
Nirmala yang merasa suntuk mendatangi rumah fatar yang terletak tidak jauh dari komplek perumahan nek Inayah, dengan mengendarai motor matic nya. baru saja tiba didepan rumah fatar. Nirmala tersentak kaget mendengar teriakan dari dalam rumah dengan fatar yang berlarian tak tentu arah .
" Fatar" kenapa?" ko aneh banget mana berlarian cuma pake ****** pula." gumam Nirmala yang langsung memarkir motornya.
Assalamualaikum fatar gila!. kamu ngapain berlarian pake ****** gitu?" tanya Nirmala menatap heran ke arah fatar.
" Mala, tolongin gue, Nisa ngamuk didalam"! teriak fatar yang langsung berdiri dibelakang nirmala.
Lo Nisa kamu kenapa, ko bawa pisau gitu. kamu mau bunuh fatar apa gimana?" tanya Nirmala menatap heran kearah istrinya fatar yang terlihat emosi.
Saya mau potong burung pipit mas fatar mbak, karena udah berani nyari sarang janda gila di ujung jalan sana!" jawab Nisa yang terus berjalan kearah Nirmala.
Maksudnya gimana sih,? aku nggak paham. lebih baik kita bicarakan baik baik jangan sepeti ini kan malu kalau di dengar orang lain." bujuk Nirmala pada bisa sambil merangkul pundak bisa menuju kearah dalam rumah.
Fatar yang melihat istrinya sudah tenang langsung berlari kedalam kamar mengambil pakaian nya dan langsung mengenakan nya
Tadi malam kan mas fatar pamit sama saya mau jaga pos soalnya di daerah sini mulai banyak maling yang berkeliaran mbak Mala" jadi ya saya izinkan. pas sekitar jam dua belas karena merasa kasian saya bawakan kopi sama gorengan ke pos jaga disana, tapi saya nggak ngelihat mas fatar ada disana saya pikir mas fatar sedang keliling jadi saya tungguin sama istri pak RT yang kebetulan baru pulang sama anak nya dari pasar malam..
Tiba tiba ada seorang ibu ibu datang dan bertanya dimana rumah janda yang baru di tinggal suaminya. ya kami tunjuk aja rumah Mbak Siska yang suaminya baru meningal.
Terus apa hubungan nya sama fatar" nisa?" tanya Nirmala yang tidak sabaran dengan kelemotan istri fatar saat bercerita.
"Kami menemukan beberapa orang laki laki berkumpul di dalam rumah janda itu Mala bahkan su......!
"Nisa diam"! ucap fatar yang langsung membekap mulut Istrinya.
Plaaaak....!plaaaak.! ngapain kamu bekap mulutnya fatar gila, minggir!" bentak Nirmala setelah memukul lengan fatar.
Sakit 'Mala" ringis fatar yang langsung menarik tangan nya dari mulut istrinya.
__ADS_1
Disana ada suaim mu juga Mala" dia seperti orang tertidur tapi Mbak Siska malah duduk di pangkuan suami mu sambil mengerayangi bagian celana suami mu ...!belum sempat Nisa melanjutkan ucapannya nya.. terlihat fatar sudah terjengkang di lantai dengan kondisi hidung berdarah.
Kurang ajar..! jadi kamu udah meracuni otak suami ku dengan mengajaknya ke tempat janda ya fatar ?"dasar sepupu sialan.! maki Nirmala yang kembali meninju wajah fatar tanpa jeda membuat Nisa terbengong menatap keganasan Nirmala yang menghajar suaminya.
Ampun Mala" kami di jebak.! janda itu mengatakan ada rampok dirumahnya jadi kami kesana beramai ramai, tiba didalam yang kami temukan bukan rampok tapi sekumpulan janda dengan pakaian dalam aja. kami kan normal Mala jadi kami tergoda tapi sumpah kami belum sempat celap celup ko apa lagi suami mu, dia udah pingsan duluan karena takut sama kamu. dia berusaha kabur tapi bapak bapak di sana menahan suami mu agar tidak pulang jadi ya terpaksa kami bius suami mu .
" Kalian emang sampah nggak berguna!" Nisa antar aku kerumah janda itu.
Iya Mala" tapi mau ngapain kan suami mu ada didalam kamar itu, tadi malam di bopong warga?" tanya Nisa menatap kearah Nirmala dengan tatapan bingung.
Mau ngasih sembako sekalian mau ngasih dia duit!" ayo nisa cepat. sentak nirmala yang langsung menarik tangan Nisa menuju pintu keluar dengan meningal kan fatar yang tergeletak di lantai dengan kondisi pingsan akibat kepalanya di tonjok Nirmala.
Tapi Mala" gimana dengan mas fatar?"dia pingsan Mala"! tolak Nisa yang inggin membantu fatar.
Biarin aja itu pelajaran untuk dia biar lain kali nggak macam macam.. kalau kamu nolongin dia entar dia bakalan selingkuh di belakang kamu emang kamu mau?" tanya Nirmala berusaha mengompori istrinya fatar.
Plaaaak....!plaaaak..!rasakan ya mas pukulan istri yang terzolimi"!umpat Nisa yang terus menampar pipi fatar.
Iya ya Mala, kamu emang benar bisa rugi aku.! ya udah tolong kamu simpan aja pisau ini ya Mala takut nya nanti aku khilaf lagi!" ujar bisa yang langsung menyerahkan pisau dapur di tangan nya pada Nirmala.
Ayo antar aku sekarang Nis kerumah janda itu, aku nggak sabar pengen ngasih sembako sama uang untuk dia!" paksa nirmala pada Nisa.
Iya ayo Mala"!ajak Nisa yang langsung berjalan menuju pintu tanpa memperdulikan kondisi suaminya.
Tiba didepan rumah janda yang di maksud Nirmala langsung mengetuk pintu tanpa memperdulikan Nisa yang berteriak karena sendal nya putus akibat jalan nya di seret Nirmala.
Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" tanya janda pemilik rumah pada nirmala.
"Mala, Dia janda yang udah duduk di pangkuan suami kamu"! bisik nisa yang menjinjit sendalnya yang putus.
__ADS_1
"Saya kemari mau ngasih sembako sama anda" jawab Nirmala yang menarik lengan baju kemejanya keatas.
Oh ya mana sembakonya, kamu baik sekali ngerti aja kalau saya emang udah janda!" ucap janda itu dengan wajah sumringah.
Ini sembakonya"! kata Nirmala yang langsung menampar serta menonjol wajah janda itu dengan kemarahan yang mengila.
plaaaak.....!plaaaak....!buk...!.buk...!buk...!
"Kamu siapa, kenapa kamu lancang menampar juga meninju wajah saya?" akan saya laporkan ke pihak berwajib kamu!" ancam janda itu sambil berlari kearah dalam rumah memangil teman teman nya.
"Mala, sudah ayo kita pulang kita kalah jumlah dengan mereka." dengan berusaha sekuat tenaga Nisa yang bertubuh mungil menarik Nirmala yang bertubuh tinggi ideal.
Aku nggak takut Nisa, karena apa yang aku lakukan itu benar, dia udah bikin resah dengan mengumpulkan para janda muda untuk mengoda suami tetangga apa itu tidak gila"! bantah Nirmala yang tetap berdiri didepan rumah janda itu.
"Sayang" ayo pulang!" teriak aki Rahmat yabg baru datang dengan mata memerah serta wajah pucat menatap kearah Nirmala dengan tatapan takut.
Ibu ibu ayo kita serang janda gila bikin resah tetangga ini"! teriak bu Rt yang datang bersama ibu ibu yang suaminya kedapatan berada dirumah janda itu.
Melihat ada anggota baru yang datang mengantikan Nirmala dalam rangka memberi sembako pada janda itu Nirmala langsung menyingkir dan mendekati suaminya.
" ABang, tidak apa apa?"tanya nirmala memeriksa isi ****** aki Rahmat.
"Mala" ngapain kamu meriksa isi ****** suami mu?" tanya Nisa menatap bingung dengan tingkah Nirmala.
Ya meriksa isi ****** lah, siapa tau ada yang tertinggal di rumah janda itu kan bahaya Nisa" mending kamu pulang periksa burung Pipit fatar takutnya ada yang tertinggal di rumah Siska bisa rugi tuju generasi kamu kalau ada yang tertinggal.
Iya Mala" kamu benar aku harus pulang mau periksa isi ****** mas fatar, awas aja kalau ada yang tertingal akan aku geledah rumah janda gila itu"! ujar Nisa yang langsung berlari tanpa alas kaki menuju rumahnya.
"Abang, gendong. Mala capek habis ngasih semabko sama orang itu!" ucap Nirmala yang langsung menaiki punggung suaminya .
__ADS_1
Mari berangkat pulang sayang"! kata aki Rahmat sambil berjalan cepat menuju rumah nek Inayah.