Kejarlah ..... Putri

Kejarlah ..... Putri
Sebuah Keputusan


__ADS_3

Suara panah itu sangat keras terdengar di telinga Kaisar Ronald. Anak panah itu tepat menancap di punggung putri Bella, dan seketika itu dia tak sadarkan diri.


Kaisar Ronald langsung berteriak " tidaaaaaak.... Bella mengapa kamu bodoh.. hik hik hik kaisar kaisar Ronald tak henti hentinya menangis.


Teriakan kaisar Ronald langsung di dengar oleh pengawal bayangan, sebagian dengan cepat mencari si penembak panah. Dan sebagian pengawal bayangan menghampiri kaisar Ronald.


Ronald : amankan putraku !!, pengawal bayangan dengan cepat membawa pangeran William ke tempat aman.


Ronald : hik hik hik hik Bella kamu kenapa menyelamatkanku hik hik hik kamu jangan pernah tinggalkan aku lagi ... hik hik hik.


Karena mendengar laporan dari pengawal bayangan pangeran Daniel langsung melangkah cepat menuju taman dimana kaisar Ronald dan Putri Bella berada.


Daniel : kakak sebaiknya Bella di rawat dulu oleh tabib. Ucapnya sedikit panik, dia kaget putri Bella bisa menyelamatkan kaisar Ronald.


Tanpa tenaga kaisar Ronald menyerahkan putri Bella kepada pangeran Daniel. Dengan perasaan yang menggemuruh, pangeran Daniel Menerima tubuh putri Bella.


Daniel dengan cepat pergi menuju kamar perawatan yang sudah di tunggu oleh beberapa tabib.

__ADS_1


Para tabib terlihat cekatan mereka langsung dengan cepat melepaskan anak panah yan menancap tepat di punggung putri Bella.


Darahnya mengalir dengan deras, para tabib sangat cemas, karena aliran darah yang keluar tidak langsung berhenti. Keringat bercucuran karena takut dan panik.


Bila tidak langsung menghentikan pendarahan putri Bella maka putri Bella akan mati. Dan nyawa para tabib sudah berada di ambang kematian juga.


Tabib 1 : coba tolong carikan obat untuk menghentikan darah ini. Bukankah di sebelah toko obat, ucapnya bergetar eajahnya terlihat pucat.


Tabib 2 : baik saya akan mencari obat yang dapat menghentikan darah itu, dengan langkah lunglai menuju ke tempat toko obat milik putri Bella.


Dengan di bantu pegawai toko obat milik putri Bella akhirnya tabib itu meracik beberapa obat yang dapat menghentikan pendarahan putri Bella.


Dengan perasaan cemas dan berharap putri Bella bisa siuman para tabib selalu berdo'a dalam hati agar mereka bisa selamat.


Kaisar Ronald dan Pangeran Daniel tampak cemas, dia melihat para tabib itu seakan tak berdaya mengobatinya.


Ronalg : kalo kalian tidak bisa menyembuhkan istriku, jangan harap kalian dan seluruh keluarga kalian bisa hidup.

__ADS_1


Jleb semua tabib menjadi lemas, dia tahu menyelamatkan orang kerajaan adalah bagai buah simalakama. salah satu tabibpun bicara, " yang mulia kami hanya butuh waktu karena putri Bella telah banyak kehilangan darah," ucapnya gugup.


Walau para tabib sudah berusaha, namun sayang tubuh putri Bella tak bisa bekerja sama karena sudah terlalu banyak kehilangan darah, jiwanya melayang di udara dia mencari tubuhnya yang asli.


Yaa jiwa yang merasuki tubuh putri Bella adalah jiwa Amelia yang sedang terkapar di rumah sakit Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles.


Para dokter sudah angkat tangan karena tidak ada respon dari tubuh Amelia. Kedua orang tua Amelia menjadi pasrah.


Pa Wijaya dan ibu Rosa sangat terpukul larena anak satu satunya akan meninggalkan mereka.


Rosa : suamiku apa sebaiknya untuk terakhir kali Jody di beritahu bagaimanapun dia adalah suaminya.


Wijaya : baiklah aku akan menyuruh asistenku untuk memberitahukannya.


Kedua orang tua Amelia memberitahukan pada pihak di RS Ronald Reagan UCLA Medical Center, untuk sementara tidak mencabut peralatan rumah sakit yang menempel ditubuh Amelia sampai suaminya datang.


Author sekeluarga mengucapkan Minal Aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin bagi Readers yang merayakannya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Jangan lupa like dan comentnya..


__ADS_2