
Akhirnya putri Bella sampai di istana orang tuanya.
Raja Rongya dan ratu Mia sangat senang putrinya kembali, mereka membuat pesta penyambutan untuk kedatangan putrinya.
Raja Rongya : putriku selamat datang kembali ayah dan ibumu sangat merindukannya.
Putri Bella sedikit terharu atas penyambutan dirinya. " Terimakasih ayah, ibu ,"sambil satu persatu di peluknya.
Raja Ronya : baiklah beristirahatlah sayang, semoga kamu kembali bahagia.
Ratu Mia : putriku ibu akan menyusulmu nanti.
Putri Bella langsung mengganguk dan melangkah menuju kediamannya.
Raja Ronya : istriku, hiburlah putri kita. Jangan sampai dia larut dalam kesedihan.
Ratu Mia : baik suamiku, setelah acara penyambutan ini selesai saya akan menemuinya.
Setelah upacara penyambutan selesai ratu Mia langsung bergegas menemui putrinya.
Tampak putri Bella sedang melamun diatas tempat tidurnya.
Ratu Mia : sayang apa kamu masih sedih ?
Putri Bella : eeeh ibunda, maaf hamba tidak mendengar kedatanganmu.
__ADS_1
Ratu Mia: kemarilah, ibunda siap mendengarkan keluh kesahmu.
Putri Bella : ibunda... hik hik hik hik... pangeran Zeris hik hik hik hik..
Ratu Mia: tumpahkanlah sayang sampai bebanmu terasa ringan, sambil mengelus lembut punggung putrinya.
Putri Bella semakin menumpahkan tangisannya, ratu Mia dengan sabar mengelus lembut lagi punggung putrinya.
putri Bella : mengapa orang yang sangat menyayangiku begitu cepat pergi ibunda hik hik hik hik hik...
Ratu Mia ikut bersedih, sambil mengelus Ratu Mia hanya bisa mendengarkan curhatan putri Tercintanya.
Putri Bella : apa ibunda tahu, sebelum dia meninggal dia melamarku. Dia sangat romantis, mirip dengan pangeran yang selalu aku mimpikan hik hik hik hik...
Putri Bella : Dia juga yang merencanakan akan pernikahan yang indah untukku hik hik ....hik hik... tapi mengapa dia pergi meninggalkan ku ibunda hik hik.. hik hik...
Setelah di rasa cukup lama, ratu Mia mulai berbicara "apakah sudah terasa ringan sayang?"
Putri Bella memgangguk dia merasa senang ibunya ada di saat dia bersedih " makasih ibunda"
Ratu Mia menghapus air mata putrinya di pipi,
" sekarang kamu harus bisa bangkit dan menyongsong masa depanmu. Cukup pangeran Zeris yang dikenang di dalam hatimu. Dan ukir namanya di hatimu, bagaimanapun dia tidak akan tergantikan."
Putri Bella : baiklah ibunda, terimaksih atas dukungannya, sambil tak lepas memeluk dan mencium pipi ibunya.
__ADS_1
Tak berapa lama raja Rongya datang, dia terlihat bahagia melihat anak dan istrinya saling berpelukan.
Raja Rongya merasa bersalah pada ratu Mia dan putri Bella, selama ini dia di butakan oleh selir Jeni.
Setelah di selidiki lebih Lanjut, putri Nela dan putri Meta ternyata bukan anak kandungnya. Selama ini selir Nela telah memperdaya raja Rongya untuk mengabil posisi sebagai Ratu.
Selir Jeni melakukan dengan berbagai cara yang kotor hingga dalam sekejap raja Rongya bisa dikuasai.
Untunglah putri Bella cepat bertindak dengan mendandani ibunya menjadi cantik alami. Kalau tidak mungkin ayahnya akan selalu di pengaruhi oleh selir Jeni .
Raja Rongya : apa kamu sudah baikan putriku ?
Putri Bella dan ratu Mia langsung menatap dan memberi hormat.
Ratu Mia : kanda.. maaf kami tidak mendengarmu.
Raja Rongya : kemarilah putriku, sambil merentangkan tangannya.
Putri Bella langsung memeluk ayahnya dan menumpahkan kesedihannya." ayahanda hik hik...hik hik... terimakasih... meluangkan waktu untukku.
Raja Rongya mengusap lembut rambut putrinya " sudahlah, kamu jangan bersedih lagi, disini ada ayah dan ibundamu yang akan selalu bersamamu.
Putri Bella merasa bahagia kedua orang tuanya sangat menyayanginya.
Jangan lupa like dan comentnya...
__ADS_1