KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Keluarga idaman


__ADS_3

Tiga belas tahun telah berlalu, setelah kejadian salah paham karena ulah nek encim.


Audy marah besar pada nek encim yang seenaknya mengatakan Nirmala sudah meningal, padahal nirmala masih hidup dan melahirkan secara normal meski bayi nya kembar tiga.


Nek encim dipulangkan kedesa setelah Josep mencarikan suami untuk Erna, dan istri untuk Paijo.


Kini Hidup Audy dan Josep semakin semarak dengan kehadiran anak anak Nirmala dan aki Rahmat yang berjumlah tujuh orang.


"Mala" kenapa sih nama anak kamu nggak diganti yang lebih elite dikit. ya kali anak kamu cantik dan tampan, tapi sekali dikasih nama. NaNo,Nina,Nino. apa nggak ada daftar nama yang lebih keren. protes Audy.


Biar gampang diingat sama di ucapin ma. jawab Nirmala cuek..


ini lagi yang di bawah..Akbar, Akmal, Aksa..


mending si bungsu akia Selfia Rahmat ..yang lain singkat padat kaya kue cucur aja. omel Audy.


Mereka aja nggak protes, kenapa mama yang protes.. jawab Nirmala.


ya proteslah masa nama cucu mama kamu kasih asal gitu..


Nggak asal ya ma..Mala bikin nama sampai motong sapi demi sebuah nama..lagian anak anak Mala kenapa mama yang ribet sih.


"Udah sayang, yang penting mereka sehat dan pintar..lerai Josep yang mengendong anak bungsu Nirmala.


"Bukan begitu mas, lihat itu si bungsu setiap malam ngitungin bintang entah mau di jadikan apa, si sulung wajah sama sikapnya juga kaya kulkas tiga pintu. yang nomor dua sikapnya acuh tapi kalau ngomong nyelengkit sampai ke sumsum..


si Nino kerjaan nya ngadu aja..pusing mama. omel Audy


Yang penting anak Mala genius ma. jawab Nirmala dengan bangga..


"MAmi Mala" kak Nino gonceng cewek pake sepeda kak Nina.. teriak Nino dari arah samping.


Mami Mala kak Nina main surat suratan sama tetangga sebelah. kembali Nino mengadu..


Apa mama bilang, si Nino emang suka ngadu kan.. ucap Audy yang asik memakan cemilan.


"Abang!" teriak Nirmala .


Aki Rahmat yang sedang asik guling guling dikasur tersentak kaget, mendengar teriakan istrinya. dengan langkah seribu aki Rahmat berlari mendekati istrinya.


"Iya sayang, ada apa?"tanya Aki Rahmat.

__ADS_1


Gembok pintu gerbang.. suruh Nina sama nano masuk pusing Mala sama tingakah mereka berdua..


"Tapi sayang.!


Kalau Abang nggak nurutin permintaan Mala. jatah sebulan di tunda tau depan. ancam Nirmala.


Aki Rahmat langsung berlari menuju pintu depan dan mencari anak anak nya dijalan.


Nano, Nina ayo pulang. mami kalian ngamuk ucap aki Rahmat dengan menyeret anak anaknya kembali kerumah.


Setelah mengembok pintu gerbang, aki Rahmat langsung menyerahkan kedua anaknya pada sang istri.


kalian ngapain didepan? tanya Nirmala dengan wajah garangnya.


Nina cuma ngasih surat panggilan dari guru sama James mi..karena dia nggak masuk sekolah selama lima hari. jawab Nina.


Nino tadi disuruh papi aki beli rokok mi, dijalan ada teman Nina yang terkilir, jadi Nano bantuin antar pake sepeda Nina.. jawab nano.


Nirmala langsung menarik telinga Nino yang sudah su'uzon pada Kaka kembarnya.


"Ampun mi,Nino kan disuruh oma Audy untuk mata matain semua saudara Nino. Jerit nino membuka rahasia Audy.


Mama apa an sih, ya kali Nino di suruh mata matain saudaranya..omel Nirmala.


"Mami Mala, besok besok akbar nggak mau ya kalau di satukan kelasnya sama Anto. bisa gila nanti Akbar adu Akbar anak keempat Nirmala.


"Emang kenapa?tanya Nirmala heran.


Masa disuruh bikin cerita rakyat tentang dongeng raksasa, yang diceritakan nya malah bapaknya.. disuruh ngitung yang dibilang cangkulan bapaknya disawah yang dihitung. Akbar pusing mi..jelasin nya..keluh Akbar.


Maksudnya gimana sih Mala,ko mama gagal paham..?ucap Audy.


Tolong panggilkan Anto kesini Nina!"perintah Nirmala pada putrinya.


"Baik mi!"jawab Nina..


Anto kamu di pangil mami!"kata Nina.


Anto berjalan menuju ruang keluarga dengan menundukan wajahnya.


Anto bisa kamu jelaskan apa maksud Akbar tentang raksasa dan berhitung itu?" tanya Nirmala dengan wajah lembut penuh sikap keibuan.

__ADS_1


"Anu mbak, Didesa Anto Ndak pernah lihat Raksasa yang bisa makan orang..sementara Bu guru suruh bikin cerita tentang raksasa.


Anto bingung..Di desa bapak Anto di juluki Raksasa sama warga karena kulit bapak Anto hitam seperti kuali gosong.. Jadi ya Anto bilang saja bapak Anto raksasa yang bisa makan orang ..soalnya Anto pernah denger ibu jerit jerit pas malam. kata nek encim ibu lagi dimakan bapak. Anto nggak salah kan mbak?" tanya Anto dengan wajah takut..


Kamu nggak salah ko, yang salah nenek kamu yang nggak waras. omel Nirmala kesal.


Terus masalah hitungan sama cangkul itu gimana..kembali Nirmala bertanya dengan menahan sabar.


Bu guru nanya dua puluh dikali lima di tambah tujuh berapa..Anto sulit ngitungnya.


di desa Anto nggak naik naik juga karena disuruh ngitung terus sama guru..kata nenek kalau Anto sulit ngitung Anto disuruh ngikutin bapak ke sawah Anto harus hitung berapa kali bapak nyangkul terus disambung dengan canhkulan bapak di sawah sebelahnya.. jadi Anto jawab aja Seratus tujuh..mbak Anto benarkan? tanya Anto.


Iya jawaban kamu bener ko.. hibur Nirmala dengan tatapan iba nya.


Dasar nek encim emang sarap, ngasih saran yang nggak nggak. gimana cucunya mau pintar..gumam Nirmala dalam hati.


"Anto-Anto, kamu kalau makan dikasih apa sih? tanya Aksa penasaran.


Pagi sarapan ubi rebus ,sore kalau nenek malas masak ya makan ubi rebus lagi. jawab Anto polos..


Nek encim emang nggak kreatif..pantesan tubuhmu ceking tapi perut mu buncit..kebanyakan makan ubi rebus pasti.


kata Nino sambil mengelengkan kepalanya.


Iya barang kali ya Nino, setiap hari aku Ndak pernah dibekali uang kaya kamu, aku cuma dikasih ubi rebus sisa semalam yang nggak habis.. jawab Anto dengan senyum polosnya.


Nek encim emang perlu dikasih pelajaran Mala biar dia sadar.. bisik Audy yang masih menyimpan kesal pada nek encim.


Iya mah ntar Mala telfon dia.. ucap Nirmala yang menatap Anto dengan rasa iba.


Halo nek encim, ini Mala.. ucap Nirmala.


"Ada apa Mala?"kamu mau minta nenek kesana lagi!" nenek nggak Sudi ketemu sama Audy.


Mala nggak minta nenek kesini, Mala cuma mau nenek berubah jangan pelit bin kikir sama cucu sendiri.. dan jangan kasih pelajaran sesat sama cucu, kasihan mereka jadi bahan tertawaan teman temanya disekolah.. omel Nirmala.


Suka suka aku lah, dasar si Anto anak nya bodoh. Nurun dari bapaknya raksasa Keling..jadi wajar kalau dia bodoh.. ucap nek encim.


Dia nggak bodoh nek, tapi nenek yang ngajarin dia nggak becus..dengan penuh emosi Nirmala memarahi nek encim


Nggak usah nelfon lagi kalau cuma mau ceramah bikin telingaku sakit aja..ucap nek encim langsung mematikan sambungan telfon mereka.

__ADS_1


"Udahlah Mala,percuma ngomong sama nek encim bikin darah kita naik. paham nggak bawel iya..gerutu Audy yang langsung pergi meninggalkan ruang keluarga.


__ADS_2