Kehidupan kedua tuan putri

Kehidupan kedua tuan putri
Episode 14


__ADS_3

" Terimakasih, aku akan menggunakan uang ini dengan baik


Oh iya, tadi ayah memberikan ku akta tanah, setelah kulihat letak tanahnya berada di pusat kota


Bagaimana kalau kita membuat toko disana?" ucap Jin Yan antusias, saat ini ia berambisi membangun jaringan usaha untuk keluarga Li


" Bukankah tokomu sudah terlalu banyak?" tanya Li Qian heran, ia sudah tau tentang jaringan usaha keluarga Wu yang terkenal di seantero negeri


" Emmm itu milik keluarga Wu, dan sekarang aku ingin membangun untuk keluarga kita


Keluarga Li...."


Li Qian tersenyum gemas melihat istrinya yang tampak antusias


" Baiklah katakan padaku, kau ingin membangun toko apalagi?"


" Toko obat, di perbatasan Utara aku memiliki lembah yang kunamakan lembah goa hantu


Disana aku menanam berbagai macam obat untuk mengisi waktu luang


Daripada hasilnya terbuang sia-sia, bukankah lebih baik dijual saja?


Lagipula di Qing an, bahan bahan obat kebanyakan dibeli dari kerajaan lain"


" Lakukan apapun yang kau mau, apa yang harus kubantu?"


" Tak perlu, serahkan urusan rumah padaku


Namun sebentar lagi, kamu harus berjuang keras suamiku " ucap Jin Yan yang dibalas tatapan tak mengerti dari Li Qian


Belum sempat bertanya Feng Yan masuk ke dalam ruangan dan memberi kabar bahwa utusan istana membawa dekret untuk Li Qian


Mereka semua langsung bergegas ke aula depan untuk menerima dekret dan sesampainya disana semua orang tengah menunggunya


Melihat kedatangan Li Qian, semua orang berlutut bersiap mendengar dekret, begitu juga dengan Li Qian


Namun tidak dengan Jin Yan, ia tetap berdiri tegak


Karena secara harfiah posisinya lebih tinggi dari kaisar Zhao Yi sendiri


Kasim yang membawa dekret mulai membuka dekret dan membacanya dengan lantang


" Dengan berkah dari dewa, saya kaisar Zhao Yun Yi memberi perintah untuk Li Qian


Putra dari gubernur bingzhou dan suami dari tuan putri agung Jianan naik posisi dari komandan prajurit bingzhou menjadi pengawas pasukan militer perbatasan Jinxi, sekian"


Semua orang terkejut terlebih lagi tuan besar Li, karena perbatasan Jinxi adalah tempat yang sering terjadi pemberontakan


" Perbatasan Jinxi adalah tempat hidup dan mati, apa kamu pernah menyinggung kaisar sampai dia menugaskan mu disana?" tanya Li chanqing


" sepertinya tuan putri tau sesuatu" ucap miaorong dengan senyum penuh makna


Semua orang langsung mengalihkan perhatiannya pada Jin Yan yang masih berdiri tenang


" Kita bicarakan bertiga Qian, ayah" ucap Jin Yan, ia membawa suami dan ayah mertuanya kembali ke kediaman belakang


" Ada apa Jin Yan?" tanya Li Qian bingung


" Aku yang meminta Zhao Yi menempatkan mu disana" ucap Jin Yan

__ADS_1


" Apa? bagaimana bisa anda menempatkan suami anda disana tuan putri?" tanya Li chanqing dengan tatapan tak percaya


" Dengarkan dulu ayah, Jin Yan memiliki tanggung jawab yang besar di Qing an dan mau tak mau Qian yang harus menggantikannya nanti"


" Itu tidak mungkin terjadi tuan putri" bantah Li chanqing lagi


" Tak ada yang tak mungkin ayah, mulai sekarang Qian harus berjuang keras setapak demi setapak menuju posisi teratas


Aku dan Zhao Yi yang akan membuka jalan untuknya, semuanya tinggal menunggu usaha dari Qian saja"


" Apa itu mungkin Jin Yan" tanya Li Qian ragu


" Bukankah kamu mau membahagiakan ku Qian....aku akan bahagia kalau melihat mu berhasil


Lagipula aku ini seorang wanita Qian, aku juga ingin diam dirumah menunggu suamiku pulang sembari mengurus anak kita nantinya " ucap Jin yan yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari Li Qian


" Astaga kalian ini.....ayah masih disini


Sudahlah, lebih baik kembali bekerja saja" gumam Li chanqing yang tak dihiraukan oleh pasangan yang tengah dimabuk asmara itu


Keesokan paginya jadwal Li Qian berangkat, istri dan seluruh keluarganya mengantar kepergiannya sampai gerbang utama


Sesampainya disana, Li Qian berpamitan kepada semua orang dan sampai tiba saatnya ia pamit kepada istri tercintanya


Dia menangkup wajah cantik istrinya yang tampak sembab


Semalaman istrinya itu menangis dan tak rela ditinggalkan, padahal dia sendiri yang mengatur kepergiannya, namun sekarang dia yang malah tak rela


" Jangan menangis lagi, aku akan sering pulang untuk menengokmu" ucap Li Qian, tangannya mengusap wajah istrinya yang masih berlinang air mata


Jin Yan mengangguk dan memegang tangan suaminya yang senantiasa menghapus air matanya yang nakal


Beberapa hari lagi Meng Yao akan kembali ke perbatasan Utara, kamu bisa pergi kesana jika memerlukan sesuatu"


" Emm aku pergi" sebelum Li Qian pergi, Jin Yan meraih tangan suaminya dan mengecup punggung tangannya


Li Qian tersenyum dan balas mengecup kening sang istri


Tak tau saja mereka kalau interaksi mereka ditatap oleh banyak orang dengan pandangan yang berbeda-beda


Setelah kepergian Li Qian, Jin Yan kembali ke kediaman belakang bersama empat pelayannya


Dia mulai membagikan tugas untuk mereka


Namun sebelum itu ia bersama keempat pelayannya memilah-milah hadiah yang memenuhi kediaman belakang


" Tuan putri.....apa kaisar Wu Lei tak salah memilih hadiah?" tanya Feng Yan yang kebetulan mengurus hadiah dari kerajaan Xuande


" Memangnya kenapa?"


Jin Yan yang penasaran pun mendekati Feng Yan bersama tiga pelayannya yang lain


Mereka berlima seketika tertawa terbahak-bahak


Bagaimana tidak?


Selain emas batangan, mutiara dan tumpukan uang kertas, semua hadiah lainnya berasal dari toko Wu jin yan sendiri


Seperti kain sutra, krim kecantikan dan perhiasan wanita

__ADS_1


" Sudah sudah hentikan, aku bisa sakit perut kalau tertawa terus


Emas dan mutiara kirimkan ke tempat pembuatan perhiasan kita, dan kalau sudah jadi simpan terlebih dahulu


Aku akan menjualnya disini, sepertinya membuat toko emas di bingzhou tak terlalu buruk


Kain sutra dan krim kecantikan juga simpan terlebih dahulu"


Mereka semua pun kembali bekerja sesuai dengan instruksi dari tuan putri


Satu persatu kotak kotak dikeluarkan dari kediaman belakang


Meng Yao bertugas mengantarkan kotak berisikan emas dan mutiara ke tempat pembuatan perhiasan


Sedangkan Feng Yan ia tugaskan untuk mencari pemilik lahan kosong di samping kediaman Li


Rencananya lahan itu akan di gunakan untuk tempat pelayan dan pengawalnya nanti


Karena Jin Yan sendiri tak suka kalau dirumahnya terlalu banyak orang


" Lalu akan diapakan sutra dan krim kecantikan sebanyak ini tuan putri?" tanya Luse kebingungan


Hampir separuh kotak hadiah di ruangan itu sudah dikeluarkan namun tetap saja masih terasa banyak


" akan kujual nanti, tak mungkin juga aku menggunakan itu semua


Feng ran, antarkan satu paket krim kecantikan untuk ibu" pinta Jin Yan


Feng ran pun mengangguk walaupun sebenarnya ia malas menemui nyonya di kediaman Li


Seminggu sudah berlalu, Jin Yan yang ditinggal suaminya tak bisa berdiam diri sama sekali


Kalau dia hanya terduduk santai, ia pasti akan sangat merindukan suaminya


Karena itu ia melakukan banyak hal


Contohnya pembangunan besar-besaran di kediaman Li, khususnya tempat yang ia tinggali


Lahan terbengkalai di samping kediaman Li sudah berhasil Jin Yan miliki, setelah itu ia mempekerjakan banyak orang untuk membuat kediaman


Karena lahannya cukup luas, separuh dari lahannya dipergunakan untuk kandang kuda


Setelah lebih dari satu minggu di kediaman Li, Jin Yan baru menyadari kalau seorang gubernur bingzhou tak memiliki satupun kuda dan keretanya


Jadi kalau mau pergi kemana-mana harus menyewa kuda terlebih dahulu


Padahal upah pejabat cukup tinggi ditambah keluarga Li memiliki usaha di luar bidang politik


Sebenarnya cukup aneh, namun Jin Yan tak mau ambil pusing karena itu bukan tugasnya


Lebih baik ia mengurus rumahnya sendiri


Pembangunan toko pun juga sudah berjalan bersamaan dengan pembangunan kediaman di lahan kosong


Jin Yan benar benar membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang bingzhou


Bahkan dia tak peduli mau itu tua, muda ataupun gelandangan sekalipun


Asalkan mereka mau bekerja keras saja....

__ADS_1


__ADS_2