KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Somplak ketemu sableng


__ADS_3

Nirmala yang mendapat undangan dari calon besan nya hanya bisa menghela nafas lelah serta kesal. tapi tak mampu menolak meski dalam hati timbul seribu umpatan pada calon besan gila nya.


"Mala, ko masih diam aja, ayok kita kerumahnya pak Karso sebelum sekawanan monyet suruhan nya datang kemari".ucap nek Inayah yang sudah terlihat cantik dan rapi.


"Iya nek,, jawab Nirmala yang terpaksa berjalan mengiringi langkah suami dan nenek nya menuju mobil mereka.


"Mala, tungguin, nenek ikut ya!" pinta nek encim yang terlihat sudah sangat rapi.


Iya nek...Abang cepatan jalan kan mobilnya. suruh Nirmala yang duduk disamping aki Rahmat.


Selama dalam perjalanan Nirmala selalu menghela nafas seperti orang kesulitan bernafas membuat nek Inayah menatap terus kearah Nirmala.


Mala" kamu kenapa ko narik nafasnya panjang banget, seperti orang mau melahirkan aja?" tanya nek Inayah.


Nggak apa apa nek"pengen aja!"jawab Nirmala.


Tiba dirumah pak Karso nirmala langsung menggandeng lengan suaminya berjalan masuk kedalam rumah pak Karso diikuti nek encim dan nek Inayah.


"Besan,, selamat datang mari masuk!" ajak pak Karso dan istrinya menuju ruang tengah rumahnya yang sangat luas.


Gimana besan rumah kami besarkan bisa menampung dua ribu tamu Lo, pasti besan kaget melihat kemewahan rumah kami!.ucap istri pak Karso dengan bangga nya.


"Heeeem!" jawab Nirmala acuh sambil mencari anak anak nya yang sejak tadi tidak terlihat.


Para tamu undangan mari lihat kemari. saya inggin memperkenalkan calon besan saya!" teriak pak Karso yang berdiri di atas podium dengan mikrofon di tangan nya.


Semua tamu yang hadir langsung menatap kearah podium dengan tatapan heran, karena menurut mereka anak pak Karso yang mana yang akan menikah soalnya anak pak Karso masih terlalu muda usianya juga baru lima belas tahun.


"Saya sengaja mengundang kalian semua karena hari ini akan diadakan pertukaran cincin antara putraku Dimas Prakoso dengan Nina Rahmat" putri dari pak Rahmat dan Nirmala!"ucap pak Karso yang terlihat berdiri dengan angkuhnya di atas podium


Kenapa kalian diam, ayo tepuk tangan.! perintah pak Karso pada tamunya.

__ADS_1


Prooook...!prooook... !prooook...!Dengan terpaksa seluruh tamu bertepuk tangan meski masih dengan pikiran bingung dan penuh tanya.


"Besan mari naik kemari, sekalian calon yang akan bertunangan. ayo kemari kalian harus segera melakukan pertukaran cincin".


"Mala, nenek pikir keluarga kita aja yang aneh ternyata ada yang lebih aneh lagi ya!'bisik nek Inayah ditelinga Nirmala.


Iya nek" mereka bukan cuma aneh tapi sableng, juga ya kali tepuk tangan pakai diminta segala bikin malu aja!"dumel Nirmala yang terpaksa melangkah keatas podium bersama suaminya.


Nah inilah calon menantu, juga besan saya bagai mana para rakyatku?" tanya pak Karso menatap kearah para tamu yang berdiri menatap kearah pak Karso.


"Kami setuju pak!" jawab para tamu.


Bagus silahkan kalian tukaran cincinnya nak ayo!"paksa pak Karso pada Nina yang berdiri cukup jauh dari anak pak Karso.


"Pak, sepertinya calon mantu nya nggak mau itu kenapa mesti dipaksa sih?" tanya seorang tamu menatap iba kearah Nina.


Diam kamu, mau saya bikin bangkrut kamu berani menasehati saya!"ancam pak Karso pada tamu tersebut.


Dengan terpaksa Nina memberikan tangan nya pada putra pak Karso yang terlihat bahagia dengan senyum terukir di bibirnya.


Ayo tepuk tangan jangan diam saja, kalau kalian masih tidak tepuk tangan akan saya tolak hasil panen kalian!" kembali pak Karso mengancam para tamu undangan yang ada disitu.


Tau gini malas aku kemari, bikin sakit hati aja ngeliat sikap jumawa pak Bupati yang sok kaya." dumel seorang tamu yang berdiri disamping nek Inayah.


"Sabar mas, orang sabar nanti kuburnya lebar. biarin aja dia seperti itu nanti kalau dia nggak jadi bupati lagi mari kita tindas sama sama dia!" hibur nek Inayah pada tamu itu.


Iya Bu" jawab tamu itu dengan tatapan penuh kebencian pada pak Karso dan keluarganya.


Para tamu undangan bagai mana putraku tampan kan dia, wajar lah kalau putraku dapat calon istri cantik kan anak bupati. tidak seperti kalian rakyat jelata pantas nya dapat menantu dari kalangan jelata juga". ejek pak Karso pada para tamu undangan.


Tampan apa nya tongos gitu, gigi aja maju dua meter kedepan!' bisik seorang ibu ibu pada nek encim.

__ADS_1


"Iya, bagai mana bisa Nirmala mau Nerima calon mantu model begitu sih.?.gumam seorang tamu yang berdiri didekat nek encim.


Biasa terpaksa karena ancaman pak Karso. jadi ya begitu diterima aja, meski terpaksa!" jawab nek encim yang juga kesal setengah hidup pada pak Karso yang sombong.


Pak acaranya sudah selesai kan, kami permisi pulang ya ayo Nina kita pulang!" ajak Nirmala yang langsung menarik tangan anak nya.


"Nina, jangan pergi. jangan tinggalkan aku!" teriak anak pak Karso yang langsung berlari mengejar Nina.


"Momi, Nina takut." jerit Nina yang langsung memeluk tubuh Nirmala sambil menangis.


Stop..! jangan dekati anak saya." bentak Nirmala pada putra pak Karso yang inggin memeluk Nina.


"Dia kan calon istri saya Tante,, kenapa saya nggak boleh dekati dia?" tanya anak pak Karso yang kembali berusaha mendekati Nina.


"Calon istri, yang dipaksa menerima lamaran keluarga mu tau nggak!" omel Nirmala yang langsung menyerahkan Nina pada aki rahmat yang berdiri dibelakang nirmala.


"Abang" jaga anak kita. jangan sampai tikus curut ini menyentuh nina.


Iya sayang, pasukan turbo siapakan pertahanan untuk menjaga tuan putri kita!" teriak aki Rahmat pada anak anak nya yang juga hadir disitu.


Dengan cepat anak anak Nirmala membentuk pertahanan, mengelilingi aki Rahmat yang melindungi Nina dengan pelukan nya.


. " Saya bukan curut Tante, saya calon suami Nina." bantah anak pak Karso yang tidak terima dikatakan curut oleh Nirmala.


Kalau bukan curut apa, kan gigimu emang maju kedepan seperti tikus curut." bela nek Inayah yang juga ikutan berdiri disamping Nirmala.


"Bu Inayah,, anak saya bukan tikus curut ya mana ada tikus curut badan nya tinggi besar seperti anak saya, kalau gendurowo baru tepat kan anak saya tubuhnya tambun bukan begitu para tamu?" tanya istri pak Karso yang sudah berdiri disamping anaknya.


Benar Bu Karso, anak ibu emang lebih pantas menyandang gelar itu!" jawab para tamu sambil bertepuk tangan .


"Mala, istri pak Karso ini gila apa sableng sih? ko anak nya dikatakan mirip gendurowo?" tanya nek encim pada Nirmala dengan nada pelan.

__ADS_1


Sama aja nek gila sama sableng itu..l


__ADS_2