
" Ehemm, kudengar tadi ada yang membela adikku dari penindasan keluarga Zhuang
Apakah kau tau siapa itu istriku?" Goda Li Qian pada istrinya yang lagi-lagi sibuk dengan tumpukan kertas di atas meja kerjanya
Tadi sore sepulangnya ia dari kamp militer bingzhou,ia dikejutkan dengan laporan dari Wei Shu
Wei Shu mengatakan bahwa adiknya ditindas keluarga Zhuang lagi dan poin pentingnya adalah sang istri yang membalasnya dengan sadis
Bahkan keluarga Zhuang sampai lari terbirit-birit karena ketakutan
Kini berita tentang istrinya telah menyebar ke seluruh penjuru kota
Ayahnya sendiri tak terlalu terkejut dengan berita tentang istrinya, beda lagi dengan ibunya
Dia tampak sedikit syok dan tak menyangka seorang tuan putri yang terlihat cantik dan menggemaskan itu bisa berbuat sedemikian rupa
" Mereka menindas dong dong, dan aku tak suka itu
Aku tak akan meminta maaf dengan apa yang sudah kulakukan Qian
Tapi aku meminta maaf padamu, mungkin nantinya kamu akan malu karena mempunyai istri seperti ku"ucap Jin Yan
Dengan ragu-ragu ia memeluk tubuh tegap suaminya,ia sungguh takut membuat suaminya malu karena tingkahnya
" Kenapa harus malu?" Tanya Li Qian kebingungan
" Karena aku seperti monster,aku tak seperti gadis-gadis lainnya yang bisa bersikap manis
Dan sekarang berita tentang kekejaman ku sudah menjadi buah bibir masyarakat
Takutnya nanti kamu akan kesusahan Qian "
" Kau terlalu berpikiran sempit istriku, untuk apa aku malu disaat semua orang malah memujimu"
Li Qian memandang istrinya yang masih menunduk dalam dekapannya, diangkatnya dagu sang istri dan
Cup
Cup
Cup
Kecupan kecil ia berikan pada hidung mungil istrinya
Dan lihatlah sekarang wajah merona nya, sangat menggemaskan
Membuatnya tak rela jika ada orang lain yang melihat wajah cantik istrinya
__ADS_1
" Qian..... sudah hentikan, pipiku sakit"keluh Jin Yan begitu suaminya kini malah mencium pipinya bertubi-tubi
" Astaga kasihan sekali, sampai merah-merah begini dan juga.....Jin Yan jangan terlalu menggemaskan bisa tidak?
Nanti kau bisa habis ku makan"ucap Li Qian dengan suara yang terdengar mulai serak
Dia laki-laki normal dan sudah dewasa,mana bisa tahan jika setiap hari disuguhi pemandangan seperti ini
" Apanya? Perasaan aku biasa saja
Salah kamu yang......"
Tak tahan lagi, Li Qian menerjang tubuh istrinya
Ia cumbu setiap jengkal tubuh istrinya melampiaskan gairah yang selama ini ia pendam
Namun dia tetap tau batasan,dia hanya menyentuh bagian atas tubuh istrinya saja mengingat istrinya yang masih belum cukup umur untuk melakukan hal yang lebih lanjut
Yah.....dia harus bersabar untuk tidak menyentuh istrinya, setidaknya dalam jangka waktu satu tahun ke depan
Tengah malam Li Qian terbangun karena panggilan darurat dari kamp
Bahkan ia tak sempat berpamitan kepada istrinya
Tak tega juga jika ia harus membangunkan istrinya yang kelelahan karena ulahnya
Sesampainya di kamp,ia mendapatkan pemberitahuan bahwa perbatasan Jinxi tengah diserang oleh kerajaan Yongle tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
Harapannya hanya satu,ia bisa pulang dengan selamat agar istrinya tak bersedih
Pagi harinya di kediaman Li, Jin yan terbangun tanpa melihat sosok Li Qian
Dia hanya menemukan secarik kertas tentang suaminya yang berangkat ke kamp militer karena urusan mendadak
Bahkan ia tak mengenakan kalung pemberiannya
" Bagaimana Xiao mao akan menjaganya kalau dia tak memakai kalung ini"gumam Jin Yan, suaminya itu baru saja bertemu dengan Elang Gir dan dia belum terikat kontak batin dengannya jadi jika dia tak mengenakan kalungnya, otomatis dia tak akan bisa meminta bantuan dari Elang Gir
" Feng ran,apa kau tau apa yang terjadi di kamp militer?" Tanya Jin Yan pada pelayannya yang kebetulan baru saja masuk
" Ya tuan putri, kerajaan Yongle menyerang perbatasan Jinxi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
Apa kita perlu mengirimkan bantuan kepada tuan agung?"
" Tidak bisa,itu menyalahi aturan
Kita tunggu kabar selanjutnya dulu" jawab Jin yan
__ADS_1
Sebenarnya hatinya sangat resah saat ini, semoga suaminya baik-baik saja
Sementara di perbatasan Jinxi pertumpahan darah besar-besaran terjadi
Lebih tepatnya pertumpahan darah pasukan Jinxi,Jing Zhou sebagai komandan militer Jinxi salah merencanakan strategi perang hingga berakibat fatal
Bahkan pasukan dari kamp Xuanjia hanya tersisa dua orang saja yaitu Li Qian selaku pengawas kamp Xuanjia dan Yunlin ketua prajurit kamp Xuanjia
Jing Zhou yang menyadari situasi nya sudah sangat tak menguntungkan memberi aba-aba untuk menarik pasukan dan menyelamatkan diri
Namun salah satu prajurit menghentikannya dan mengatakan masih ada tuan pengawas yang terjebak di tengah-tengah pasukan kerajaan Yongle
Dalam hatinya Jing Zhou berteriak kegirangan,ia merasa Tuhan sedang berpihak padanya
" Kita sudah berperang tiga hari tanpa jeda,tak mungkin kita mengorbankan banyak prajurit lain demi dia
Cepat tarik pasukan dan kembali ke kamp,kita tunggu bantuan dari ibukota"teriak Jing Zhou yang langsung dituruti pasukan yang tersisa
Li Qian dan Yulin menyadari kalau mereka ditinggalkan oleh pasukannya sendiri
Dengan senyum pahitnya Li Qian tetap berusaha melawan orang yang berlari menuju ke arahnya
Walaupun tubuhnya sudah penuh dengan luka,namun ia tetap semangat
Dan jika nanti dirinya mati, setidaknya ia mati dengan cara terhormat
Tusukan pedang diperutnya menghentikan perlawanan Li Qian, disampingnya rekan seperjuangannya sudah terbaring di tanah dengan anak panah yang menembus kedua lengannya
Dengan susah payah Li Qian menyerang balik prajurit yang menusuknya namun serangannya meleset, justru tubuhnya malah terdorong ke belakang dan ambruk di tanah yang penuh dengan genangan darah
Sesaat kemudian Li Qian merasa ajalnya akan tiba, pedang panjang seorang prajurit sudah siap menerjang tubuhnya lagi
Dapat dia dengar teriakan histeris Yulin namun tubuhnya sudah tak mampu lagi melawan
Di tengah keputusasaannya,Li Qian mendengar suara hentakan kaki kuda dan pekikan burung Elang, lebih tepatnya Elang Gir
Elang peliharaan istrinya
Tunggu istrinya.....
Li Qian langsung membuka matanya,dan dia melihat tubuh prajurit yang akan menusuknya sudah dalam keadaan terkoyak-koyak karena ulah Elang Gir
Sementara di kejauhan ia melihat istrinya menyerang pasukan kerajaan Yongle dengan dua pedang panjang di kedua tangannya
Sementara Yulin terdiam kaku, selama ini ia baru melihat pemandangan dimana burung besar tengah mengoyak tubuh manusia hidup-hidup
Tak dapat dipungkiri kalau dirinya saat ini tengah ketakutan, bahkan lebih takut daripada menghadapi ratusan prajurit kerajaan Yongle tadi
__ADS_1
Tapi begitu menyadari bahwa burung burung itu tengah melindungi teman seperjuangannya,Yulin spontan menggeser tubuhnya mendekati Li Qian
Takutnya nanti ia dikira mangsanya juga..