
Mala merasa pusing dengan tuntutan dari nek Encim yang selalu aneh aneh. kemarin pengen hamil, sekarang pengen periksa kandungan, yang bikin Nirmala bingung nek Encim malah maksa ke dukun beranak bukanya ke bidan.
"Mala"ayo cepetan nanti dukun beranak nya pergi.! omel nek Encim yang terus menarik tangan Nirmala.
Sabar bentar bisa kan nek, Mala harus ngasih tau mama sama nek Inayah dulu, habis itu baru kita pergi lagian fatar juga belum datang ucap Nirmala.
Nek encim terpaksa menurut dan duduk di teras rumah nek Inayah, tanpa berani masuk kedalam karena takut di kasih wejangan gratis sama nek Inayah.
"Mala ko lama banget sih? keluh nek Encim
"Nek" malanya mana?" tanya fatar yang baru datang.
"Lagi didalam, ko kamu bawa anakmu?" tanya nek encim heran..
Iya nek kasian ibunya kan lagi hamil, jadi ya fatar bawa aja.. jawab fatar yang terlihat tenang.
"Ayo nek"kata Nirmala yang sudah siap dengan dandanan natural tapi tetap cantik.
Nirmala memangku anak fatar yang baru berusia setahun setengah..sementara nek encim selalu melirik kearah Nirmala dengan tatapan iri nya.
Nenek kenapa sih, sejak tadi ko gitu banget natap Mala?. tanya Nirmala yang merasa risih ditatap sedemikian oleh nek Encim.
"Nggak apa apa.nenek hanya iri sama kecantikan kamu, hidung kamu mancung banget seperti artis katrina Kaif, tinggi semampai, tubuh ideal meski sudah punya enam orang anak..sementara nenek hidung mancung tapi kedalam, kulit keriput, wajah biasa biasa aja..mana ada orang percaya kalau kamu cucu nenek!" keluh nek encim yang langsung menundukan wajahnya .
"Ya wajarlah nek, Mala kan cucu kandung nek Inayah.. sementara sama nek Encim Mala kan cuman cucu sambung!" mana bisa sama apalagi mirip. Mestinya nenek bersyukur diberi kesehatan dan tubuh sempurna tanpa cacat sama sekali.. kalau masalah hidung yang penting kan nenek masih bisa bernafas meski hidung nenek nggak mancung hibur Nirmala .
iya Mala kamu bener juga!" ucap nek encim dengan wajah yang kembali berbinar bahagia.
Tiba di desa tempat dukun beranak itu berada nek Encim langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah si dukun beranak dengan langkah mantap. Nirmala dan fatar menyusulnya dari belakang.
"Mala" apa nggak salah nek encim berobat kedukun beranak? tanya fatar
__ADS_1
Aku juga nggak tau fatar, nek encim kan emang aneh bin ajaib pemikirannya..jawab Nirmala yang langsung duduk di kursi bambu teras rumah.
Tooook...tooook..asalamualaikum
Wasalaikum salam..
"Ada apa ya? tanya seorang perempuan setengah baya.
Begini nama saya encim, bisa nggak kita masuk dulu ada yang inggin saya bicarakan ucap nek Encim sambil menatap kesekiling perkarangan.
"Oh iya mari silahkan masuk.! ajak perempuan itu pada Nirmala fatar dan nek encim.
Tiba didalam rumah nek Encim langsung mengutarakan maksud kedatangan nya ketempat itu.
Jadi maksud mbak yu kemari inggin berobat agar punya anak...ucap perempuan setengah baya itu.
.
"Nama saya Encim bukan yu..ucap nek encim pada dukun beranak itu.
Seharusnya sebagai dukun beranak kamu bisa bantuin orang agar bisa segera punya anak, kenapa cuma bisa membantu orang beranak aja.!jawab nek Encim yang keras kepala.
Tapi saya beneran tidak bisa membantu mbak encim untuk punya anak, kenapa nggak minta sama suaminya aja agar cepat punya anak? tanya dukun beranak itu.
Karena saya sudah tua, makanya nggak bisa punya anak, tolonglah saya benar benar inggin punya anak, saya takut nanti suami saya cari perempuan lain!.ucap nek Encim dengan menghiba.
Dukun beranak itu jadi bingung karena tidak tau harus melakukan apa agar tamunya yang sudah sadar jika tua, dan tidak akan bisa punya anak lagi tapi masih maksa inggin punya anak.
Ya sudah ibu berbaring aja diatas dipan itu. biar saya urut perut ibu siapa tau peranakan nya letaknya kurang bagus!"ucap dukun beranak itu.
Nek encim buru buru berbaring di dipan bambu tanpa perduli dengan tatapan heran Nirmala dan fatar.
__ADS_1
Nyaris dua jam perut nek Encim di urut sama dukun itu, hingga akhirnya setelah selesai nek encim langsung muntah muntah.
Aduh kenapa kepalaku jadi pusing begini sih, keluh nek encim sambil memijit kepalanya.
Nirmala yang khawatir langsung membantu nek encim agar duduk disampingnya.
"Maaf Bu"kenapa nenek saya bisa jadi seperti ini? tanya Nirmala pada dukun beranak itu.
Karena peranakan nya terjepit nak, jadi beliau muntah.. ucap sang dukun beranak itu sambil tersenyum.
"Apa saya bisa hamil? tanya nek encim yang sudah mulai sedikit membaik.
Tadi kan saya udah ngasih tau mbak kalau saya cuma bisa bantu orang mau melahirkan. bukan membantu orang yang pengen punya anak jawab dukun beranak itu yang sudah kelelahan menjawab pertanyaan nek Encim.
Saya akan kasih kamu uang satu juta kalau kamu bisa bantu saya.! tawar nek Encim dengan mengibarkan ngibarkan uang satu juta didepan dukun beranak itu.
Dukun beranak itu terdiam mendengar ucapan nek encim, gimana caranya agar aku bisa membantu dia, sedangkan aku sendiri tidak bisa punya anak.. tapi uang yang diberikan orang ini begitu banyak aku bisa beli pakaian baru dan perbaiki rumah reot ini. pikir dukun beranak itu.
Atau aku tambah jadi tiga juta bagai mana. kembali nek encim memberikan penawaran pada dukun beranak itu.
Baikalah saya akan berusaha memberikan jamu penyubur kandungan, semoga ibu bisa punya anak, tapi semua kita serahkan pada yang maha kuasa saja, karena semua yang terjadi atas kehendaknya.ucap dukun beranak itu dengan beranjak menuju kedalam rumah.
Ini mbak jamunya minumnya sebelum berhubungan badan dan ini setelah berhubungan intim kata dukun itu memberikan dua botol kamu pada nek Encim.
Berhubungan intim itu maksudnya apa ya? tanya nek encim bingun
Nirmala dan fatar hanya bisa mengelengkan kepalanya mendengar pertanyaan nek Encim
Nek maksud ibu ibu itu berhubungan badan /bersetubuh sama suami..bisik Nirmala yang tidak mau kepalang malu.
Ini uangnya kami permisi ya terima kasih..kata nek encim yang langsung membawa dua botol kamu keluar diikuti fatar dan Nirmala.
__ADS_1
Semoga jamunya berhasil ya Mala!.kata nek encim dengan hati riang gembira membawa jamu pemberian dukun beranak itu.
"Iya nek!" jawab Nirmala asal.