau" ucap Li Qian
Seketika itu juga ruangan hening, Li chanqing juga terdiam
Benar apa yang dikatakan putranya, tuan putri bukanlah tuan putri negara Qing an saja, tetapi ia juga tuan putri agung negara Xuande
Selain itu ia memiliki kekuasaan tertinggi setelah kaisar
" Baiklah ayah tak akan mengurus urusan rumah tangga kalian lagi, maafkan ayah"ucap Li chanqing
Sempat diprotes oleh teriakan dan tangisan miaorong, namun Li chanqing menulikan pendengarannya
Dia juga menjelaskan kepada Gao fuyu seberapa berkuasanya menantunya itu
Dan Gao fuyu yang memang lebih bijaksana pun mengerti
Dia juga tak mungkin memaksakan kehendaknya
Tak taunya.....
Setelah permasalahan dengan ayahnya selesai,Li Qian kembali ke kediaman belakang
Dia berjalan dengan langkah gontainya, takut dan kebingungan memenuhi otaknya saat ini
Selama ia mengenal Jin Yan, istrinya itu selalu bisa mengendalikan amarahnya
Walaupun orang luar berkata istrinya tampak mendominasi keluarga, namun nyatanya tidak
Istrinya selalu menunduk dan merendahkan dirinya jika berhadapan dengannya
Tak pernah sekalipun ia mendapati sikap tak hormat dari istrinya
Kecuali hari ini.....
Tok
Tok
Tok
Dengan pelan Li Qian mengetuk pintu kamarnya, berharap istrinya tak marah lagi
Kediaman belakang sendiri sudah tampak sepi, hanya ada pengawal yang berjaga di setiap sudutnya
Hal ini sesuai dengan instruksi dari istrinya, siapapun tak di izinkan kakinya disini saat jam kerjanya sudah habis
__ADS_1
Lama menunggu namun tak ada jawaban, dengan pelan ia mencoba membuka pintu kamarnya dan ternyata tak terkunci
Kamarnya tampak gelap, hanya ada cahaya bulan yang mengintip di celah-celah jendela
Karena tak bisa menemukan istrinya dalam kegelapan, Li Qian menyalakan lilin lilin yang berada dalam kamar
Sempat panik karena begitu kamarnya sudah terang ia tak melihat sosok sang istri
Sempat ingin berlari keluar untuk mencarinya
Namun isakan lirih terdengar di telingnya
Li Qian mencari asal suara dan mendapati istrinya yang tengah menangis di pojokan ruang kerjanya
" jin Yan..... kenapa? Kenapa menangis Jin Yan?" Li Qian mendekap erat tubuh istrinya dan mencium puncak kepalanya bertubi-tubi
Berharap hal itu dapat menenangkan istrinya
Dan ternyata benar, istrinya tampak mulai tenang walaupun masih sesenggukan
" Aku.....aku hiks aku hiks tak mau, aku hiks tak mau Li Qian, aku tak mau hiks hiks" ucap Jin Yan terisak-isak seolah mengadu kepada suaminya
Berharap suaminya mengerti dan tak akan menuruti permintaan ayahnya
Hujan lebat saat ini turun seiring dengan tangisan Jin Yan yang kembali terdengar,kini malah lebih keras lagi
Li Qian akhirnya membiarkan istrinya menumpahkan tangisnya agar ia tenang
Namun ia menggendong istrinya dan berpindah ke ranjang
Dalam pangkuan Li Qian, jin Yan semakin menangis lagi lagi dan lagi
Hampir satu jam lamanya Jin Yan menangis, kini ia sudah tenang dengan sendirinya
Setelah menandaskan segelas air putih yang diberikan suaminya,Jin Yan berniat turun dari pangkuannya
Ia yakin suaminya sudah lelah karena memangkunya sedari tadi
Namun Li Qian tak membiarkan istrinya pergi dari dekapannya
" Apakah sudah tenang? Mengapa menangis seheboh itu?" Tanya Li Qian, tangan kanannya otomatis bergerak membenahi rambut istrinya yang berantakan
Sedangkan tangan kiri memeluk pinggang rampingnya
" Apa kau menerimanya Qian?" Tanya Jin Yan lirih
" Bagaimana menurutmu?" Goda Li Qian
" Tak boleh, aku tak mau berbagi
Kalau kau mau bersama nona Gao, biarkan aku pergi"
" Hentikan asumsi burukmu itu Jin Yan, mana mungkin aku menerimanya
Hanya ada kamu dalam hidupku
Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku, jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku" ucap Li Qian, ia menatap istrinya dengan penuh permohonan
jin yan adalah sosok istri yang sempurna, dan mungkin semua pria menginginkannya
Sama seperti istrinya yang tak mau berbagi, ia juga tak mau
Jin Yan hanyalah miliknya seorang.....
__ADS_1
Jin Yan sendiri juga menatap suaminya penuh puja, sekelibat ide melintas di otaknya
Sesuatu yang akan membuat suaminya bahagia......