KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Hukuman dari Nirmala.


__ADS_3

Setiap hari Nirmala selalu diperintah nek Inayah kepasar untuk membeli toge, hingga ibu ibu dipasar kerap menggoda Nirmala yang sudah bosan membeli toge.


"Neng Mala" ko setiap hari beli toge terus. emang anaknya yang udah enam orang kurang ya?" tanya seorang ibu ibu yang juga membeli toge.


Bukan untuk saya Bu" tapi nek Inayah yang mau!"jawab Nirmala yang berkata jujur.


"Alah" kamu ko ngeles aja, takut ya kalau suamimu makin tua, tenaga makin kurang makanya tancap beli toge Saban hari biar dapat anak yang banyak .


Terserah ibu lah mau ngomong gimana, malas jawab nya.. lagian meski tua suamiku pria perkasa, di atas ranjang luar biasa, ular sanca nya aja besar bertenaga, bikin puas tiada terkira!" ucap Nirmala yang langsung pergi sambil menarik tangan suaminya.


Momi" lagi promosi apa ya mas? sejak kapan papi Rahmat melihara ular sanca besar pula?" tanya Nina pada nano yang sengaja ikut kepasar untuk membawakan belanjaan momi nya!" yang sepenuh truk gandeng kalau kata Akbar.


Mana mas tau"nanti kita periksa ranjang momi siapa tau ular sanca papi disembunyikan didalam kasur dikamar momi sama papi!" ujar nano memberi ide yang menurut nano udah cemerlang seperti piring yang dicuci pake sabun merk mama lemon.


Kenapa mesti periksa didalam kasur mas? emang bisa ular sanca masuk dalam kasur?" tanya KIA yang sejak tadi diam saja dengan tangannya yang diseret oleh Nina.


"Iya juga ya, tapi tadi kan momi nyebut ranjang juga, berarti ada hubungannya pasti dengan ranjang!" jawab nano dengan yakin seperti keyakinan yang dianutnya sekarang.


"Udahlah" nanti aja kita pikirkan kalau udah dirumah"sela Nina yang terus mengikuti langkah kedua orang tuanya.


Momi udah selesai belum belanjanya?" KIA udah capek sejak tadi keliling di pasar ini mana bawaan nya banyak banget lagi, cuma pake kresek pula. ini aja talinya udah putus karena kia nggak kuat jinjitnya jadi kia seret aja!"protes KIA yang wajahnya sudah berkeringat.


"Minta bantu sama mas mu aja bawanya!.ujar Nirmala yang masih sibuk berbelanja tanpa melihat jika anak anaknya sudah seperti Kuli panggul dipasar.


Nggak bisa momi mau diletakan dimana? seluruh tubuh nano udah penuh ini!" jawab nano yang berjalan saja sudah susah. tangannya direntangkan seperti orang orangan sawah, karena dari bahu hingga


ujung jarinya penuh dengan gantungan kresek berisi belanjaan Nirmala, bahkan leher pun ikut digantung Nirmala dengan jagung yang diikat berjumlah enam sesuai untuk jatah anak anak Nirmala.


"Papi" bantuin kia Pi kia udah nggak kuat bawa belanjaan nya.


"Papi juga nak, lihat ini udah tiga karung belanjaan momi mu yang papi pikul keluh aki Rahmat.


Belanja udah selesai.mari kita pulang" ujar Nirmala yang hanya membawa beberapa kresek dengan isi penuh sama sayuran


Momi kenapa setiap belanja banyak begini!" protes Nina yang seperti kera bertubuh manusia..karena pantatnya dikasih tali dengan belanjaan yang dimasukin ke karung hingga seperti ekor kera yang menarik mangsa.


Salahkan nek encim dan nek Inayah aja jangan momi !"jawab Nirmala yang langsung menyeret lengan KIA..

__ADS_1


"Mala" ya ampun belanja nya banyak banget. anak dan suami mu kuat banget ya? kalau suamiku ngangkat air segalon aja udah nggak kuat, padahal masih muda!" ujar seorang wanita yang menatap kagum pada aki Rahmat yang bertelanjang dada.


"Ya iyalah kuat" tiap hari makan makanan bergizi!" jawab Nirmala yang tidak ngeh jika wanita itu menatap kearah aki Rahmat yang terlihat tampan dan perkasa dengan tubuh ber otot dan kekar luar biasa.


Momi semua perempuan Disini ngeliatin tubuh papi, apa lagi perempuan itu!" adu KIA yang menunjuk perempuan yang menyapa Nirmala barusan.


Nirmala langsung berhenti dan memperhatikan sekelilingnya.


"Kurang ajar" berarti sejak tadi mereka menatap suamiku dengan terpesona, awas aja bang Rahmat yang sengaja tebar pesona!" dumel Nirmala dalam hati.


Cepat Abang jalannya. jangan seperti model kehilangan pangung gitu jalannya .omel Nirmala yang langsung mendorong tubuh suaminya.


"Iya sayang" sabar ini berat!" jawab aki Rahmat.


Sepertinya akan ada perang kubu air dan api nanti dirumah" ujar nano yang masih berjalan dengan gaya orang orangan sawah.


"Iya" jawab Nina tapi Nina yakin kubu api lah yang menang, karena kubu api panas seperti api dalam kawah gunung Merapi sambung Nina.


Yah gimana kubu air nggak kalah, kalau di ancam kubu api tidur diluar aja udah melempem seperti kerupuk kena angin satu Minggu" celetuk KIA..yang juga kesulitan membawa belanjaan Nirmala.


Tiba dirumah setelah memberikan suaminya air kopi dan makanan Nirmala menyuruh suaminya untuk masuk kedalam kamar.


Akhirnya setelah bekerja keras memanggul belanjaan istri, aku dapat jatah juga!'gumam aki Rahmat dengan senyum bahagia.


"Papi" kenapa senyum senyum nggak jelas gitu? tanya Akbar yang baru masuk..


"Nggak ada apa apa!" jawab aki Rahmat yang langsung menutup pintu kamar.


Nina yang melihat itu segera berlari dan berdiri di depan pintu kamar orang tuanya.


"Abang"buka semua kain di tubuh Abang terus masuk kamar mandi sekarang!. perintah Nirmala.


"Iya sayang" kita kuda kudaan nya didalam ya?" tanya aki Rahmat yang langsung berlari kekamar mandi setelah membuka semua pakaiannya.


Sejak kapan papi sama momi melihara kuda?" pikir Nina yang semakin penasaran.


Gimana Nina apa udah tau siapa pemenangnya?"tanya nano yang ikutan berdiri didepan pintu orang tuanya.

__ADS_1


.


"Belum mas"tapi tadi papi ngomong kuda kudaan dikamar mandi..sejak kapan papi sama momi pelihara kuda dikamar mandi ya mas?" tanya Nina.


"Mas"juga nggak tau dek" jawab nano sambil berfikir.


Barangkali papi sama mami punya ilmu gaib yang bisa menghadirkan kuda sama ular sanca dalam sekejap mata deh!"gumam nano.


"Iya kali ya mas" berarti kita tidak bisa dong memeriksa kamar momi sama papi!" ucap KIA yang langsung nemplok di lantai.


"KIA" ngapain kamu nemplok dilantai seperti cicak kelaparan gitu?"tanya nek Inayah.


"Anu eyang" kia inggin mendeteksi keberadaan ular sanca sama kuda peliharaan momi sama papi!" jawab KIA yang merapatkan telinganya kelantai.


"Ampun Mala" nggak lagi dingin!" teriak aki Rahmat dari dalam kamar mandi..


Salah siapa tebar pesona dengan membuka baju dipasar..mestinya cukup Mala aja yang ngelihat tubuh Abang jangan perempuan lain. omel Nirmala.


Momi sama papi kalian kenapa?"tanya nek Inayah yang ikutan berdiri didepan kamar Nirmala.


"Itu eyang" tadi dipasar papi buka baju jadi para pengunjung pasar yang perempuan melototin tubuh papi, makanya momi marah seperti singga yang gagal punya keturunan!" jawab nano.


Kreeeeek...!ngapain kalian pada ngumpul depan kamar momi seperti orang minta sumbangan aja..!omel Nirmala yang tak melihat jika sang nenek ikut berdiri di dinding kamar Nirmala.


"Anu momi" kita mendeteksi keberadaan ular sanca sama kuda peliharaan momi sama papi!" jawab Nina apa adanya.


"Mala" sejak kapan kamu melihara ular sanca sama kuda?" tanya nek inayah yang ikut penasaran.


"Sejak kerajaan Majapahit berdiri nek!" jawab Nirmala yang langsung ngeloyor menuju rumah nek encim.


Kerajaan Majapahit kan udah lama runtuh, emang momi pernah hidup di jaman Majapahit ya eyang?" tanya KIA.


Haaaah...!eyang juga nggak paham KIA, emang kerajaan Majapahit itu kapan runtuhnya?" tanya nek Inayah yang ikutan bingung.


"Ya ampun" eyang nggak tau sejarah ya?" CK CK... CK ..Akbar kira Akbar aja yang lemah dalam ilmu sejarah, ternyata oh ternyata ada yang lebih parah!" ucap Akbar sambil mengelengkan kepalanya.


Ya maklum eyang kan dulu kalau belajar sejarah suka ketiduran dikelas, jadi wajar eyang nggak paham..elak nek Inayah yang tak mau kalah dalam berdebat meski dengan cicitnya sekalipun.

__ADS_1


"Huh"eyang emang nggak patut ditiru!" ucap KIA yang langsung berlari mengejar mimpinya diikuti saudara saudaranya .


Emang bener bener keturunan Nirmala, susah dilawan!" omel nek Inayah yang langsung berjalan menuju kamarnya sambil berfikir kapan kerajaan Majapahit berdiri nya.


__ADS_2