Kejarlah ..... Putri

Kejarlah ..... Putri
Kepahitan


__ADS_3

Setelah asisten pak Wijaya memberitahukan pada Jody keberadaan Amelia di RS Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles. Jody langsung terbang ke rumah sakit tersebut.


Jody sangat kesal pada mertuanya yang sudah lama menyembunyikan keberadaan Amelia.


Dia sangat berharap kalo Amelia bisa tersadar dan memulai hidup baru dengannya.


Dia sangat menyesal akan perselingkuhan dengan sekertarisnya terungkap oleh Amelia. Napasnya terdengar tak beraturan, sesekali dia ingin mencekik lehernya karena tak bisa menjaga rumah tangganya.


Jody tanpa sadar mengingat lagi masa masa bahagia bersama Amelia yang bahagia. Amelia adalah orang yang penuh perhatian.


Seharusnya Jody membalas perhatiannya pada Amelia, sedikit airmatanya menitikan di pipi seolah dia menyesal.


Tangannya di kepal erat karena menahan emosi yang begitu kuat. Sebenarnya Jody tahu Amelia sangat kurang perhatian dari keluarganya. Amelia sangat berharap mendapatkan perhatian dari suaminya.


Semakin Jody mengingat akan kesalahannya, semakin sakit rasa di dadanya. Dengan kuat hati dia menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan agar tubuhnya bisa rilek.


Jody tidak sabar untuk sampai di Los Angeles, dengan waktu 17 jam 55 menit adalah rata-rata waktu penerbangan dari Soekarno-Hatta Jakarta ke Los Angeles International.


Terkadang dia ingin mempunyai tas Doraemon agar bisa cepat melintas waktu. Akhirnya Jody bisa sampai di RS Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles.

__ADS_1


Dengan cepat dia melangkah menuju kamar perawatan Amelia


Terlihat kedua orang tua Amelia dan semua Dokter serta Perawat datang untuk melepas alat alat yang berada di tubuh Amelia.


Jody yang tak tahan melihatnya menangis histeris karena ini adalah hari terakhir menyaksikan dimana dia akan di tinggalkan Amelia selamanya.


Jiwa Amelia yang berada di RS Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles, menyaksikan kesedihan Jody suaminya yang di dunia Modern.


" apa aku masuk dulu ke tubuhku ?"


tiba tiba jiwanya masuk ke tubuh Amelia, karena merasa tak tega melihat kedua irang tua dan suaminya.


Setelah alat alat di tubuh Amelia di cabut, tiba tiba respon tubuh Amelia bereaksi.


Kedua orang tua Amelia dan semua Dokter yang tadinya akan meninggalkan Amelia dan Jody langkahnya terhenti, salah satu Dokter dengan cepat memeriksa tubuh Amelia dan Dokter itu mengangguk Kalo tubuh Amelia bereaksi.


Alat kejut jatung langsung di berikan sebanyak 2 kali dan tiba tiba mata Amelia terbuka di tersenyum.


Dokter lansung bertepuk tangan akan keberhasilannya.

__ADS_1


Perawat langsung memasang selang oksigen dan alat infus untuk menunjang stamina tubuhnya.


Jody : terimakasih sudah mau bangun sayang ... sambil bercucuran air mata.


Wijaya : putriku maafkan ayah dan ibumu yang tidak perhatian padamu.


Rosa : iya ibu janji akan selalu ada di dekatmu hik hik hik.


Jody : sayang ... maafkan kesalahanku yaa..


Salah satu dokter mengingtakan kalo pasien baru sadar, jadi keluarga harus meninggalkan ruangan agar pasien bisa beristirahat.


Saat kedua orang tua dan suaminya akan meninggalakan ruangan, tiba tiba terdengar ada suara ter engah engah, " jangan... pergi !!" Amelia memohon


Kedua orang tua dan suaminya terhenti dan kembali mendekati Amelia. Para Dokter dengan terpaksa menyetujuinya dan salah satu dokter akan tinggal untuk berjaga jaga.


Amelia terlihat tersenyum melihat kedua orang tua dan suaminya kembali.


Tampak wajah putih pucat seperti kapas memaksakan tersenyum untuk keluarganya.

__ADS_1


Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa


Jangan lupa like dan comentnya...


__ADS_2