
Aki Rahmat yang asik menggeluti Nirmala di atas ranjang langsung terduduk, saat mendengar suara teriak anak anaknya Serta suara nek inayah yang seperti pasukan perang yang siap berangkat ke Medan perang.
"Abang, coba buka pintunya ada apa didepan. ko seperti pasukan prajurit gitu?" ucap Nirmala yang langsung memakai pakaian nya.
"Iya 'sayang" jawab aki Rahmat dengan langkah gontai sambil membenahi sarungnya.
Papi......!papi....!.keluar jangan didalam terus nanti anaconda nya menelan momi!" teriak Nano yang terus mengedor pintu.
"Rahmat" nanti aja bertelurnya. cepat bawa Mala keluar!" teriak nek Inayah yang ikutan berteriak.
Iya nek" ada apa?" jawab aki Rahmat yang langsung membuka pintu.
Mana Mala?" tanya nek Inayah dengan wajah cemberut.
Ada apa nek?" tanya Nirmala yang sudah terlihat rapi.
Ngapain aja sih kalian dikamar, di pangil lama baru buka pintu nya"! omel nek Inayah.
Mau sunah rasul 'nek"jawab Nirmala acuh.
Sunah rasul Malam Jumat, bukan siang Sabtu gini cepat keluar jangan didalam aja nanti telurnya kebanyakan..cepat Mala, Rahmat paksa nek Inayah yang langsung menarik tangan Nirmala serta aki rahmat.
"Nek" ngapain lagi mereka kemari?"tanya Nirmala menunjuk kearah pak Karso yang berbincang dengan pak Ilham serta Audy.
Udah kamu langsung temui aja mereka, nenek mau kedapur dulu!" ujar nek encim yang langsung berlari kearah dapur.
Kamu dari mana Mala, ko baru datang?"tanya pak Ilham menatap kearah cucunya
Dari kamar kek", jawab Nirmala yang langsung duduk disamping mama nya.
"Mala, mereka mau melamar anak mu.! bisik Nia pada Nirmala.
. Udah tau mbak. tadi udah Mala tolak tapi kenapa mereka balik lagi sih?"jawab Nirmala.
Dek Mala, pak Ilham sudah menerima lamaran kami. jadi nanti malam kami akan kemari lagi untuk bawa pengikat untuk Nina kami permisi ya dek Mala, aki Rahmat!" ucap pak Karso yang langsung menarik tangan istri
dan anak nya menuju pintu keluar.
__ADS_1
"Kek" ini aku yang budeg apa mereka yang sableng sih, perasaan sejak tadi kakek tidak ada jawab begitu!" tanya Nia yang terlihat bingung.
Kakek juga nggak tau Nia, maksud pak bupati itu apa ya?" tanya pak Ilham.
Udahlah pak percuma dibahas kalau kita semua nggak tau jawaban nya, kita tunggu aja kedatangan mereka nanti Malam baru kasih jawaban!" jawab Audy yang langsung beranjak menuju dapur.
"Abang" ayo kita masuk kamar. Mala pusing!" ujar Mala yang langsung menaiki punggung aki Rahmat
Siap sayang kita akan segera mendarat keatas bulan!" jawab aki Rahmat yang langsung mengendong Nirmala.
Papi" minta uang kita mau beli Kebun sarang lebah!" teriak Akbar yang langsung berlari kearah aki Rahmat .
Nanti aja tunggu hujan turun ya!" jawab aki Rahmat yang langsung mendorong tubuh Akbar agar menyingkir dari hadapan nya.
Dasar papi pelit!" omel Akbar yang langsung berlari menuju rumah nek encim.
"Sayang, kita mulai ritualnya ya" bisik aki Rahmat ditelinga Nirmala.
Bentar Mala mau kekamar mandi dulu. jawab Nirmala yang langsung berlari kearah kamar
Tiba di kamar mandi Nirmala langsung membuka pakaian bawahnya untuk buang air kecil..
"Sayang, ayo kita mulai ritualnya. ajak aki Rahmat.
"Maaf 'Abang" Mala datang bulan sabar ya kan masih ada waktu Minggu depan.
Mendengar jawaban Nirmala aki Rahmat langsung terduduk lemas di tepi kasur menatap kearah tiang listriknya yang sudah berdiri tegak.
Lebih baik Abang tidurkan di kamar mandi saja. Mala nggak bisa bantuin nya maaf ya Abang" ujar Nirmala yang langsung ngeloyor berjalan keluar kamar.
"Mala" mana suami mu kita harus siapin acara untuk nanti malam"! ucap pak Ilham yang sibuk membersihkan meja dan kursi.
Lagi mandi kek,. paling bentar lagi keluar.. jawab Nirmala yang langsung berjalan menuju ke rumah nek encim.
Asalamualaikum nek encim"! sapa Nirmala yang langsung masuk begitu saja.
"Nina, Kenapa nangis nak?" tanya Nirmala menatap kearah putrinya.
__ADS_1
Nina ngadu katanya Inayah maksa dia Nerima lamaran anak bupati sableng itu. jujur nenek nggak suka Mala cicit nenek di paksa seperti ini.
Mala juga nggak suka nek, tapi mau gimana lagi kalau kita tolak gimana nasib para petani di sini pasti mereka akan mengalami kesulitan.
Itu dia yang bikin nenek bingung. gimana nyari jalan keluarnya jika kita dalam posisi sulit begini!. keluh nek encim yang ikutan bingung
"Nina, nggak suka sama orang itu momi. Masa setiap hari suka nempelin Nina udah gitu dia cerita sama teman teman Nina kalau Nina ini tunangan dia. Nina kan malu momi!" adu Nina yang terus menangis.
Momi ada ide. gimana kalau Nina bikin ulah aja biar dia kesal sama kamu, jadi dia sendiri yang bakalan mutusin kamu gampang kan.
Iya tapi caranya gimana momi, Nina nggak tau?" tanya Nina.
" Kamu Cari tau aja apa yang paling dia benci pasti mudah bikin dia juga benci sama kamu!" jawab Nirmala berusaha memberi solusi meski itu tidak mudah dilakukan Nina.
Iya momi, nanti Nina cari tau apa yang dia benci kalau gitu Nina pergi ke rumah nek Inayah dulu ya momi.
"Iya" jawab Nirmala.
Baru saja nirmala duduk di samping nek encim aki Rahmat sudah datang menyusul dengan wajah di tekuk membuat nek encim keheranan.
"Mala" suami mu kenapa?" tanya nek encim.
Ritual kita gagal nek, karena Mala datang bulan" jawab Nirmala.
Ritual Mulu kalian itu apa nggak capek tiap hari ritual?"dumel nek encim
Capek lah nek, tapi mau gimana lagi si Abang kan emang kuda liar makanya lari nya kencang kalau nggak di turuti gitu bawaan nya mayun aja"! jawab Nirmala sambil menikmati cemilan buatan nek encim.
Dari pada kamu mayun nggak jelas gitu mending bantuin mas Bimo angkat gabah ke gudang Rahmat. mata nenek sepet liat muka kamu seperti jemuran nggak kering sebulan gitu!" dumel nek Encim m natap kearah aki Rahmat.
"Iya nek" ujar aki Rahmat yang langsung berjalan menuju samping rumah nek encim.
Nenek heran kamu ko kuat banget sih Mala di ajak kuda kudaan sama si Rahmat, apa nggak sakit pinggang kamu nenek aja sering sakit pinggang kalau habis kuda kudaan sama mas Bimo.
Beda lah nek usia nenek kan udah senja kalau Mala masih pagi.. Jelas lebih lancar berpacu dalam melodi sama Abang!" jawab Nirmala asal.
Apanya yang berpacu dalam melodi, emang ya kita bahas kuis perasaan sejak tadi yang kita bahas yang lain kan Mala?" tanya nek encim.
__ADS_1
Berpacu dalam melodi nek. kalau lagi kuda kudaan kan selalu ada irama ******* jadi nggak salah dong kalau Mala ngomong nya nggak secara langsung.
Terserah kamu aja lah mala, mau berpacu kuda,berpacu melodi terserah nenek pusing meladeni omongan kamu yang nggak bisa di bantah.. mending nenek senam hamil aja biar lancar persalinan nya.