
Akhirnya duka putri Bella berangsung sedikit hilang karena perhatian kedua orang tuanya. Putri Bella hidup bahagia setiap harinya.
Seperti hari ini putri Bella dan Raja Rongya sedang bejalan menuju taman.
Raja Rongya : putriku sekarang apa yang kamu inginkan ?
Putri Bella : ayahanda, sewaktu aku kecil aku tak pernah sekalipun di gendong olehmu..
Raja Rongya : maksudmu, kamu ingin di gendong ayah ?
Putri Bella : iyaaa kalo boleh..
Raja Rongya lalu membalikan tubuhnya dan sedikit berjongkok, " kemarilah, ayoo naik ....
Mata Putri Bella berkilat dia langsung senang ," asyiiiiik " teriaknya..
Raja Rongya menggendong putri Bella dengan sedikit berlari tampak raut wajah ayah dan anak itu sangat bahagia.
Terdengar suara keras tertawa mereka, sampai pengawal dan dayang istana ikut merasa bahagia melihat raja dan putrinya tertawa riang.
Tak berapa lama ratu Mia datang membawa cemilan dan air minum untuk suami dan putrinya.
Ratu Mia : kanda .. berhentilah, ayoo kemari aku membawa cemilan untuk kalian.
__ADS_1
Raja Ronya langsung datang kepada istrinya, " dinda, mengapa kemari ?"
Ratu Mia : tentu saja ingin mencegah kanda jangan berlama lama menggendong putri kita, karena dinda takut kamu lelah.
Putri Bella , turun dari gendongan ayahnya, dan raja Rongya duduk di samping istrinya. Putri Bella : yaaa ibunda padahal kita lagi seru, apa jangan jangan ibunda cemburu karena saya di gendong ayahanda ?"
Jleb ratu Mia memerah wajahnya mendengar ucapan putrinya.
Raja Rongya tersenyum melihat mimik wajah istrinya. Dia lalu mengambil minuman yang disediakan oleh istrinya setelah meneguknya dia lalu bangkit, dan tubuhnya sedikit di bungkukkan, " ayoo naiklah istriku" ..
Wajah Ratu mia semakin memerah," kanda saya tidak berniat ingin di gendong"
Raja Rongya : naiklah ..
Akhirnya ratu Mia mau di gendong suaminya, berbeda dengan putri Bella, kali ini raja Rongya menggendong istrinya berjalan dengan perlahan..
Ratu Mia : kanda mungkin sebaiknya turunkan aku, aku malu sama putri kita.
Raja Rongya : nikmatilah sayang... mungkin dengan cara ini aku bisa menebus kesalahanku pada kalian berdua, dengan mata berkaca kaca mengingat telah menyia nyiakan istri dan putri kandungnya.
Hari hari keluarga raja Rongya di penuhi dengan kebahagiaan.
Saat acara keluarga berkumpul istrinya terlihat pucat, raja sangat khawatir melihat istrinya.
__ADS_1
Raja Rongya : sayang mengapa wajahmu pucat begitu?
Ratu Mia : tida apa apa kanda hanya kurang beristirahat.
Raja Rongya lalu menyuruh maemanggilkan tabib, tabib dengan cepat datang dan memeriksa denyut ratu Mia..
Tabib : selamat yang mulia, tuan ratu hamil dan usia kandungannya di 12 minggu.
Raja Rongya : apaa ? aaaaah senangnya terimakasih istriku...
Tabib : dan kabar gembira lagi yang mulia..
Raja Rongya : katakan tabib..
Tabib : dari denyut nadi yang sangat kuat kemungkinan anak yang ada dalam kandungan tuan ratu adalah laki laki...
Raja Rongya : apaa .... aaah sungguh hadiah teristimewa dari istriku. Terima kasih tabib, perdana mentri tolong perintahkan kepada para pengawal untuk memberikan beberapa permen kepada seluruh rakyat negri angin sebagai rasa bahagiaku mendapatkan anugrah kehamilan anak laki laki.
Putri Bella langsung memeluk ayah dan ibunya karena sangat bahagia mendapatkan adik laki laki, dengan demikian raja Rongya tidak akan perlu lagi mencari selir untuk mendapatkan anak laki laki.
Setelah rakyat mendengar Ratu Mia akan melahirkan penerus tahta kerajaan Angin rakyat ikut bahagia, mereka merayakan dengan mengadakan pawai yang meriah di sepanjang jalan.
Putri Bella sangat terharu akan kecintaan rakyat negri angin yang begitu cinta pada orang tuanya.
__ADS_1
lama lama Amelia yang kini jiwanya berada di tubuh putri Bella menjadi tak ingin kembali ke dunianya.
Jangan lupa like dan comentnya...