
Kaisar Ronald menatap lekat wajah anaknya, dia lalu menggendong anak kecil itu, lalu menempatkannya dipangkuannya. Dengan penuh kasih dan kesabaran dia membagikan ilmu pengetahuannya.
Ronald : jadi burung Rajawali itu adalah burung besar yang menjadi pemangsa binatang kecil, menjelaskannya dengan perlahan agar anak kecil yang di pangkunya paham dan mengerti.
Pangeran William matanya berbinar dan kagum lalu dia memeluk leher kaisar Ronald, " apakah akan berbahaya kalau aku pelihara?" tanyanya dengan keimutan William.
Kaisar Ronald tiba tiba hatinya menjadi tentram saat anak yang di pangku itu tangannya merangkul lehernya. " kalo di pelihara dari kecil olehmu sepertinya tidak, dia akan jadi binatang penurut asal di latih olehmu.
Pangeran William : paman kamu hebat sangat tahu semua itu, apa kamu pernah mempunyai binatang peliharaan ?
Ronald tersenyum," dulu aku tidak seberani dirimu, aku hanya memelihara seekor kelinci saja, jawabnya lembut.
Mata pangeran William membesar dia menatap kaisar Ronald ," aaah sepertinya kelinci sangat imut, mom pernah cerita padaku kalo kelinci itu lucu, berarti paman waktu kecil sangat lucu hehehhee
Kaisar Ronald tersenyum bahagia mendengar celoteh anaknya.
Dia lalu memeluk anaknya dan berdiri sambil menggendongnya ," sayang tunjukan jalan rumahmu, aku akan mengantarmu pulang." ucap kaisar Ronald.
Pangeran Daniel terkejut melihat tingkah kakaknya, dia melihat kakaknya sangat bahagia, tak pernah dia melihat perubahan lembut pada kakaknya yang ada hanya wajah dingin dan angker.
Ronald : Daniel tolong urus binatang peliharaannya, titahnya tegas.
Pangeran Daniel tersenyum, dia mengangguk.
__ADS_1
Melihat binatang peliharaan William dia merasa geli, kaki anak ungas itu di ikat tali besar tidak seimbang dengan binatang peliharaannya.
Pangeran William menunjukan jalan menuju rumahnya, dia langsung mengajak kaisar Ronald dan pangeran Daniel langsung ke halaman belakang.
Terlihat putri Bella sedang menjemur ramuan obatnya. Jleb hati kaisar merasa dag dig dug ini adalah pertama kalinya bertemu setelah 3 tahun lebih istrinya menghilang.
Ingin rasanya berlari dan memeluk istrinya yang sudah lama tak tersentuh. Tangannya bergetar menahan kuat untuk memeluk istrinya.
Air matanya sedikit menetes karena bahagia bertemu dengan pujaan hatinya.
Pangeran William langsung turun dari gendongan kaisar Ronald lalu dia berlari menuju ibunya.
William : mom.. sambir berdiri tepat di belakang tubuh ibunya.
William : ternyata Ronald itu bukan seekor anak ayam, tapi seekor anak elang...
Bella : ooh yaa ? Kalo begitu ganti namanya sayang, kalo memang dia seekor anak elang, dengan wajah masih belum menoleh kebelakang.
Wiliam : kemarin mom hanya memberi 2 nama, jody dan Ronald, jadi nama apa yang bagus ?
Bella : karena ini seekor anak elang, gimana kalo namanya Zeris, ato Brian. Karena nama itu cocok dan sangat gagah buat anak elang itu...
Kalo dia seekor anak ayam nama yang pantas hanya Jody dan Ronald. Ucapnya tegas.
__ADS_1
Kaisar Ronald yang mendengar wajahnya merah menahan amarah, tangannya di kepal. Jadi yang pernah menyakitimu, aku dan Jody ?? Lalu siapa Zeris ? Kalo Brian adalah nama adiknya. Ucap kaisar Ronald dalam hati penuh rasa kesal.
Banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan pada istrinya.
Sementara pangeran Daniel hanya terkekeh kecil nyaris tak terdengar oleh siapapun, saat mendengar pembicaraan putri Bella dan anaknya.
William : mengapa Jody dan Ronald hanya pantas buat anak ayam mom ?
Bella : karena kalo sudah besar mereka pantas untuk jadi santapan.
Pangeran William menangis " hik ... hik... mom aku tak mau menyantap peliharaanku hik.. hik.. hik... hatinya sangat sedih, dia tak bisa membayangkan peliharaannya akan di masak ibunya.
Putri Bella terkejut anaknya menagis dia lalu membalikkan badannya, dia tambah terkejut lagi melihat pangeran Daniel dan Kaisar Ronald ada di belakangnya dari tadi, dia menarik napas lalu dia menggendong dan memeluk anaknya.
Cup
Cup
Putri Bella mengecup kedua mata anaknya
" sayang .. maafkan mom, mom berjanji tidak akan menyantap binatang peliharaanmu.
Pangeran William memeluk ibunya erat, putri Bella mengelus lembut punggung anaknya, dia merasa menyesal telah membuat sedih buah hatinya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya..