
" Li Qian.....apa kau memiliki seorang wanita yang kau sukai?" tanya Jin Yan lagi
" Ada tuan putri...." jawab Li Qian
Jin Yan terdiam, hatinya berdenyut nyeri
Entah kenapa rasanya ia ingin menangis saat ini
" Ah maaf kalau begitu, aku mengikatmu dalam pernikahan ini untuk menyelamatkan mu
Namun tenang saja, dalam beberapa tahun aku akan mencari cara untuk menyelesaikan pernikahan ini dan untuk wanita yang kau sukai, aku akan membantumu berbicara padanya
semoga dia akan mengerti" ucap Jin Yan, dia menundukkan kepalanya mencoba menahan air matanya yang sudah berlinang
Li Qian yang cukup peka, memegang dagu Jin Yan dan mendongakkan wajahnya ke atas
Seketika dia terkejut melihat wajah calon istrinya memerah dan matanya yang siap mengeluarkan air mata
Sangat menggemaskan namun dia juga tak tega melihatnya
" Apa yang kau pikirkan tuan putriku......aku memang memiliki gadis yang kucintai
Dan itu adalah dirimu, hanya dirimu" ucap Li Qian
Namun Jin Yan hanya terdiam tak merespon apapun, dia cukup terkejut mendengar pernyataan dari lelaki di depannya
" Saya Li Qian mencintai tuan putri agung semenjak pertama kali kita bertemu di bingzhou
Karena tuan putri bersedia menerima hamba yang penuh kekurangan ini, saya berjanji akan berusaha membahagiakan anda
Dan hanya ada anda di dalam hati saya tuan putri"ucap Li Qian lagi, namun kali ini ia berlutut di depan Jin Yan yang tengah duduk di pinggiran ranjang
" Aish..... sudahlah ayo kembali berbaring, aku belum selesai mengobati lukamu Qian"
Li Qian pun kembali berbaring terlentang, membiarkan tuan putri mengobati perutnya yang penuh dengan luka lebam
" Apa kau serius dengan ucapanmu Li Qian?" tanya Jin Yan
Li Qian mengangguk mantap
" Aku seorang gadis yang mempunyai banyak tanggung jawab, aku tak sesederhana yang kau lihat Qian
Mau tak mau kau juga harus ikut memikul tanggungjawab ku nantinya "
"Kamu bersedia menerima ku dan tentu saja aku akan menerima mu, apapun tanggungjawab nya kita hadapi bersama
Setelah ini aku akan banyak berlatih agar bisa menjaga mu dengan baik"
__ADS_1
" Itu harus...... istirahatlah, aku akan keluar istana hari ini
Setelah tubuhmu pulih, kamu bisa kembali ke bingzhou terlebih dahulu"ucap Jin yan yang langsung diangguki Li Qian
Dia sendiri merasa tubuhnya sudah hampir menuju batasnya
Setelah memastikan Li Qian tertidur pulas, Jin Yan pergi menuju tempat peristirahatannya
Dia baru saja menerima kabar kalau sepupunya dari keluarga neneknya datang
" Duduk Wu jin yan, atau kakak harus memanggil mu tuan putri agung Jianan?" ucapnya yang membuat ku meringis tak enak hati
Jiang Alv, dia adalah tuan muda di kediaman Jiang
Keluarga Jiang dikenal sebagai bangsawan Zhengguo, bangsawan yang mengurus kemiliteran di bawah kendali tuan putri agung sebagai pemilik plakat militer
Keluarga Jiang juga kerabat dekat kekaisaran, permaisuri terdahulu adalah putri dari keluarga Jiang
" Kakak kapan pulang?"
" Memangnya pulangnya kakak penting untukmu?
Bagus sekali gadis kecil, kamu kembali ke ibukota tak tak sekalipun mampir di kediaman Jiang,apa kamu sudah tak menganggap keluarga Jiang lagi ha?" tanya Jiang Alv dengan menggebu-gebu
" Maaf kakak, Kakak kan tau aku harus membantu paman Zhao Yi mengambil kembali kekuasaan nya" ucap Jin Yan dengan wajah memelas, ia berusaha mengambil hati kakak sepupunya itu
Dan Yap berhasil, semua keluarganya akan lemah jika ia menampilkan wajah memelas andalannya
Kau mengalami hal yang memalukan di istana dan keluarga Jiang tau hal ini dari orang lain
Ada apa Jin Yan? kenapa kau memutuskan semuanya sendiri?
Kenapa kamu malah memilih menikah dengan pria rendahan sepertinya?"
" Kak, terlepas ada atau tidak adanya masalah ini hatiku memang sudah memilihnya untuk pasangan hidupku kak
Kakak tak perlu khawatir, aku tau apa yang harus kulakukan "
" Apa kamu benar benar menyukainya Jin Yan? kau tak lagi berusaha membohongi perasaanmu demi membantunya kan?" tanya Jiang Alv, sementara yang ditanya hanya mengangguk dengan wajah yang sudah bersemu
Yah.....hati Jin Yan memang sudah terpaut dengan Li Qian
" Kalau kau benar benar menyukainya kakak tak bisa berkata apa-apa lagi
Setelah ini ikutlah kakak pulang, Zhao Yi mempercayakan pernikahan mu kepada keluarga Jiang"
" Aku tau kak, terimakasih untuk semuanya" ucap Jin Yan, dengan lembut ia meraih tubuh kakak sepupunya dan memeluknya
__ADS_1
Betapa beruntungnya ia memiliki keluarga yang sangat menyayanginya, andai di kehidupan yang dulu ia menyadari hal ini dengan cepat
Pasti saat itu ia tak akan menderita
Hari itu juga, tepatnya di sore hari rombongan tuan putri agung keluar istana dikawal oleh bangsawan Jiang dan juga diikuti oleh Li Qian
Padahal tubuh pemuda itu belumlah pulih, namun ia bersikeras untuk ikut mengantar sekaligus pulang ke kediamannya
Di dalam kereta kuda, tuan putri sendiri kini tengah menatap tajam kedua pelayannya yang entah kenapa tiba-tiba datang
" Kenapa kalian pulang? apa terjadi sesuatu?"
" Tuan putri kami akan menikah, tentu saja kami harus hadir dan memastikan pernikahan anda lancar" jawab Luse
" Tuan putri mulai sekarang anda harus bahagia dan menikmati hidup ini" saut Meng Yao
" Tentu saja, kalian juga harus mengejar kebahagiaan kalian
Jika ada seseorang yang kalian sukai, menikah lah, aku tak masalah dan aku akan sangat senang jika hal itu terjadi" jawab Jin Yan
" Kami akan selalu bersama tuan putri, sekalipun kami menikah nantinya " ucap Feng Yan mewakili teman-temannya
" Emmmm kita akan selalu bersama apapun keadaannya" jawab empat pelayan Jin Yan serempak
Hampir setengah hari perjalanan dari ibukota menuju provinsi Jinxi
Kini rombongan sudah sampai di persimpangan jalan menuju kediaman Jiang yang ada di Jinxi
Jiang Alv pun menghentikan rombongan dan berbalik menghadap Li Qian
" Kau cukup mengantar sampai sini, ini adalah batas kekuasaan keluarga Jiang
Sebelum pernikahan datanglah terlebih dahulu ke kediaman, adikku bukan hanya warga Qing an
Dia memiliki tradisi dan peraturan sendiri untuk pernikahan, dan juga jangan terburu-buru menyiapkan mahar
Datanglah dulu ke kediaman....."
Walaupun bingung dengan ucapan calon kakak iparnya, Li Qian tetap mengangguk
" Terimakasih atas saran tuan muda Jiang, saya akan kembali ke bingzhou terlebih dahulu sebelum berkunjung ke kediaman Jiang"
" Hmmm pergilah......"
Li Qian pun pamit pergi, namun sebelum itu ia tentu saja berpamitan kepada calon istrinya walaupun harus mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak ipar
" Calon istriku aku pulang dulu, tunggu aku di kediaman besok" ucap Li Qian dari luar kereta kuda
__ADS_1
Sementara Jin Yan sudah tersenyum malu dengan muka merah padamnya
Apalagi keempat pelayannya tk kunjung berhenti menggoda