Kehidupan kedua tuan putri

Kehidupan kedua tuan putri
Episode 19


__ADS_3

" Qian......coba hadap sini, kamu kenapa?" goda Jin yan, ia menarik-narik tangan suaminya yang menutupi wajahnya


Karena tak membuahkan hasil, Jin Yan berjongkok di depan suaminya


Untung saja kereta kuda mereka cukup besar dan kedua pelayannya duduk di depan


Dengan sekuat tenaga Jin Yan menarik tangan suaminya yang senantiasa menutupi wajahnya, sampai akhirnya usahanya berhasil


Wajah Li Qian sudah memerah dengan keringat yang mengalir di dahinya


Nafasnya pun tampak memburu


Dengan segenap hati, Jin Yan menarik leher suaminya untuk mendekat dan mengecup bibirnya yang sedikit terbuka


" Bernafas yang benar sayang....." ucap Jin Yan, ia terkekeh kecil melihat wajah syok suaminya


Lalu kemudian kembali mendekatkan wajah mereka berdua


Li Qian sendiri terdiam kaku dengan kecupan manis dari bibir istrinya


Dia baru tersadar ketika istrinya memberikan jarak


Namun ucapan istrinya yang memanggil sayang membuat jantungnya berdetak kencang


Tak sampai disitu saja, kini bibir mereka kembali bertemu lagi


Li Qian hanya bisa terdiam kaku menikmati apa yang istrinya perbuat pada bibirnya


Istrinya tak mau membiarkannya membalas ciumannya, namun ia menikmati itu


Rasanya baru saja sebentar ia dibuat melayang oleh istrinya


Namun semua kenikmatan itu harus sirna karena ada gangguan


" Kita sudah sampai tuan muda" ucap Wei shu dari depan kereta


Li Qian pun membenarkan penampilan istrinya sebelum keluar dari kereta kuda


Dia terkekeh kecil melihat perubahan istrinya, tadinya saja seperti macan betina sekarang dia berubah menjadi kucing kecil yang menggemaskan


Dengan satu gerakan, Qian menggendong istrinya di depan


Entah kenapa sekarang ia ketagihan menggendong istrinya


Tubuh istrinya terasa sangat pas dalam gendongannya


Sampai di kediaman belakang, Li Qian meminta kedua pelayan istrinya untuk pergi


Sementara Jin Yan sudah ketar-ketir, karena ulah isengnya, sepertinya suaminya itu akan.....


Dan benar saja, Li Qian mengunci pintu sebelum menghampirinya dan menjatuhkannya ke ranjang mereka


Disana Li Qian mencumbu istrinya habis-habisan, tak ada kesempatan Jin Yan untuk menolaknya


Jin Yan melenguh keenakan, sesekali ia meringis ngilu karena ulah suaminya

__ADS_1


Namun hal itu malah membuat Li Qian hilang kendali


Sampai akhirnya tubuh keduanya polos tanpa sehelai benangpun


Setiap inci tubuh Jin Yan sudah dipenuhi tanda cinta dari Qian


Namun sepertinya Qian belumlah puas juga, begitu akan melakukan hal yang lebih Qian terhenti karena panggilan istrinya


Saat itu juga ia baru tersadar akan apa yang telah ia lakukan


" Maaf Jin Yan....maaf, maafkan aku.....aku tak bisa mengendalikan diri, maafkan aku Jin Yan" Li Qian menatap istrinya dengan raut wajah penyesalan, karena ulahnya seluruh tubuh istrinya penuh dengan bercak merah bahkan beberapa diantaranya ada yang biru keunguan


Pasti sakit sekali......


Jin Yan menggelengkan kepalanya, mengecup punggung tangan suaminya pelan dan menatapnya dengan senyum manis


" Aku yang minta maaf, aku belum bisa melayani mu dengan benar


Emmm kamu tentu tau kalau di umurku ini kita belum boleh melakukannya" ucap Jin Yan dengan nada lirih, namun Li Qian masih mendengarnya


" Aku tau, terimakasih sudah mengingatkan ku sayang, aku yang salah karena tak bisa menahan diri " balas Qian


Jin Yan sendiri tak masalah, karena menurutnya itu hal wajar , bagaimanapun juga suaminya adalah pria yang sudah dewasa


" Aku haus...... bolehkah aku minum?" pinta Qian sembari menatap tubuh istrinya yang masih polos


" Emm tentu, biar ku panggilkan Feng yan dulu untuk membuat minuman" ucap Jin Yan namun dihentikan oleh Qian


Sekarang dia malah dibuat meremang karena tatapan mata suaminya


Jin Yan akhirnya paham maksud suaminya, namun ia malu jika harus melakukan itu


Jadi sekarang Jin Yan teramat sangat awam dengan keadaan saat ini


Sedangkan Li Qian yang tak mendapatkan respon apapun dari istrinya, menelan kekecewaannya dalam hati


Perlahan ia menyelimuti tubuh istrinya yang masih polos dan beranjak turun dari ranjang


Namun pergerakan nya terhenti karena tarikan dari istrinya, kini wajahnya malah terbenam pada gunung kembar sang istri


Mendapatkan hadiah di depan matanya, tentu saja Qian tak akan melewatkannya


Walaupun masih usia remaja, tubuh istrinya sudah terbentuk dengan sempurna


Menjelang petang Li Qian harus menyudahi kegiatannya, entah kenapa hari ini Wei Shu selalu mengganggu kesenangannya


Dengan tak rela, ia memakaikan pakaian untuk istrinya yang masih terlelap sebelum berlalu pergi menuju kamp karena ada panggilan mendesak


Baru saja ia akan menaiki kudanya, istrinya datang menghampirinya


Li Qian ingin marah saja rasanya melihat istrinya berlarian mengenakan pakaian tidurnya yang cukup terbuka


" balik badanmu....." gertak Li Qian pada Wei Shu yang terbengong-bengong


" Kenapa keluar dengan pakaian seperti ini Jin yan?" tanya Li Qian, untung saja Feng ran datang padanya dan memberikan mantel untuk istrinya

__ADS_1


" Kamu pergi tanpa pamit " jawab Jin Yan dengan wajah cemberutnya


" Maafkan aku, aku tak tega membangunkan mu tadi......aku harus pergi


Jaga dirimu baik-baik ya" ucap Li Qian


Jin Yan mengangguk, ia kemudian memberikan kalung berbandul seruling kecil kepada suaminya


" Apa ini? seruling kecil?" tanya Qian kebingungan melihat pemberian istrinya


Jin Yan tertawa kecil, ia kemudian mengambil seruling itu dan meniupnya sekali


" Untuk apa?" tanya Li Qian namun tak Jin Yan jawab karena yang ia panggil sudah datang


Tadinya Li Qian dan Wei Shu akan menebas burung besar yang entah datang darimana


Namun secepat kilat burung itu menghindarinya, padahal Li Qian yakin kalau tebasannya tak akan meleset


" Jangan sakiti mereka Qian......ini hewan peliharaan ku" ucap Jin Yan


" Bukankah itu hewan mitologi?" tanya Li Qian kebingungan juga takjub melihat burung besar itu tunduk di bawah kaki istrinya


" Tidak, mereka hanya hewan buas biasa, namanya elang Gir


Hanya saja mereka tak suka menampakkan diri pada manusia" jawab Jin Yan


Perhatian Jin Yan kemudian beralih kepada burung besar yang duduk di bawah kakinya


" Mao kecil......kamu diutus ayahmu ya?" sapa Jin Yan pada burung di bawahnya dan si burung mengangguk seraya menggesekkan tubuhnya pada kaki Jin Yan


" Baiklah baiklah, kerjakan tugasmu dengan baik ya...... sekarang lindungi pemuda di depanmu ini


Namanya Li Qian, kamu harus menjaganya dengan baik" Elang Gir langsung menegakkan tubuhnya dan mengepakkan sayapnya tanda menerima perintah


Kemudian ia terbang berputar-putar di atas Li Qian


" Seruling kecil ini untuk memanggil burung itu, mereka hidup berkelompok dan ada di setiap tempat, namun hanya burung itu yang akan menjagamu dari jarak dekat Qian


Dan juga...... seruling ini bisa menjadi akses masuk untuk paviliun ruyi


Kamu bisa meminta apapun disana, baik itu uang, orang maupun informal


Paviliun ruyi menyediakan semuanya"


" Kenapa memberikan semua ini padaku?" tanya Li Qian


" Karena kamu suamiku, aku tau kamu tak mudah hidup di kamp karena Jing Zhou


Ini bisa membantumu Qian, jangan menolaknya


Setidaknya pikirkan orang-orang yang mengikutimu, mereka harus baik-baik saja agar bisa melindungi tuannya "


" Emmm aku mengerti, terimakasih Jin Yan, aku akan berusaha lebih keras lagi mulai saat ini"


" Pergilah......" ucap Jin Yan, memeluk suaminya erat sebelum mencium punggung tangannya

__ADS_1


Li Qian pun pergi dengan tenang, selain energinya yang sudah terpenuhi tadi


Motivasi dan dukungan istrinya membuatnya lebih bersemangat menjalani tugas.....


__ADS_2