KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Kedatangan calon besan


__ADS_3

Seluruh keluarga pak Ilham sudah duduk diruang tamu menungu kedatangan pak Karso dan keluarganya dengan perasaan gelisah di hati, sementara Nirmala yang duduk di samping aki Rahmat berusaha membujuk Nina yang sejak tadi terus menangis karena tidak mau bertunangan dengan anak pak Karso.


"Momi" Nina nggak mau bertunangan sama anak pak bupati itu, Nina nggak suka momi!" ucap Nina yang terus menangis di pelukan Nirmala.


Iya sayang, momi paham untuk saat ini kamu terima aja nanti kita cari jalan keluarnya agar dia sendiri yang mutusin pertunangan kalian ya"! hibur Nirmala.


Janji ya momi bantu Nina nanti!"ujar Nina yang mulai tenang mendengar ucapan momi nya..


Belum sempat Nirmala menjawab terdengar keriuhan suara tamu dari arah depan membuat Nirmala dan yang lain langsung melihat kearah teras rumah..


Asalamualaikum...!


Waalaikum salam!" jawab pak Ilham yang terlihat kaget melihat kedatangan pak Karso yang membawa begitu banyak orang dengan berbagai macam parsel.


Maaf pak, kalau saya bawa pendamping seramai ini. tadinya kami hanya inggin kemari bertiga saja.. tapi rakyat di komplek ku memaksa ikut jadi ya saya ajak saja maklum bupati!"ucap pak Karso dengan bangga nya.


Iya tidak apa apa!" jawab pak Ilham yang mengurut dada.


Mari semuanya kita masuk bawa sekalian seserahan nya kedalam!" ucap pak Karso memberi instruksi pada warga yang ikut bersamanya.


"Permisi ya pak Ilham, kami masuk dulu!" kembali pak Karso membuat keluarga pak Ilham tertegun dengan tingkahnya.


Iya silakan!" jawab pak Ilham yang terpaksa berjalan masuk kedalam diikuti Audy Ndan Nirmala.


" Mereka ko Ramai sekali sih pak?" bisik nek Inayah yang terlihat kaget dengan tamu yang memenuhi ruang tamunya.


"Bapak, juga kurang paham Bu!" jawab pak Ilham.

__ADS_1


Sebenarnya tadi rakyat saya inggin ikut semua tapi saya larang, karena takut bapak kaget apa lagi kan rumah bapak kecil dan sempit seperti ini kan kasihan.


"Ma, ko bupati begitu ngomong seenaknya aja, kaya dia paling kaya aja?"dumel Nia berbisik pada Audy.


Biarin aja Nia, dia kan emang kurang akhlak sama kurang makan bangku sekolah makanya seperti itu kelaparan ilmu!" jawab Audy yang juga ikutan kesal.


"Pak" kami kemari kan atas permintaan bapak bukan kemauan sendiri, kalau bapak tidak mengancam kami mana mau kami panas panas San begini!" celetuk seorang lelaki setengah baya yang duduk di samping pak bupati


Udah diam kamu saya ini bupati, nanti saya pecat kamu!_ omel pak Karso pada warga itu.


" Dek Mala, aki Rahmat. sesuai perkataan saya tadi siang kami kemari inggin memberikan seserahan ini untuk Nina sebagai pengikat pertunangan mereka tolong diterima ya.


Benar Dek Mala, ini ada emas lima batang sama cincin berlian, sama uang dua ratus juta pokoknya lengkap itu didepan ada mobil juga untuk Nina pasti Nina bakalan bahagia juga bangga, kapan lagi bisa dapat tunangan sama anak bupati seperti putra saya yang tampan ini!"celetuk istri pak Karso melanjutkan ucapan suaminya.


"Pak Karso" terima kasih atas niat baik bapak. tapi seperti nya saya dan istri saya belum memberikan jawaban atas lamaran bapak pada anak kami, kenapa bapak langsung memberikan seserahan ini!" jawab aki Rahmat yang mulai merasa gerah dengan tingkah calon besan tidak jelasnya.


Saya tidak mau tau kalian harus terima lamaran kelurga saya jika tidak, maka akan saya tolak setiap hasil panen kalian bagai mana?" ancam istri pak Karso pada pak Ilham.


Mala" udah terima aja kasian petani di sini"! bisik nek Inayah yang terlihat panik.


Enak saja main paksa. emang situ siapa apa karena punya jabatan jadi seenak nya ngancam begini, dengar ya bapak bupati meski anda punya jabatan saya tidak takut sebagai masyarakat yang baik kami bisa menggulingkan anda dari kursi bupati jadi jangan sok pamer didepan kami!"bentak nek encim yang terlihat murka.


Wah nek Inayah kalah pamor sama nek encim!" teriak Keyra sambil bertepuk tangan.


Nenek siapa, kenapa berani melawan saya?" tanya pak Karso menatap tajam kearah nek encim.


"Saya encim bin Parman, jawara kampung keramat. kenapa saya mesti takut situ kan makan nasi sama seperti saya kalau berani ayo maju biar saya bikin jadi daging cincang kamu!" jawab nek encim sambil menunjuk kearah pak Karso.

__ADS_1


Nenek udah tua, nggak perlu banyak tingkah apa lagi sedang hamil pula nanti bayinya langsung brojol kan repot!" ejek pak Karso menunjuk kearah perut nek encim.


"Encim udah Nggak usah dilawan bupati kita ini kan sableng makin dilawan nanti makin parah sableng nya!" bisik nek Inayah berusaha menenangkan nek encim.


Baiklah kami terima lamaran pak Karso dan tolong silahkan pulang!" pinta pak Ilham yang sudah mulai merasa gerah melihat tingkah pak Karso yang sok kuasa.


Baiklah pak Ilham kalau begitu kami permisi ya asalamualaikum!.


Waalaikum salam..!


Mari kita pulang lamaran nya sudah diterima saya dapat calon mantu yang cantik jelita keturunan bule pula, pasti kalian semua akan iri sama saya!" ucap istri pak Karso dengan wajah angkuhnya.


Lamaran diterima karena terpaksa ko bangga sih aneh!" ucap seorang warga yang ikut bersama pak Karso.


Biarin yang penting dapat calon mantu cantik!" jawab istri pak Karso yang langsung masuk kedalam mobilnya.


" Mala" nasib lo ko apes banget sih dapat mantu sableng begitu, dosa apa sih kamu bisa dapat calon besan model begitu?" tanya Nia menatap iba pada Nina.


Wajar lah Mala kan somplak makanya dapat besan sableng biar Ramai keluarga kita nanti!"celetuk Audy sambil tertawa.


Mama kalau ngomong seenaknya aja kayak mama nggak somplak aja. Mala gini kan turunan dari mama yang lebih dulu somplak!" jawab Nirmala yang terlihat kesal.


Mama somplak karena punya ibu yang juga somplak. jadi terpaksa mama Nerima warisan itu meski terpaksa sih!" jawab Audy yang tidak mau disalahkan.


Audy sialan ibu kutuk kamu jadi kodok ya seenaknya nyalahin ibu !"omel nek inayah yang tidak terima dengan ocehan Audy.


Udah nggak usah saling menyalahkan kita emang keluarga somplak semua, jadi terima aja apa adanya anggap aja ini berkah dari yang maha kuasa!" lerai nek encim yang sejak tadi terus meringis menahan sakit diperutnya.

__ADS_1


__ADS_2