
Keesokan harinya putri Bella menemui kakaknya Rafael, dia mengutarakan maksud dan tujuannya.
Dengan penuh semangat merayu pangeran Rafael agar mau di jodohkan dengan keluarga toko sebelah.
Bella : ayoolah kak, bertemu 1x aja, kalo cocok kakak terima, kalo tidak cocok jangan di terima.
Rafael : aku tak mau adik...
Bella : ayolah memasang wajah imut yang memelas
Rafael menarik napas panjang, " hmmm baiklah, ayoo kita bertemu sekarang.
Bella : asyiiiik sambil memeluk kakaknya, " makasih kakakku".... yeees misi berhasil ucapnya dalam hati seakan atinya berjingkrak jingkrak.
Pangeran Rafael terkekeh, dia tahu kalo adiknya menginginkan sesuatu pasti akan selalu gigih merayunya.
Merekapun berjalan menuju undangan pertemuan dari toko sebelah obatnya.
Rafael : jadi kita akan bertemu dimana? tanyanya dengan penuh cemas.
Bella : di rumah makan kesukaanku, sambil tersenyum dan memasang wajah imutnya lagi, membuat pangeran Rafael tak bisa berbuat apa apa.
Rafael : heeeyy kenapa rumah makan kesukaanmu ? Bukankah saat ini aku yang akan di jodohkan ?
__ADS_1
Bella : hahaha ayoolah kak, sekali ini saja aku jadi untung, demi adikmu dan keponakanmu. Yang imut dan lucu ini sambil terkekeh.
Rafael : aaah sial, aku selalu tak bedaya bila kau menyebutkan keponakanku. sambil memasang wajah kesal.
Merekapun terkekeh, sambil berjalan, pangeran Rafael tangannya sangat sibuk, 1 menggendong pangeran William, tangan satu lagi melindungi putri Bella.
Bila orang yang tidak tahu, mereka akan mengira adalah sepasang suami istri yang bahagia. Tampak mereka sangat saling melindungi satu sama lain.
Sampai di rumah makan, terlihat seorang pria yang sudah berumur menunggu putri Bella dan Pangeran Rafael.
Bella : maafkan kami tuan, kami datang terlambat. Sambil membungkukkan badan diiringi Pangerqn Rafael.
Tuan : aaah sama sekali tidak terlambat, aku yang terlalu semangat ingin menemui kalian, silahkan duduk.
Rafael : loh.. bukankah tuan adalah tuan Galih dari perdana mentri dari distrik militer ?
Tuan galih kan ? Maafkan kalo hamba kurang sopan...
Tuan Galih : hahahaha pangeran terlalu sungkan, jabatanku sudah di gantikan oleh anakku Harim, aku hanya seorang rakyat biasa.
Tuan Galih dan anaknya Harim adalah pejabat yang sederhana, dia tidak pernah angkuh, dan sombong, padahal distrik militer adalah kekuatan kerajaan negri Sutra.
Rafael : setahu saya, dan ayahanda cucu tuan tidak ada seorang putri. Makanya ayahanda tidak menjodohkanku dengan keluarga tuan, dengan penuh tanya.
__ADS_1
Tuan Galih : betul itu kesalahan keluarga kami, menyembunyikan identitas cucuku yang seorang wanita, karena kami takut akan keselamatannya.
Rafael : kalo begitu saya menjadi paham, oooh iya dimana putri tuan Harim?
Tuan Galih : hehehehe baiklah aku akan memanggilnya, Rista kemarilah..
Tampak seorang gadis cantik, namun terlihat tomboy datang menemui kakeknya.
Rista : salam Pangeran Rafael, putri Bella...sambil sedikit membungkuk,terlihat sopan dan elegan terpancar dari tubuh Rista.
Pangeran Rafael sedikit terpana akan kecantikan putri Rista.
Bella : tuan galih, sebaiknya kita melihat toko lamamu, ayooo. Sambil menggendong pangeran William.
Tuan Galih seolah mengerti memberi ruang untuk pangeran Rafael dan putri Rista.
Rista : kakek, putri Bella, kalian mau kemana?
Bella : kami ada sedikit bisnis yang harus di selesaikan, kalian bicaralah lebih dekat, sebentar lagi kami akan datang kembali.
Pangeran Rafael dan Putri Rista memerah wajahnya, dia bingung harus mulai membicarakan apa. Mereka jadi kesal pada putri Bella dan kakek Galih yang meninggalkannya. Mereka hanya saling memandang dan menatap dengan kekikukannya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya..