
Setiap hari putri Bella di manja oleh kedua suaminya. Suaminya sangat perhatian dan saling melengkapi satu sama lain.
Ronald : adik sudah waktunya istri kita melahirkan anakmu, ucapnya lembut.
Andreas : iyaa, aku sangat panik, aku takut istri kita merasakan sakit. Dan yang paling membuatku cemas dia minta di temani saat melahirkan.
Ronald : kamu jangan panik, kita akan menemaninya bersama sama di saat dia melahirkan.
Andreas : terimakasih kakak, tanpa dukunganmu aku sangat takut dan panik.
Ronald : jangan sungkan, kita sekarang adalah keluarga, Padahal hatinya juga sama tampak cemas, namun dia harus memberi dukungan pada Kaisar Andreas untuk bisa menghadapinya.
Tiba tiba tabib datang, " yang mulia sekarang sudah waktunya tuan putri melahirkan."
Kaisar Ronald dan kaisar Andreas langsung masuk ke ruangan petawatan. Keduanya tampak cemas melihat putri Bella akan melahirkan.
Dengan inisiatif kedua kaisar itu berdiri masing masing di posisi sebelah istrinya.
Kaisar Ronald ada di sebelah kiri dan kaisar Andreas di sebelah kanan.
Putri Bella memandang kedua suaminya, dia tersenyum cantik, dia bahagia kedua suaminya saling rukun dan saling memahami.
Tiba tiba Dukun Bayi dan para pelayan datang menghampirinya. dengan penuh hormat para pelayan langsung melayani.
Dengan cepat Dukun bayi langsung mengintruksikan pada putri Bella agar bersiap siap.
__ADS_1
Dukun Bayi : yang mulia tolong tangan tuan putri di pegang kuat kuat agar tuan putri bisa bertenaga, sambil menutup bagian bawah putri Bella dengan kain panjang agar bagian intimnya tidak terlalu terlihat oleh suaminya.
Kedua kaisar itu mengangguk dan mengeluarkan keringat yang bercucuran, ini pertama kalinya mereka akan menyaksikan istrinya melahirkan.
Dukun bayi : tuan putri sudah waktunya, dan kalian pegang masing masing kaki putri bella pada kedua pelayannya.
Bella : iyaa perutku terasa mulas sepertinya akan keluar.. aaakkhh aaakkh..
Dukun bayi : baik ayooo tarik napas buang..
Tarik napas lepas...
Bella : aaaa... hmmppttt ... aaaa... hmmmppttt sakiiiiit... sambil menangis tangannya sangat kuat memegang pada kedua tangan suaminya.
Dukun Bayi : ayoo sedikit lagi... terusss ayooo tarik napas.. keluarkan..
Tangannya sangat kuat mencengkram memegang tangan suaminya. Untung saja putri Bella tak memiliki kuku yang panjang, terbayang kukunya akan menancap di kulit tangan kedua suaminya.
Seketika kedua suaminya memandang ngeri bila istrinya memiliki kuku yang panjang. Kedua suami putri Bella hanya bisa menarik napas yang panjang agar rasa panik itu hilang.
Bella : inii semua gara gara kalian,wuwuwuuwu....
sambil menangis kesakitan, tangannya dengan kuat di pegang oleh kedua suaminya.
Andreas : iyaa maafkan aku, aku tak akan minta anak lagi ... sambil menahan kecemasan. Hatinya terasa sakit melihat istrinya begitu menderita.
__ADS_1
Ronald : yaa maafkan aku juga, aku tak akan minta anak lagi juga padamu, sambil tak tega melihat perjuangan istrinya yang melahirkan.
Bella : janji.. yaa .. kalian jangan minta anak lagi ...
wuwuwuwu ... sakiiiit hik hik hik
Ronald + andreas : iyaaa janji, ayoo tarik napas buaang... ucapnya bersamaan, sambil membuang rasa cemas yang tinggi.
Putri Bella langsung mengikuti kedua suaminya sambil berteriak aaaakkhhh ... hmmppttt ... aaaa... hmmmppttt sakiiiiit... rintihnya. Awas kalo kalian minta lagi anak, akan ku sunat habis senjata kalian huhuhu....
Ronald + Andreas : iyaaa kami janji tidak akan minta lagi anak, dengan panik dan sambil menelan ludah yang terasa pahit karena senjatanya akan di sunat abis, "ituu sangat mengerikan," ucap mereka
Dukun Bayi : ayoo sedikit lagi... terusss ayooo tarik napas.. keluarkan.. dan akhirnya dengan sekuat tenaga putri Bella dengan lancar dia mengeluarkan bayinya.. oooeeek oooeeek.
Dukun bayi : akhirnya bayinya keluar .. bayinya laki laki dan tampan...
Tak terasa air mata putri Bella dengan deras berjatuhan dia sangat bahagia tugas melahirkan anaknya sudah selesai.
Ronald dan Andreas : oooo syukurlah anak kita selamat sambil bernapas lega seketika bebannya sudah hilang , namun tiba tiba bruuuuk mereka jatuh dan pingsan.
Semua yang ada di ruangan itu menjadi panik, karena suami tuannya tiba tiba pingsan.
Dukun Bayi : tabib.. tabib .. tolong kemari ada yang pinsan ada yang pingsan..
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya...