
Nirmala pagi pagi sudah sibuk menyiapkan bekal untuk anak anaknya, karena anak anaknya inggin ikut Paijo mancing belut di tepi sawah milk nek Inayah dan nek encim.
"Momi" bekal untuk Abang udah siap nggak? kakek pakde udah nunggu didepan" teriak Nino yang sudah siap senang kail di tangan.
"Udah, ini kalian jangan nakal ya, kalau disana jangan menyusahkan kakek Paijo" pesan Nirmala sambil memberikan kotak bekal kedalam tas masing masing anaknya.
"Nina" jagain gendis ya.!ucap Nirmala.
"Siap momi" jawab anak anak Nirmala yang langsung berlarian menuju ke mobil.
Mari kita berangkat!" ucap Paijo yang menyetir mobil.
"Inayah" Paijo sudah berangkat ya kesawah tanya nek encim yang baru datang.
"Udah"encim barusan, emang kenapa?"tanya nek Inayah.
"Nggak apa apa, aku berniat ingin mencarikan istri baru untuk Paijo. tapi aku tidak tau siapa kandidat yang tepat untuknya"ucap nek encim yang langsung duduk didepan nek Inayah.
"Emang" siapa yang kamu pilih, disini banyak janda yang bisa kamu coba tanyain, siapa tau ada yang mau sama Paijo!" ucap nek Inayah memberi tahu..
"Sulit Inayah" kalau nanyain nya satu satu, aku berniat ngadain sayembara aja, biar cepat tepat dan bisa dapat!"cetus nek encim yang sibuk menulis sesuatu di buku kecilnya.
Kamu nulis apa encim?" tanya nek Inayah yang mulai kepo.
Aku nulis persyaratan calon istri untuk Paijo nanti dibikin seperti baleho didepan rumah. biar orang orang melihat, dengan begitu aku bisa menilai calon kandidatnya!" oceh nek encim memperlihatkan. tulisan didalam buku pada nek inayah.
Bagus juga nanti aku temenin ke tempat pembuatan baleho nya..janji nek Inayah.
"Terima kasih" ya Inayah, aku mau pulang dulu! asalamuallaikum.
"Waalaikum salam.
Barusan ada nek encim ya nek, beliau mau ngapain lagi?"tanya Nirmala yang baru keluar dari kamar nya.
"Iya" encim ingin ngadain sayembara mencari calon istri untuk Paijo!" jawab nek Inayah.
"Ada ada aja nek encim !"ucap Nirmala sambil tertawa.
Di tempat lain. Paijo dan anak anak Nirmala sibuk memancing belut di pinggiran sawah milik nek Inayah.
"Wah" belutnya banyak banget ya.?.Aku pengen menjual belut miliku kepasar, biar bisa dapat duit hasil keringat sendiri!" kata Nino yang asik menghitung belut yang didapatnya.
"Aku juga mas ..kata Akmal dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Hari sudah siang, ayo kita pulang" ajak Paijo pada anak.anak itu.
Jangan pulang kakek Paijo, kita langsung kepasar pelelangan ikan aja, belut kita kan banyak. dimakan juga nggak akan habis, jadi dari pada Mubajir lebih baik kita jual aja..ucap Nino mengutarakan pendapatnya.
"Boleh juga.!.jawab Paijo .
Tiba dipasar ikan,semua anak anak Nirmala menjual belut masing masing sambil berteriak teriak.
"Ko" nggak ada yang beli ya..?tanya Akmal menatap orang yang lewat.
"Aku ada ide" gimana kalau belutnya kita kasih lebel aja?" biar laku keras!" kata Nina yang juga gusar karena tidak ada satupun yang membeli belut mereka.
Aku mau kasih lebel nama momi aja..ucap Nino..
"Belut Nirmala, belut Nirmala" sekilo tiga puluh ribu, di jamin nikmat, dijamin mantap seperti momi Mala yang hebat!" teriak Nino.
Beberapa ibu ibu berdatangan mendekati Nino. Nak beli belut Nirmala nya dua kilo..ucap seorang ibu ibu yang tertarik mendengar promosi ala Nino.
"Siap Bu" kata Nino yang langsung mengambilkan belut dan menimbangnya.
Dalam waktu singkat belut milik Nino sudah habis terjual.
Semuanya menirukan cara Nino berpromosi.
Banyak ibu ibu yang tertarik dan memebeli belut milik Akbar dan Akmal.
"Bu" mari mampir kemari, belut Inayah nya masih fresh, baru ditangkap dari sawah.. belutnya panjang panjang seperti nek Inayah yang blasteran!"teriak Nina tak mau kalah.
Belut Inayah nya tiga kilo yang nak!" pinta seorang ibu ibu yang menatap kearah Nina dengan tatapan kagumnya.
"Kamu anaknya Nirmala kan? tanya ibu ibu itu.
"Iya Bu!" jawab Nina sambil tersenyum
Ya ampun kamu cantik banget sih, kamu mau nggak ibu jodohin sama anak ibu ini?"tanya ibu ibu itu..
Nanti aja ngebahas itu, sekarang Nina mau jual belut dulu" ucap Nina.
Kalau begitu saya ambil semuanya belut kamu. ucap ibu ibu itu.
"Baiklah Bu" jawab Nina .
"Ibu mau belanja yang lain dulu ya, nanti ibu akan kerumah eyang mu" janji ibu ibu itu.
__ADS_1
Semua belut anak anak Nirmala habis terjual kecuali belut milik gendis dan Paijo.
"Pak" belut kita kenapa nggak ada yang beli sih?' tanya gendis pada Paijo.
"Bapak" juga nggak tau nak" ucap Paijo yang menatap kearah tempat belutnya yang masih utuh.
"Gendis ada ide, kita kasih aja lebelnya
Encim biar laku keras!" ucap gendis dengan mata berbinar cerah.
"Boleh juga ide mu" ucap Paijo dengan penuh semangat.
"Belut encim" belut encim dijamin hebat seperti encim, yang dapat suami berondong. siapa yang mau beli nanti bisa dapat suami berondong!" teriak Paijo.
"Dasar pedagang gila, doa nya nggak bener. omel seorang ibu ibu yang lewat.
"Gendis" sampai kelelahan berteriak, tapi tak ada satu pun yang mendekat, apa lagi berniat untuk membeli.
Nina yang baru datang dari jalan jalan bersama saudaranya, menjadi heran melihat tempat belut Paijo dan gendis masih utuh.
"Nggak ada yang beli ya kakek pakde?"tanya Nina.
"Iya Nina" mereka tidak ada yang mau beli. yang ada kita di maki!" jawab Paijo dengan wajah sedihnya.
"Emang" kakek pakde ngasih lebelnya apa? tanya Akmal.
"Belut encim, siapa yang mau beli di jamin dapat suami berondong seperti encim" jawab gendis mendahului ayahnya.
"Hadeeeeh...!pantesan nggak laku, lebelnya nggak bermutu"ucap nano yang duduk disamping Paijo..
"Nih"lihat ya kakek pakde cara berdagang yang tepat!$ kata nano yang langsung menarik nafas dalam dalam.
"Belut Bimo, belut Bimo, siapa yang mau beli harga terjamin, siapa yang beli suaminya akan menjadi tampan serta perkasa!" teriak nano dengan keras hingga memancing ibu ibu untuk mendekat terlebih lagi saat mereka meminta ketampanan wajah nano.
"Saya mau nak?siapa tau anak dalam kandungan saya akan setampan kamu" ucap ibu ibu itu sambil tersenyum .
Tidak berapa lama semua belut milik Paijo dan gendis habis terjual, mereka pulang dengan hati riang.
Kalau begini lama lama kita bakalan jadi jutawan kaya, mengalahkan papi Rahmat dan kakek Josep!"ucap Akbar yang mengipas ngipaskan uangnya.
"Iya kamu bener Akbar" kita akan kaya raya. jawab Nina dengan wajah berbinar bahagia.
"Iya" tapi jangan lupa sama lamaran ibu ibu tadi. bisa ngamuk momi Nirmala.. oceh nano.
__ADS_1
"Siapa yang mau dilamar? tanya nek Inayah.