
Sekarang rumah putri Bella menjadi berwarna, banyak keceriaan anaknya yang selalu membuat putri Bella tersenyum.
Saat sarapan pagi, mereka berkumpul makan bersama.
William : ayah bolehkah aku ikut denganmu bekerja?
Andreas : kalau ibumu setuju aku akan mengajakmu, nanti akan ku perkenalkan kau dengan nenek.
William : apa dia baik ayah ? dengan tampang penuh penasaran.
Andreas : tentu saja dia baik, dia sangat sayang pada anak kecil, apalagi melihat anak ayah yang baik dan lucu pasti nenek akan bangun dari tempat tidurnya.
Putri bella sedikit terkejut akan ucapan andreas kalo neneknya sakit.
" sakit apa nenekmu ?"
Andreas : entahlah mungkin karena sudah tua juga jadi dia sakit, terakhir dia terjatuh dan tak bisa bangun lagi.
Bella : apa boleh saya ikut bersamamu juga ? ucapnya penuh harap diajak Andreas.
Andreas : tentu saja, dengan senang hati, bagaimana kalo besok kitq pergi dan agar lebih cepat bagaimana kalo kita pergi dengan ilmu terbangku ?
Putri Bella : sungguh kita bisa terbang? hatinya berbunga, di jaman modern dia terbiasa pergi dengan pesaway terbang.
__ADS_1
Andreas : heyy kamu senang sekali aku mengajakmu terbang ? dahinya sedikit berkerut karena penasaran.
Putri Bella hanya tersenyum malu, namun Andreas sangat senang dia pasti akan dekat dengan Bella.
Bella : baiklqh aku akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk esok hari.
Keesokan harinya mereka setelah menyiapkan perbekalan secukupnya, Andreas langsung membawanya melesat pergi menuju kerajaan negri Niji.
Untung saja kedua kakak angkatnya sedang sibuk, Rafael sedang berada di rumah keluarga mertuanya biasanya akan tinggal beberapa bulan.
Sedangkan kakak keduanya Thomas sedang sibuk di luar kota. Kalo kedua kakanya ada di dekat Putri Bella dan pangeran William pasti mereka tidak akan mengijinkannya.
Putri Bella dan pangeran William sangat menikmati terbang bersama Andreas, dia terpukau dengan keindahan alam saat melihat dari atas.
Tangan satu menggendong William dan tangan satunya memeluk erat pinggang Bella agar tidak terjatuh.
Setelah sampai di kerajaan negri Niji, mereka di sambut baik oleh pejabat dan penghuni istana lainnya.
Mereka sangat hormat pada Kaisar Andreas, dan pastinya mereka juga akan menghormati penuh putri Bella dan pangeran William.
William : woooow ayah hebat, tempat kerja ayah sangat bagus.
Para pejabat terkejut mendengar kaisar Andreas di panggil Ayah oleh anak kecil.
__ADS_1
Salah satu pejabat langsung berteriak kencang.
" panjang umur paduka, panjang umur pangeran, panjang umur permasuri, kami menyambutmu dan kami berbahagia,"
Semua pejabat langsung menirukan kata kata sesuai yang di ucapkan pejabat awal tadi.
Kaisar Andreas tersenyum, " baiklah saya perkenalkan ini dalah pangeran William anakku dan ini adalah ibunya pangeran William bernama Putri Bella.
" Terimakasih pada semua pejabat dan penghuni istana atas sambutan yang telah kalian berikan pada kami. Saya mohon kalian kembalilah ketempat masing masing." ucap Andreas yang menjadi kaisar di kerajaan negri Niji.
Tanpa di suruh dua kali mereka langsung bubar di istana utama kaisar, mereka melangkah ke luar menuju tempat kerja mereka sambil membicarakan rasa bahagia akan munculnya keturunan kaisar Andreas.
Andreas : pasti kalian capai, mari saya antar kalian ke tempat istirahat, sambil menggendong William dengan penuh kasih sayang, dan putri Bella mengikutinya.
Kasim yang dari tadi terbengong karena berita bahagia langsung tersadar, dia lalu mengikuti langkah kaisar Andreas.
Kasim : yang mulia, istana mawar sudah di persiapkan untuk permasuri dan pangeran.
Andreas : terimakasih tuan, tolong bantu beberapa pelayan untuk melayani pangeran dan ibunya, ucapnya penuh ketegasan pada kasim istana.
Kasim : baik yang mulia... dengan suara bergetar dan rasa bahagia yang tiada tara karena Kaisar sudah membawa keturunan.
Jangan lupa like dan comentnya..
__ADS_1