
Acara selamatan yang di adakan di rumah nek Inayah begitu meriah. begitu banyak tamu yang datang memberikan ucapan selamat untuk nek encim dan Bimo suami brondong nek encim, dengan gaya angkuh nek encim menyalami setiap tamu yang memberi selamat atas pernikahan beda usia mereka.
Semoga isi amplopnya banyak, biar aku bisa buka usaha..pikir nek encim sambil tersenyum senyum sendiri.
"Ma, kenapa nek encim senyum senyum sendiri gitu sih?" tanya Nirmala.
Ngebayangin malam pertama sama berondong jagung kali Mala..jawab Audy asal.
"Inayah, terima kasih ya!" karena kamu udah bantuin aku dan menjadi sponsor pernikahan ku..ucap nek encim sambil mengumpulkan uang dalam kaleng bekas tempat roti yang segi empat.
Itu tempat apa encim?" tanya nek Inayah bingung.
Tempat amplop tamu tadi Inayah..jawab nek encim.
Bukannya Tempat amplop udah disediakan pemilik pakaian pengantin yang kamu pakai tadi..kenapa sekarang jadi berubah kaleng bekas roti sih?"tanya nek Inayah bingung.
"Emang sengaja aku ganti Inayah, aku nggak mau kalau nanti uang yang aku dapat diambil sama tukang rias itu..jadi aku ganti aja sama kaleng ini biar aman..jawab Nek encim dengan mata berbinar bahagia.
Mami kaleng bekas roti tempat makan burung Abang hilang!' jerit Nino sambil menangis.
"Haaaah..!"maksud nya gimana?"tanya Nirmala bingung.
Kaleng bekas tempat roti yang mau dibuang nek Inayah kemarin, kan Abang minta untuk tempat makan burung Abang, biar nggak berhamburan isinya, tadi pagi hilang mami.. ucap Nino yang menangis kejer.
Udahlah nanti cari tempat lain aja. bujuk Nirmala pada Nino.
Mami baju boneka akia nggak ada, padahal kan kemarin udah dicuci.. ucap akia yang membawa boneka panda ke hadapan Nirmala sambil menangis.
Dengan pura pura tak bersalah nek encim menyembunyikan baju boneka milik akia dalam sarung suaminya.
'Nanti kita cari ya!" bujuk Nirmala pada putri bungsunya.
"Eyang encim, itu kan kaleng bekas roti punya Abang. kenapa tutupnya eyang bolongin gini sih?"oceh Nino dengan tatapan kesal.
"Maaf ya cicitku, ini darurat. nanti nenek ganti sekalian sama rotinya..janji nek encim dengan senyum penuh tipu muslihat.
__ADS_1
Beneran ya nanti diganti awas aja kalau nenek bohongin Nino..ancam Nino.
Loh bukannya itu baju boneka panda nya akia?" tanya Audy menunjuk kain yang elastis seperti karet yang terjatuh dari sarung kain yang di pakai Bimo.
Maaf baju pandanya eyang pinjam ya akia. nanti eyang belikan baju panda model baru!" kembali nek encim memberi janji palsu pada akia.
KIA nggak percaya. eyang kan suka tipu tipu, beri janji tapi mana pernah di tepati!" bantah akia dengan wajah cemberut.
Nirmala dan Audy sengaja membiarkan perdebatan akia dan nek encim..
"Nenek beneran, ini uang amplopnya kita bagi dua ya.. bisik nek encim yang takut perdebatan mereka didengar suami barunya..
Kalau ini baru akia percaya. terima kasih" eyang encim. kata akia yang langsung berlari menemui Nino yang masih menangis depan kamar Nirmala.
Abang nino udah jangan nangis lagi, ini Kia udah bisa malakin eyang encim yang pelit bin Bakhil kata Oma Audy.. bisik akia pada Nino.
"Terima kasih" ya dek!"ucap Nino dengan senyum bahagia..
"Sama sama Abang!" jawab akia dengan senyum dua jari.
"Nggak tau Bu!" jawab Audy yang ikutan bingung.
Udah masuk kamar dari tadi, sama suaminya. jawab pak Josep yang menahan tawa melihat sikap istrinya yang melongo mendengar ucapanya.
Udah nggak sabar kali dia, kan udah lama puasa. ucap pak Ilham sambil tertawa..
"Iya mas bener!"awas aja ntar kalau dia bikin ulah lagi. jawab nek Inayah.
Sementara di kamar nek encim.
Bimo duduk di samping tempat tidur tanpa bisa kemana mana karena takut terseruduk meja lagi seperti tadi..
encim kamu lagi ngapain?" ko lama banget sih.. keluh Bikin yang sudah kebelet inggin pipis .
Iya bentar udah nggak sabar ya?" tanya nek encim dengan pede nya.
__ADS_1
Iya tolong antarkan saya ke kamar mandi. saya pengen pipis udah nggak tahan.. ucap Bimo yang berusaha berjalan dengan meraba pake tongkatnya.
Nek encim langsung sewot mendengar ucapan suami barunya..
Kirain udah nggak tahan pengen malam pertama. nggak taunya pengen buang air kecil aja..sebel aku jadinya gumam nek encim.
"Encim bantuin, tolongin aku..teriak Bimo didalam toilet..
Jalan aja sendiri aku mau tidur. jawab nek encim sambil menutup tubuhnya dengan selimut... udah capek mandi kembang tujuh warna, sama sabun tujuh aroma ujung ujung nya dicuekin juga..dengus nek encim..
"Encim tolongin aku..ntar kalau aku jatuh malam pertamanya nggak bisa.. keluh Bimo yang masih didepan pintu toilet.
Mendengar malam pertama nek encim langsung berlari mendekati suaminya.
"Ayo!"ajak nek encim dengan semangat empat lima.membimbing suami barunya menuju ranjang.
Dan malam pertama nek encim bersama Bimo pun dimulai .*************$$***!
Aduh udah mas aku nggak kuat lagi, pinggang ku sakit..jerit nek encim yang sudah merasa lelah akibat tubuhnya di bolak balik seperti tahu goreng.
Emang tukang tipu penjual jamu itu, awas aja besok akan aku tuntut biar dia tau rasa..keluh nek encim yang tidak bisa mengerakan pinggang nya.
Kamu kenapa encim ko diam aja?" tanya Bimo yang masih aktif pus up di atas nek encim.
Tulang ku tergeser!" rintih nek encim dengan mata berkaca-kaca.
"Haaah..!" tulang apa yang tergeser?" tanya Bimo yang langsung menghentikan gerakan nya.
"Tulang belikat, karena sejak tadi tubuhku kamu suruh bolak balik seperti tahu yang digoreng!" keluh nek encim.
"Maaf ya encim!" aku nggak tau..ucap Bimo dengan menggeser tubuhnya dari tubuh nek encim.
Aku mau tidur ngantuk, selimuti aku.. pinta nek encim yang tubuhnya remuk seperti kena labrak orang sekampung.
Jangan jangan aku salah minum jamu lagi. pikir nek encim sambil memejamkan matanya.
__ADS_1