KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Membeli rumah baru


__ADS_3

Nek Encim begitu sibuk mengatur rumahnya dengan berbagai pajangan dan hiasan dinding di bantu nek Inayah. sementara Nirmala hanya sibuk melototi anak anaknya yang nakal dan konyol itu agar tak membuat ulah.


Rumahnya lumayan besar ya Nek kamarnya aja ada empat kata Nirmala. sambil membantu menyusun berbagai barang di dapur agar terlihat rapi dan enak dipandang mata.


"Iya Mala, nenek juga nggak nyangka jika rumahnya besar dan luas. padahal dari depan kayanya kecil dan sempit ya..kata nek Encim.


"Tapi sayang, mas Bimo belum juga pulang karena disana terdapat kendala!" kata nek Encim dengan wajah terlihat sedih.


"Ya nggak apa apa lah nek, kan biar nenek punya waktu untuk mempercantik diri agar terlihat muda, biar suami nenek nggak ngelirik janda genit sebelah rumah.! jawab Nirmala menakut nakuti nek Encim.


"Emang janda sebelah genit ya Mala?" tanya nek Encim dengan wajah terlihat takut.


"Begitulah! suami Mala aja pernah digodain sama dia..kakek Mala juga..! kalau nenek nggak percaya silahkan tanya nek Inayah. kata Nirmala mulai memprokasi nek Encim.


Awas aja kalau dia berani godain suami ku. akan ku buat dia jadi pecel belut!" oceh nek Encim dengan wajah menahan marah.


"Haaah" emang ada pecel belut nek, bukan nya yang ada dijual orang pecak lele..?tanya Nirmala bingung.


Adalah kalau dibikin!" jawab nek Encim dengan wajah sewotnya, karena membayangkan janda sebelah rumah yang berusaha menggoda suami berondong nya.


"Mala udah, jangan ngeledek nenek mu lagi. nanti sifat eror nya muncul..bisik nek Inayah ditelinga Nirmala.

__ADS_1


Nirmala hanya memasang tampang bodoh dihadapan nek Encim yang sedang mode sengol bacok.


Disaat mereka tengah sibuk berberes.


"Asalamualaikum..! terdengar suara Bimo dan pak Josep serta Audy dari luar rumah.


Dengan langkah cepat nek Encim berlari kearah luar sambil menjawab salam orang didepan diikuti Nirmala dan Nek Inayah.


Nek Encim langsung memeluk Bimo dengan erat seakan akan tidak mau lepas lagi.


Audy dan Nirmala menatap mereka dengan pandangan cengo.


"Masuk dulu, baru kangen kangenan. tegur nek Inayah dengan senyum terlihat meledek nek Encim.


Setelah tiba didalam rumah.


Kenapa baru pulang sekarang sih? aku kan capek beres beres rumah ini sendirian.! kata nek Encim dengan manja pada Bimo .


"Maaf" pesawatnya ditunda keberangkatannya, jadi kami baru bisa pulang sekarang..kata Bimo dengan sabar.


Dasar Encim sialan, kalau ngadu tangung tangung. emang kita ini dianggap apa selama membantu dia dia disini tadi. dumel nek Inayah dalam hati.

__ADS_1


Nenek suka berlebihan kalau ngomong. seperti orang habis di aniYaya aja, padahal sejak tadi pagi Mala sama nek Inayah udah keluar keringat jagung ngebantu nek Encim. ko nggak disebutin sih!" protes nirmala yang terlihat kesal.


"Ya maaf Mala!"soalnya nenek kan lagi senang, jadi lupa sama semuanya.. jawab nek Encim membela diri.


Bagus Mala serang aja terus si nenek lidah buaya ini, biar dia kapok. ucap nek Inayah dalam hati.


Nek Encim emang payah. giliran senang lupa sama kita, tapi kalau susah kita yang dijadikan tamengnya, emang nggak solid banget sama keluarga..kita pulang aja ya nek Inayah dari pada cuma di anggap angin tak sedap..oceh Nirmala langsung berdiri diikuti Audy dan nek Inayah..


Sebelum tiba diluar pintu Nirmala langsung berteriak pada nek Encim yang sedang mode bermanja-manja pada suami berondong nya.


Nek awas aja kalau ntar tulang geser lagi jangan cari kita ya..ancam Nirmala yang langsung berlari keluar rumah nek Encim.


"Eyang" jangan mesra mesraan depan bocil seperti kami, nanti kualat masuk kolam ulat keket.. omel Nino yang baru keluar dari belakang rumah.


"Iya nih eyang Encim, nggak sadar umur. udah tua masih aja kaya bocil pake pangkuan di paha om Bimo. nggak ada akhlak emang!" oceh Akbar menimpali ucapan kakanya.


"Kita pulang aja yuk..!mami juga udah pulang. dari pada disini kenyang enggak, dapat dosa iya. celetuk Nina dengan menarik tangan adik adiknya.


"Eyang- eyang!"kalau mau manja lihat tempat dong, ingat dosa juga, biar nggak malu maluin kita.. kata Aksa ikut ikutan memvonis nek Encim.


Kalian berisik. pulang sana, induk kalian udah nunggu omel nek Encim dengan wajah menahan malu.

__ADS_1


Udah salah malah kita yang kena marah. emang Eyang guru yang sesat..jawab Akmal sambil berlari kearah luar pintu.


__ADS_2