
Setelah putri Bella menerima warisan dari pangeran Zeris. Keesokan harinya dia pamit untuk kembali ke kerajaan negri Angin.
Raja Rodias, ratu Laras mengantarkan putri Bella sampai gebang tak henti hentinya ratu Laras menangis di tinggal putri Bella.
Ratu Laras : anakku maafkan orang tua ini yang tak dapat melindungimu, sebagai ucapan terimakasihku ku berikan dua pengawal bayangan yang akan melindungimu dimanapun berada.
Putri Bella : terimakasih ibu, kebaikanmu akan ku ingat selalu. Kalian adalah orang tuaku juga, aku akan selalu mengingat kalian dimanapun berada.
Raja Rodias : sampaikan salamku pada ayahandamu, dan mohon maaf sedalam dalamnya karena tidak dapat melindungimu.
Putri Bella : baik ayah, akan ku sampaikan pada orangtuaku.
Putri Bella langsung memeluk calon mertuanya yang tidak jadi. " jaga kesehatan ayah dan ibu agar aku tak merasa khawatir"
Raja Rodias dan ratu Laras membalas pelukan putri Bella. " sayang jangan pernah lupa kami orang tuamu juga , pintu kami terbuka kalo kamu akan datang kenari"
Putri Bella : terimakasih ayah dan ibu, saya akan berkunjung di lain waktu, sambil bercucuran air mata tak sanggup melepas orang tua pangeran Zeris.
Putri Bella naik ke kereta kuda, tiba tiba pangeran Deris berlari menghampirinya.
Pangeran Deris : putri Bella apakah kamu tidak akan pamit padaku ?
__ADS_1
Putri Bella turun dari kereta lalu memeluk pangeran Deris " adikku jaga kesehatan, dan titip ayah dan ibu " ucapnya sambil menahan tangisnya yang semakin menyesakan.
Pangeran Deris membalas pelukan putri Bella " baiklah, dimanapun kamu berada kamu harus hati hati, bila kita berjodoh kita akan bertemu lagi, Jaga kesehatanmu juga putri Bella "
Putri bella : terimakasih adikku, aku pamit pergi.
Pangeran Deris membantu putri Bella naik ke kereta kuda. Lalu kereta kuda berjalan meninggalkan istana kerajaan negri Topan.
Pangeran Deris : Bella jangan pernah kamu menganggap aku adikmu, karena aku menyukaimu sambil berlari lari mengejar putri Bella.
Putri Bella tidak mendengar ucapan pangeran Deris karena kereta kudanya sangat berisik dia membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya di jendela.
Putri Bella : apaaaa???
Putri Bella : apaaaa ???
Pangeran Deris berteriak lebih kencang " akuuuuu sukaa kamuuuu"
Putri Bella tetap tidak mendengar karena kasian pada pangeran Deris " dadaaaaaah" sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Pangeran Deris tersenyum, akhirnya dia bisa mengungkapkan isi hatinya.
Dia jatuh cinta pada putri Bella karena putri Bella rela dengan sabar menyembuhkan kakaknya pangeran Zeris.
Kadang dia merasa iri kepada kakaknya yang mendapatkan jodoh yang sangat baik hati.
Pangeran Deris menatap kepergian kereta kuda yang digunakan putri Bella sampai kereta itu tak terlihat.
Setelah kereta kuda yang di gunakan putri Bella tak terlihat, pangeran Deris kembali ke Istana dengan melihat wajah bingung kedua orang tuanya.
Raja Rodias : apa yang kamu ucapkan beanar ?
Pangeran Deris : ucapan apa ayahanda?
Raja Rodias : bahwa kamu menyukai putri Bella?
Pangeran Deris mukanya memerah, tanpa sadar kedua orang tuanya mendengar teriakannya." Benar ayahanda."
Raja Rodias tersenyum, " kalo kalian bejodoh aku tak akan melarangnya, tapi ingat di istana ini masih bahaya, kasihan kalo dia menjadi korban."
Pangeran Deris : saya mengerti ayah, aku juga tidak berani mengajaknya kemari melihat situasi istana di sini.
__ADS_1
Raja rodias merangkul anaknya agar dia tidak kecewa dengan keadaan.
Jangan lupa like dan comentnya.