
Setiap hari Putri Bella selalu rutin merawat calon suaminya, dia dengan telaten memijat kaki suaminya agar cepat sembuh.
" untung di jaman modern aku pernah belajar ilmu kedokteran dan yang punya tubuh ini belajar memijat dan akupuntur dari kakeknya, jadi aku bisa mengamalkan 2 ilmu pada calon suamiku". Ucap putri Bella dalam hati.
Seeeet Yongki datang membawa kursi roda yang terbuat dari kayu jadi, designnya sangat indah dan tempat duduknya yang empuk tertutup kulit kambing menambah kesan elegan pada kursi roda tersebut.
Putri Bella : wooow hasilnya sugguh indah, baiklah Yongki tolong angkat calon suamiku ke kursi roda itu, aku akan menjemur calon suamiku.
Yongki : baik tuanku, dengan cepat mengangkat pangeran Zeris dan menempatkannya di kursi roda.
Putri Bella lalu mendorong kursi roda keluar untuk menjemur kaki calon suaminya.
" calon suamiku.. kamu harus bersabar, sebentar lagi kamu akan bisa berjalan lagi.
Pangeran Zeris : terimakasih calon istriku, sambil mengelus tangan calon istrinya.
Sebenarnya pangeran Zeris sudah pasrah akan kelumpuhan kakinya. Awalnya kakinya mati rasa, namun sejak di obati calon istrinya dia merasakan lagi rasa sakit tak terhingga di kakinya.
Karena Putri Bella sangat telaten merawat suaminya, tiba tiba jari kaki suaminya sudah mulai bergerak gerak.
Pangeran Zeris : calon istrikuuuu... kemarilah
Putri bella datang sambil berlari " ada apa calon suamiku?"
Pangeran Zeris : lihat jari kakiku sudah mulai bisa di gerakan, sambil menitikan air mata.
Putri Bella : oooh benar calon suamiku, mulai besok kamu harus belajar mengangkat kakimu, sambil memeluk calon suaminya karena bahagia.
Pangeran Zeris : terimakasih.. berkat kesabaranmu, aku bisa semangat lagi untuk berjalan.
__ADS_1
Mereka larut dalam kegembiraan, saling menatap dengan penuh kasih sayang.
Malam pun tiba, putri Bella seperti biasa memijat kaki calon suaminya. Dalam keadaan berbaring kaki calon suaminya diangkat Putri Bella.
Putri bella : sekarang aku mulai mengangkat kakimu sedikit dan kamu harus menahannya.
Pangeran Zeris : baiklah aku siap.
Putri Bella mengangkat salah satu kaki calon suaminya " siap siap ayoo tahan..
Untuk yang pertama tida ada reaksi kakinya seperti balok kayu yang kaku langsung terjatuh lagi.
Kedua, ketiga, masih terjatuh namun saat ke empat kakinya di angkat bisa tetahan walau hanya dalam beberapa detik.
Kakinya terasa sangat menyakitkan, pangeran Zeris menahan dan beruntung bisa menahan kesakitan itu.
Putri Bella tersenyum bahagia " ayoo lagi calon suamiku, aku jamin sebentar lagi kamu bisa berdiri.
Putri Bella : setiap kakimu ada perubahan aku akan memberikanmu hadiah, apapun yang kau minta.
Pangeran Zeris : apapun yang ku minta kau akan mengabulkannya?
Putri Bella : iyaa aku akan mengabulkannya.
Pangeran Zeris : baiklah aku akan bekerja keras.
Setiap hari putri Bella merawat calon suaminya dengan cara membuat ramuan herbal dan akupuntur.
Dan perkembangan gerakan kakinya sudah mulai ada perkembangan.
Pangeran Zeris sudah mulai bisa mengangkat kakinya saat berbaring.
__ADS_1
Pangeran Zeris : calon istrikuuu ...
Putri Bella cepat berlari menemui suaminya " ada apa calon suamiku?"
Pangeran Zeris : lihat aku bisa mengangkat kakiku satu persatu, dan sekarang aku angkat dan ku tekuk kakiku...
Putri Bella : wooow hebat calon suamiku, baiklah sekarang berarti kamu bisa bangun dan duduk.
Pangeran Zeris melakukan perintah calon istrinya. " iyaa betul sekarang aku bisa bangun dan duduk tanpa bantuan siapapun. Berarti aku bisa minta hadiah darimu," ucap pangeran Zeris.
Putri Bella : apa yang ku minta ?
Pangeran Zeris : kemarilah mendekat.
Lalu putri Bella mendekati calon suaminya tiba tiba
Cup
Cup
Pangeran Zeris mengecup bibir calon istrinya.
Putri Bella wajahnya memerah, karena ini adalah ciuman pertamanya.
Putri Bella : curang, kamu telah mencuri ciuman pertamaku.
Pangeran Zeris : maafkan aku, untuk permintaan maafku apa yang harus kulakukan? uangkapnya ragu takut di tinggal pergi calon istrinya.
Putri Bella : ulang !!!
Pangeran Zeris terkekeh, dia mengulang lagi ciuman bersama calon istrinya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya..