
Sudah seminggu mertua sambung nek Encim numpang tinggal dirumah nek Encim. tingkah mereka selalu membuat nek encim menahan emosi dan kesal.
Anak anak Nirmala yang menolak kembali kejakarta. malah sengaja ikut tingal dirumah nek encim untuk mengawasi keluarga sambung Bimo agar tidak membuat ulah dan mengambil barang jualan nek encim seenaknya.
"Eyang" Nino Ama Akbar capek ngawasin keluarga sambung om Bimo yang seperti tikus curut mengambil makanan diam diam omel Akbar.
"Iya eyang" kami mau gaji kami di naikin menjadi tujuh puluh ribu sehari. kalau eyang nggak mau ya udah kami mau pulang kerumah eyang Inayah aja!" kata Nino mengancam nek Encim.
Orang tua kalian kan kaya. masa iya kalian tega malakin eyang sih? kan kerja kalian cuma duduk mengawasi ulah mereka. protes Nek Encim.
"Ya udah" kalau itu yang eyang mau, ayo akbar kita pulang aja.. Eyang encim memang nggak sayang sama kita,.padahal kan kita cucunya juga. omel Nino langsung menarik tangan Akbar.
Tunggu kata nek encim..baiklah eyang mau asal kalian terus awasi mereka ya..kata Nek Encim pasrah.
Oke Eyang bisnis or bisnis kata Akbar sambil berlari kembali mengawasi buruannya.
Nina yang merasakan sakit perut langsung berlari menuju toilet didapur tanpa meninggalkan pesan pada nek Encim.
Melihat kasir yang kosong, ibu sambung Bimo dan anak perempuannya langsung beraksi dengan mengambil uang di meja kasir. tanpa meninggalkan nya sama sekali dan mereka langsung masuk kekamar seolah olah tidak melakukan kejahatan..tanpa mereka sadari aksi mereka direkam oleh Akbar dan Nino.
Nina yang baru sampai di meja kasir terkaget dan langsung menangis ,karena tidak mendapatkan uang sepeser pun didalam laci.
"Eyang" teriak Nina sambil menangis tersedu sedu.
Ada apa Nina?" tanya nek Encim kaget.
"Eyang"Uangnya hilang semua. Nina nggak tau siapa yang udah ngambil!" kata Nina dengan memeluk tubuh nek encim.
Nirmala yang baru datang langsung kaget mendengar jerit tangis anaknya.
Ada apa Nina? bagai mana uangnya bisa hilang? tanya Nirmala ikutan panik.
Nina tadi sakit perut, terus mini marketnya Nina tutup sementara, karena Nina kebelet mau ketoilet. tapi saat Nina mau buka tempat uangnya, uangnya malah hilang semua mami. kata Nina yang terus menangis ketakutan
"Nino, Akbar. Pangil Nirmala dan Nek encim.
"Ada apa mami? kami masih melakukan Vidio untuk jadi bukti investigasi nanti!"kata Nino.
Apa kalian sudah mendapatkan bukti nya?" tanya Nek encim.
"Tentu Eyang!" kata Akbar dengan memberikan ponselnya pada nek Encim.
Mala gimana cara bukanya?"tanya Nek encim bingung.
__ADS_1
Sini ini ponselnya nek. kata Nirmala yang langsung membuka Vidio di ponsel Akbar.
"Gila"mereka benar benar kelewatan. kata Nirmala yang kaget dan tak percaya.
"Kurang ajar"berani sekali mereka berbuat curang seperti itu. omel nek Encim dengan wajah memerah menahan kemarahan tingkat tinggi.
Audy dan nek Inayah yang mendengar jeritan Nina langsung berlari menuju rumah nek Encim.
Mala ada apa? kenapa Nina menjerit?"tanya Audy yang kaget dan bingung.
Uang nek Encim hilang didalam laci ma..dan pencurinya ibu sambung mas Bimo. kata Nirmala yang ikutan emosi.
"Emang kalian punya bukti?" tanya nek Inayah
"Ini nek" bahkan mereka udah melakukan banyak kecurangan. kata Nirmala yang memperlihatkan hasil aksi anak anak nya.
Bimo yang baru pulang dari sawah menjadi tempat nek Encim menumpahkan semua amarahnya.
Mas Bimo sekarang juga saya akan mengusir ibu sambung mu beserta anak anaknya. kata nek Encim dengan raut wajah terlihat kesal.
"Emang kenapa nyi ?tanya Bimo yang tidak tahu apa apa.
"Ini lihat" kata nek Encim memperlihatkan Vidio hasil investigasi anak anak Nirmala .
Wajah bimo langsung mengeras melihat perbuatan ibu dan saudara sambungnya.
"Ada apa Bimo? ibu mau istirahat. kata ibu sambung Bimo yang bernama Bu Rina.
Ibu diminta istri saya untuk keluar, ada yang inggin istri saya tanyakan!" kata Bimo dengan mata memerah menahan emosi.
Setelah seluruh keluarga Sambung Bimo keluar. nek encim langsung meminta Nirmala yang pintar bicara untuk menjadi pembuka sidang.
Begini Bu Rina beserta keluarga. kami menemukan beberapa kejahatan yang kalian lakukan dirumah ini, dari mencuri pompa air hingga emas, dan yang baru saja terjadi mencuri uang di laci mini market..sebenarnya mau kalian apa?" bukanya kalian sudah diberikan uang sama nek encim bahkan makanan kalian nek encim yang tangung. tapi kenapa kalian tega berbuat keji seperti itu,?" tanya Nirmala langsung keripik utama.
Kami tidak melakukan hal itu ya, jangan asal menuduh. kata Bu Rina dengan berkacak pinggang.
Yakin kalian tidak melakukan itu?" tanya Nirmala yang mulai kesal.
"Tentu saja, kami yakin. kata adik sambung Bimo yang terlihat ikutan emosi.
"Akbar" bentang layar tancapnya dan Nino hidupkan Vidionya. perintah Nirmala pada dua anaknya yang genius..
"Siap mami"kata kedua anak Nirmala dengan menunjukan layar tancap dihadapan mereka.
__ADS_1
Semua kejahatan keluarga Sambung Bimo terpampang dihadapan mereka semua dan yang lebih mengejutkan lagi Nino menambahkan sebuah Vidio yang bikin nek Encim dan Bimo murka. ibu sambungnya mengadaikan sertifikat rumah milik nek Encim pada rentenir dikampung itu. sementara anak anaknya masing masing mengadaikan sertifikat sawah dan kebun ke bank.
"Plaaak...!plaaak....!plaaak!
Bimo yang sudah menahan sabar sejak tadi langsung menampar adik adik sambung nya dengan tatapan murka.
Tidak cukupkah kalian mengambil semua harta serta rumah milik ayah ku..tidak cukupkah kalian menyiksa ku dulu disaat aku buta, kalian bahkan tega memaksa aku memakan kotoran kalian, dan kalian selalu mencambuk juga kalian tidak pernah mengijinkan aku untuk masuk kerumah. sehingga aku hanya bisa tertidur disamping rumah kadang kehujanan dan kepanasan tanpa selimut dan bantal bahkan air putih pun tak pernah kalian ijinkan aku mengambil nya
. hanya air kran yang aku minum setiap hari makan pun hanya makanan basi yang kalian berikan. kata Bimo membuka semua kesakitan yang dirasakan nya dulu.
Aku kira kalian akan berubah jadi lebih baik ternyata kalian lebih brengsek dan keji..jangan pernah menemui aku lagi..aku muak dengan sikap kalian yang tidak ubahnya seperti lintah penghisap darah. maki Bimo.
Nirmala dan Nek encim serta Audy tersentak kaget mendengar penderitaan yang di alami Bimo karena ulah ibu dan adik sambungnya.
Pergi kalian dari rumahku sekarang. usir nek Encim yang merasa sakit hati karena suaminya pernah disakiti sedemikian rupa.
"Enak saja" kami tidak akan. pergi dari sini kata adik sambung Bimo dengan berdiri dan siap memukul Bimo.
Nirmala yang sejak tadi merekam kejadian dari awal hingga akhir menghubungi papanya melalui chat agar papanya membawa polisi langsung kerumah nek Encim untuk menangkap keluarga sambung Bimo.
"Mereka akan pergi nek, tenang aja kata Nirmala yang duduk santai di kursi ruang keluarga dengan santai dan tenang
"Selamat siang" kami mendapat kan laporan tindak pidana dengan modus penipuan dan pencurian kata dua orang polisi yang langsung masuk dan menodongkan senjata kearah adik sambung Bimo yang memegang pisau belati.
'Angkat tangan"jangan bergerak jika tidak inggin timah panas ini mengenai tubuh kalian. ancam polisi itu dan tak lama beberapa orang polisi ikut masuk dan menodongkan senjata mereka kearah bu Rina dan anak anaknya.
Tanpa perlawanan mereka digiring kedalam mobil dan langsung dibawa ke penjara untuk segera di adili atas kejahatan mereka.
"Terima kasih" cicit cicit ku!" tanpa kalian eyang pasti akan bangkrut. ucap nek Encim dengan memeluk tubuh anak anak Nirmala dengan penuh sayang.
Tidak percuma kan nenek mengaji kami untuk mencari semua kejahatan mereka. kata Nino dengan membusungkan dada
sementara Aksa yang baru datang dengan gaya seperti si Bolang yang membawa ransel.
langsung membuka cerita.
Eyang harus mengaji Aksa sama Akmal lima ratus ribu sekali jalan..kata Aksa dan Akmal.
Ko bisa sebanyak itu sih?" tanya Nirmala bingung.
"Iya lah" karena kami sudah bekerja keras mengambil semua surat surat serta emas dan pompa air milik eyang..kata Aksa dengan membusungkan dadanya.
"Haaaaaa...!"ko bisa?" tanya Semua orang disana dengan wajah tak percaya.
__ADS_1
Tentu saja bisa tapi ini rahasia..dan ini semua milik eyang kata Aksa dengan membuka semau isi ranselnya.
"Mala" anak mu emang jenius. teriak nek Encim dengan perasaan bahagia .