
Mini market milik nek Encim semakin hari semakin ramai dengan pembeli yang merasa senang dengan pelayanan nya yang ramah. meski yang jadi pelayanya adalah anak anak Nirmala yang masih menjalani liburan sekolah.
Eyang nanti gaji Nina paling gede ya..kan Nina yang jadi kasirnya!"ucap Nina dengan senyum lugu nya.
Iya nanti gaji kamu yang paling gede. tapi jangan cerita sama saudara mu ya ntar nenek bisa bangkrut kalau gajian mintanya sama. kata nek Encim memberi pengertian pada anaknya Nirmala.
Sedikit demi sedikit sifat nek Encim mulai berubah lebih baik karena pengaruh dari Bimo yang memiliki sifat ramah sabar juga pengertian.
Mas sawahnya udah selesai di panen ya? tanya nek Encim yang membawa segelas kopi dan pisang goreng kehadapan Bimo yang baru pulang dari sawah.
"Belum nyi, sepertinya panen kali ini lebih banyak dari tahu lalu menurut pekerja disawah. ucap Bimo yang langsung mencicipi pisang goreng buatan nek Encim dengan penuh nikmat.
"Terima kasih" ya nyi!" kata Bimo yang memangil nek Encim dengan sebutan nyi sebagai panggilan sayang katanya.
"Iya mas, sama sama!" jawab nek Encim yang terlihat tersipu malu.
Saat mereka tengah asik bercengkrama.
"Asalamualaikum" terdengar ucap salam dari depan mini market.
Siapa didepan mas? tanya Nek encim bingung karena suaranya terdengar asing ditelinga nek Encim.
__ADS_1
"Biar mas aja yang ngelihatnya. kata Bimo menuju kedepan pintu luar.
"Eyang" ada tamu dari planet Pluto!" teriak Nino yang langsung berlari memeluk tubuh nek Encim dengan wajah ketakutan.
"Haaaaah.!siapa Nino?"tanya nek Encim bingung.
"Bimo"huuuuuu....!"huuuuuu...!Ini ibu nak sama adik adik mu!" kata ibu sambung Bimo dengan memeluk tubuh Bimo begitu erat.
Tolong lepaskan saya Bu. kata Bimo pelan.
Bimo maafkan ibu dan adik adik mu ya..ibu mohon tolong bantu ibu. izinkan kami tingal disini!" rumah kita sudah di ambil rentenir dan kami sudah lima hari tingal didekat pembuangan sampah. tolongin kami Bimo" kata ibu sambung Bimo dengan wajah memelas.
Nek encim yang masih bingung langsung menghubungi Audy dan Nirmala untuk menghadapi komplotan didepannya.
"Emang kenapa nek?" bukanya Nina sama nino udah ada disitu membantu nenek? tanya Nirmala dari sebrang sana.
Bukan masalah itu Mala, tapi ada penyerang dari negeri sampah datang kemari, nenek khawatir nggak bisa menghadapinya sendiri. kata nek Encim dengan berapi api.
Ya udah Mala sama mama dan nek Inayah akan segera kesana. kata Nirmala yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Tidak lama datang lah Nirmala dengan nek Inayah dan Audy dengan membawa semprotan Baygon serta sapu dan Raket.
__ADS_1
Nek mana penyerang sampah nya?" tanya Nirmala yang melihat kesekeliling sambil celingak-celinguk.
"Itu Mala" kata nek encim menunjuk kearah keluarga sambung Bimo yang makan seperti setahun tidak pernah ketemu makanan.
Mala kira sekelompok seranga seperti lalat. kata Nirmala yang langsung duduk di kursi tamu diikuti Audy dan nek Inayah .
"Mereka siapa nek, ko kaya pemulung sih?" tanya Nirmala heran.
Mereka keluarga sambung Bimo yang dulu mengusir Bimo Mala. kata nek Encim menjelaskan.
Bimo terduduk didepan keluarganya dengan perasaan malu pada Nirmala dan Audy.
Bimo nasinya masih ada nggak? ibu belum kenyang.!kata ibunya Bimo yang masih belum selesai makannya.
Nasinya sudah habis Bu. istri saya tadi masaknya tidak banyak!" jawab Bimo yang belum sempat makan sama sekali.
Ya suruh dong istrimu masak lagi, masa mertua datang tidak di layani dengan baik sih. omel ibunya Bimo yang terlihat judes.
Bimo hanya terdiam mendengar ucapan ibu sambung nya.
Mala sepertinya Nek encim mendapat karma dengan kedatangan mertua sambungnya. bisik Audy pada Nirmala .
__ADS_1
"Iya ma" tapi ini lebih parah dari nek Encim. jawab Nirmala yang matanya tidak lepas dari tamu nek Encim.
Kita lihat saja sampai dimana si encim bisa sabar ngadapin mereka. kata nek Inayah.