Kehidupan kedua tuan putri

Kehidupan kedua tuan putri
Episode 26


__ADS_3

" Ehemm, kudengar tadi ada yang membela adikku dari penindasan keluarga Zhuang


Apakah kau tau siapa itu istriku?" Goda Li Qian pada istrinya yang lagi-lagi sibuk dengan tumpukan kertas di atas meja kerjanya


Tadi sore sepulangnya ia dari kamp militer bingzhou,ia dikejutkan dengan laporan dari Wei Shu


Wei Shu mengatakan bahwa adiknya ditindas keluarga Zhuang lagi dan poin pentingnya adalah sang istri yang membalasnya dengan sadis


Bahkan keluarga Zhuang sampai lari terbirit-birit karena ketakutan


Kini berita tentang istrinya telah menyebar ke seluruh penjuru kota


Ayahnya sendiri tak terlalu terkejut dengan berita tentang istrinya, beda lagi dengan ibunya


Dia tampak sedikit syok dan tak menyangka seorang tuan putri yang terlihat cantik dan menggemaskan itu bisa berbuat sedemikian rupa


" Mereka menindas dong dong, dan aku tak suka itu


Aku tak akan meminta maaf dengan apa yang sudah kulakukan Qian


Tapi aku meminta maaf padamu, mungkin nantinya kamu akan malu karena mempunyai istri seperti ku"ucap Jin Yan


Dengan ragu-ragu ia memeluk tubuh tegap suaminya,ia sungguh takut membuat suaminya malu karena tingkahnya


" Kenapa harus malu?" Tanya Li Qian kebingungan


" Karena aku seperti monster,aku tak seperti gadis-gadis lainnya yang bisa bersikap manis


Dan sekarang berita tentang kekejaman ku sudah menjadi buah bibir masyarakat


Takutnya nanti kamu akan kesusahan Qian "


" Kau terlalu berpikiran sempit istriku, untuk apa aku malu disaat semua orang malah memujimu"


Li Qian memandang istrinya yang masih menunduk dalam dekapannya, diangkatnya dagu sang istri dan


Cup


Cup


Cup


Kecupan kecil ia berikan pada hidung mungil istrinya


Dan lihatlah sekarang wajah merona nya, sangat menggemaskan


Membuatnya tak rela jika ada orang lain yang melihat wajah cantik istrinya

__ADS_1


" Qian..... sudah hentikan, pipiku sakit"keluh Jin Yan begitu suaminya kini malah mencium pipinya bertubi-tubi


" Astaga kasihan sekali, sampai merah-merah begini dan juga.....Jin Yan jangan terlalu menggemaskan bisa tidak?


Nanti kau bisa habis ku makan"ucap Li Qian dengan suara yang terdengar mulai serak


Dia laki-laki normal dan sudah dewasa,mana bisa tahan jika setiap hari disuguhi pemandangan seperti ini


" Apanya? Perasaan aku biasa saja


Salah kamu yang......"


Tak tahan lagi, Li Qian menerjang tubuh istrinya


Ia cumbu setiap jengkal tubuh istrinya melampiaskan gairah yang selama ini ia pendam


Namun dia tetap tau batasan,dia hanya menyentuh bagian atas tubuh istrinya saja mengingat istrinya yang masih belum cukup umur untuk melakukan hal yang lebih lanjut


Yah.....dia harus bersabar untuk tidak menyentuh istrinya, setidaknya dalam jangka waktu satu tahun ke depan


Tengah malam Li Qian terbangun karena panggilan darurat dari kamp


Bahkan ia tak sempat berpamitan kepada istrinya


Tak tega juga jika ia harus membangunkan istrinya yang kelelahan karena ulahnya


Sesampainya di kamp,ia mendapatkan pemberitahuan bahwa perbatasan Jinxi tengah diserang oleh kerajaan Yongle tanpa pemberitahuan terlebih dahulu


Harapannya hanya satu,ia bisa pulang dengan selamat agar istrinya tak bersedih


Pagi harinya di kediaman Li, Jin yan terbangun tanpa melihat sosok Li Qian


Dia hanya menemukan secarik kertas tentang suaminya yang berangkat ke kamp militer karena urusan mendadak


Bahkan ia tak mengenakan kalung pemberiannya


" Bagaimana Xiao mao akan menjaganya kalau dia tak memakai kalung ini"gumam Jin Yan, suaminya itu baru saja bertemu dengan Elang Gir dan dia belum terikat kontak batin dengannya jadi jika dia tak mengenakan kalungnya, otomatis dia tak akan bisa meminta bantuan dari Elang Gir


" Feng ran,apa kau tau apa yang terjadi di kamp militer?" Tanya Jin Yan pada pelayannya yang kebetulan baru saja masuk


" Ya tuan putri, kerajaan Yongle menyerang perbatasan Jinxi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu


Apa kita perlu mengirimkan bantuan kepada tuan agung?"


" Tidak bisa,itu menyalahi aturan


Kita tunggu kabar selanjutnya dulu" jawab Jin yan

__ADS_1


Sebenarnya hatinya sangat resah saat ini, semoga suaminya baik-baik saja


Sementara di perbatasan Jinxi pertumpahan darah besar-besaran terjadi


Lebih tepatnya pertumpahan darah pasukan Jinxi,Jing Zhou sebagai komandan militer Jinxi salah merencanakan strategi perang hingga berakibat fatal


Bahkan pasukan dari kamp Xuanjia hanya tersisa dua orang saja yaitu Li Qian selaku pengawas kamp Xuanjia dan Yunlin ketua prajurit kamp Xuanjia


Jing Zhou yang menyadari situasi nya sudah sangat tak menguntungkan memberi aba-aba untuk menarik pasukan dan menyelamatkan diri


Namun salah satu prajurit menghentikannya dan mengatakan masih ada tuan pengawas yang terjebak di tengah-tengah pasukan kerajaan Yongle


Dalam hatinya Jing Zhou berteriak kegirangan,ia merasa Tuhan sedang berpihak padanya


" Kita sudah berperang tiga hari tanpa jeda,tak mungkin kita mengorbankan banyak prajurit lain demi dia


Cepat tarik pasukan dan kembali ke kamp,kita tunggu bantuan dari ibukota"teriak Jing Zhou yang langsung dituruti pasukan yang tersisa


Li Qian dan Yulin menyadari kalau mereka ditinggalkan oleh pasukannya sendiri


Dengan senyum pahitnya Li Qian tetap berusaha melawan orang yang berlari menuju ke arahnya


Walaupun tubuhnya sudah penuh dengan luka,namun ia tetap semangat


Dan jika nanti dirinya mati, setidaknya ia mati dengan cara terhormat


Tusukan pedang diperutnya menghentikan perlawanan Li Qian, disampingnya rekan seperjuangannya sudah terbaring di tanah dengan anak panah yang menembus kedua lengannya


Dengan susah payah Li Qian menyerang balik prajurit yang menusuknya namun serangannya meleset, justru tubuhnya malah terdorong ke belakang dan ambruk di tanah yang penuh dengan genangan darah


Sesaat kemudian Li Qian merasa ajalnya akan tiba, pedang panjang seorang prajurit sudah siap menerjang tubuhnya lagi


Dapat dia dengar teriakan histeris Yulin namun tubuhnya sudah tak mampu lagi melawan


Di tengah keputusasaannya,Li Qian mendengar suara hentakan kaki kuda dan pekikan burung Elang, lebih tepatnya Elang Gir


Elang peliharaan istrinya


Tunggu istrinya.....


Li Qian langsung membuka matanya,dan dia melihat tubuh prajurit yang akan menusuknya sudah dalam keadaan terkoyak-koyak karena ulah Elang Gir


Sementara di kejauhan ia melihat istrinya menyerang pasukan kerajaan Yongle dengan dua pedang panjang di kedua tangannya


Sementara Yulin terdiam kaku, selama ini ia baru melihat pemandangan dimana burung besar tengah mengoyak tubuh manusia hidup-hidup


Tak dapat dipungkiri kalau dirinya saat ini tengah ketakutan, bahkan lebih takut daripada menghadapi ratusan prajurit kerajaan Yongle tadi

__ADS_1


Tapi begitu menyadari bahwa burung burung itu tengah melindungi teman seperjuangannya,Yulin spontan menggeser tubuhnya mendekati Li Qian


Takutnya nanti ia dikira mangsanya juga..


__ADS_2