KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Akal bulus nino


__ADS_3

Semenjak mengetahui jika Nek encim hamil. nek Inayah semakin gentol meminum jamu pembersih kandungan, dengan harapan bisa hamil kembali, meski usia sudah senja


Nirmala yang tingal serumah ikutan gila karena nek Inayah selalu aja banyak meminta seperti saat ini


"Mala"tolong kamu ke pasar ya beliin nenek toge sekilo..


Untuk apa nek ko banyak banget? tanya Nirmala.


Biar nenek cepat berbadan dua, buruan sana. perintah nek Inayah.


Dasar nek Inayah. kirain nek encim aja yang aneh ternyata nek Inayah lebih parah!. dumel Nirmala.


Kenapa momi marah marah? tanya Akmal.


Gimana nggak marah setiap hari disuruh nek Inayah.


Sabar mi" orang usia senja memang begitu banyak maunya, padahal usia udah tua sebentar lagi bakal masuk tanah..sabar ya mi. kata Akmal mengusap rambut Nirmala.


Iya nak, momi akan sabar meski hati momi bagai dicabik sembilu..


Ya udah momi kepasar sekarang aja dari pada eyang Inayah nanti murka


"Abang" Antarin Mala kepasar!"teriak Nirmala pada suaminya.


"Iya sayang ayo"ajak aki Rahmat yang sudah terlihat tampan dengan baju batik.


Abang mau kepasar apa mau kondangan sih? pake bergaya banget pakai baju batik!"omel Nirmala.


Abang kan harus terlihat menarik Mala, agar nggak disangka ayah mu.! jawab aki Rahmat.


Nggak perlu Abang" bergayanya ditempat tidur aja, jangan banyak tingkah nanti Mala akan cari suami berondong seperti nek encim..ancam Nirmala.


Jangan sayang" iya Abang akan ganti pakaian!" ucap aki Rahmat yang langsung berlari menuju kamar.


Papi emang pencinta istri.. Akbar bangga punya papi seperti papi Aki Rahmat.


Bukan pecinta istri, tapi suami takut istri. lihat itu baru diancam dikit sama momi udah takut setengah mati dasar pak tua penakut bantah nano.


kalian ngomongin apa?tanya Nina yang baru datang


Lagi ngomongin momi sama papi.yang begitu harmonis!" jawab Akia yang asik memakan keripik buatan momi nya.


Harmonis apa an? liat aja entar kalau udah pulang pasti momi bakal marah marah!" jawab Nino yang ikut memakan Keripik.


Mas mas kita ambil mangga di kebun belakang rumah nek encim mau nggak?" ajak gendis yang baru datang..


Untuk apa? di kulkas juga ada!" jawab Nino.

__ADS_1


Di pohon mangga ada Tawon, madunya pasti banyak. harga madu kan mahal kata bapak madu liar lebih mahal harganya lima ratus ribu satu botolnya..ucap gendis terlihat begitu bersemangat.


Kalau sepuluh botol harga nya bisa lima juta. wah kita bisa jadi jutawan usia dini!"pikir Nino yang mulai tertarik.


Ayo gendis sama mas aja, mas pengen lihat seperti apa sarang lebahnya!" ajak nino penuh semangat.


Nino dan gendis pergi kebelakang rumah nek encim demi melihat lebah yang ada dibelakang rumah nek encim.


Gila pohonnya sih rendah tapi gimana mengusir ni lebah!. pikir Nino ..


Ayo mas naik, gendis tunggu disini.!ucap gendis memaksa Nino.


Ambil ember besar gendis sekalian pangil ibu mu kemari, kita butuh bantuannya!" perintah Nino.


"Siap mas" ucap gendis yang langsung berlari kedalam rumah nek encim.


Bu Minah temenin gendis kebelakang sekalian bawain ini ya!"pinta gendis pada ibu sambungnya yang gila.


Aminah menurut saja sambil cekikikan memainkan rambut Gendis.


Mas ini ibunya dan ini baskom nya!" teriak gendis yang melihat Nino sudah berada diatas pohon mangga.


Gendis suruh ibu mu naik agar lebahnya Bisa teralihkan!" teriak Nino yang bergelantungan di atas pohon mangga.


"Siap mas" ucap gendis., Bu tolong usir lebah itu, ibu naik kasana usir pakai sapu ini pinta gendis dengan senyum manisnya.


Alhasil lebah lebah pun bertebaran kesan kemari bahkan mengurung Minah yang masih memukul sarang lebah..


Auh...Auh....Auh....!"teriak Minah.


Bruk....!Minah langsung terjatuh ketanah dengan lebah yang menyerangnya.


Melihat Minah diserang lebah Nino langsung mengambil sarang lebah dan melemparkannya ke baskom.


Nina ambil korek kita harus membantu ibu mu!" teriak Nino yang melompat dari pohon dan menggambil Daun kering untuk dibikin api unggun.


Nina berlari kedapur dan langsung mengambil korek...ini mas.


Nino menghidupkan api setelah semua daun di kumpulkan bertumpuk didekat Minah yang dikerubuti lebah.


Akhirnya lebahnya lari juga!" ucap Nino yang sudah mengamankan sarang lebah.


Ayu Bu sini gendis bantu berdiri!"ucap gendis yang langsung menarik tangan ibu sambungnya.


Seluruh tubuh Minah langsung memerah dan membengkak saat dibawa masuk oleh gendis.


Gendis jangan kasih tau siapa siapa ya? kalau kita melakukan ini nanti kita bisa kena marah.. bisik Nino pad gendis.

__ADS_1


"iya mas" jawab gendis.


Wah madu nya banyak juga, bisa nih jadi jutawan muda aku..pikir Nino Dengan senyum cerahnya.


Sementara di tempat lain Nirmala yang baru pulang dari pasar. tersentak kaget melihat kondisi Minah yang tubuhnya membengkak tiba tiba sedang sibuk menggaruk kaki dan tangannya.


Auh.. Auh.. Auh..!teriak Aminah.


Dia kenapa Mala, ko tubuhnya jadi bengkak begitu?" tanya aki Rahmat


Mala juga nggak tau Abang, kenapa dia bisa langsung berubah menjadi gendut seperti itu!" jawab Nirmala.


Minah kamu kenapa?" tanya Nirmala.


Auh...Auh..Auh..!teriak Minah.


Minah kenap Mala? tanya nek Inayah yang baru keluar.


Nggak tau nek. jawab Nirmala.


Ibu ini air minum nya!" kata gendis .


Gendis ibumu kenapa?" tanya nek Inayah.


Ibu disengat lebah eyang waktu mau nggambilin mangga untuk gendis!" jawab gendis yang terpaksa berbohong


Minah minah sudah gila disengat lebah pula kasia nasib mu..ucap Nirmala.


Gendis suruh bapakmu membawa Minah kerumah sakit kasian dia, takutnya nanti tambah gila bisa berbahaya!" perintah nek Inayah.


"Iya eyang" jawab gendis yang berlari kerumah nek encim.


"Pak" ibu disengat lebah. nek Inayah minta bapak untuk bawa ibu kerumah sakit sekarang.


Ibumu dimana nak? tanya Paijo..


Didepan rumah eyang Inayah, ayo pak kasian. ibu!" ajak gendis pada Paijo.


Iya nak sabar bapak ambil motor dulu!" ucap Paijo yang langsung mengeluarkan motornya.


"Gendis" bujuk ibumu agar menaiki motor ini segera.! bisik Paijo.


Ibu ayo naik kemotor, kita jalan jalan!"bujuk gendis pada Aminah.


Aminah segera menaiki motor dengan penuh semangat.


Hati hati Paijo bawa motornya!"pesan nek inayah.

__ADS_1


"Iya Bu" jawab Paijo yang langsung membawa motornya menuju rumah sakit.


__ADS_2