KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Mantan mertua sengklek


__ADS_3

Nirmala yang baru pulang dari pasar tersentak kaget saat melihat kehadiran mantan mertuanya yang sudah duduk di teras rumah nek inayah sambil memangku cucunya dengan pandangan celingak-celinguk seperti orang mau maling.


"Ibu, ko ada disini?" tanya Nirmala yang langsung membuka pintu rumah nek Inayah.


"Mala, syukurlah tidak sia sia ibu nungguin kamu dari tadi." ucap Bu Sri yang langsung memeluk Nirmala dengan wajah ceria.



Silahkan masuk bu!" ajak Nirmala mempersilahkan Bu Sri masuk kerumah .


" Iya, terima kasih Nirmala!" jawab Bu Sri yang langsung membawa cucunya masuk mengikuti Nirmala.


Silahkan duduk Bu." suruh Nirmala yang segera membawa barang belanjaan nya.


Melihat nirmala yang sudah masuk kedapur. Bu Sri langsung mengambil dua buah sendok makan yang terbuat dari perak yang dijadikan hiasan di dinding rumah nek Inayah


Silahkan diminum Bu.!" ujar Nirmala sambil menyodorkan jus jeruk lengkap dengan kue serta cemilan nya.


"Terima kasih ya l, Nirmala"kamu baik sekali." ucap Bu Sri yang langsung meminum jus yang di suguhkan Nirmala.


Ko sepi Mala, pada kemana orang nya?" tanya Bu Sri sambil memberikan potongan kue brownies pada cucu nya.


" Nek Inayah lagi ke kebun sama kakek, kalau Abang lagi bantuin papa untuk buka cabang usahanya di sini!" jawab Nirmala yang sibuk menatap ponselnya.


" Mala, ibu boleh numpang makan nggak? soalnya Alvian belum pulang jadi ibu nggak bisa belanja."adu Bu Sri .


Ya udah ayo kedapur!" ajak Nirmala yang langsung mengambilkan nasi serta lauk pauknya dan menyodorkan pada Bu Sri.


Dengan lahap Bu Sri makan bersama cucunya hingga nasi yang ada dalam tempatnya sudah habis tanpa sisa.


"Mala, ada plastik tempat gula nggak?" tanya Bu Sri sambil menatap ke arah lauk sisa makannya.


Untuk apa Bu?" tanya Nirmala keheranan.


Anu ibu mau bawa pulang sisa lauk ini, kan sayang kalau disisakan." jawab Bu Sri tanpa rasa malu sama sekali.

__ADS_1


Assalamualaikum... terdengar suara Audy dan nek Inayah dari pintu luar.


Waalaikum salam.! jawab Nirmala dari arah dapur.


"Maaf Bu, dirumah ini tidak ada plastik gula yang ada cuma galon air aja!' jawab Nirmala yang terlihat berwajah masam.


"Mala, ko ada tamu tak di harapkan disini?" tanya Bu Audy sambil menatap kearah Bu Sri dengan tatapan heran.


"Mala juga nggak tau ma, tadi waktu Mala pulang dari pasar Bu Sri udah ada di teras." jawab Nirmala .


"Kamu l, ngapain kesini Sri,? ko kamu tau rumah saya ada disini?" tanya nek Inayah menatap ke arah Bu Sri.


Itu Bu kemarin malam saya sama Alvian mengikuti mobil Nirmala sampai depan rumah sini, makanya saya tau rumah Bu Inayah." jawab Bu Sri sambil meraih kresek hitam yang kebetulan ada di keranjang sampah.


"Bu, saya minta lauk nya ya."ucap bu Sri yang langsung menumpahkan lauk kedalam kresek hitam dan langsung mengikatnya.


Hidup kamu segitu melaratnya ya Sri, sampai lauk aja nggak bisa dibeli."omel nek Inayah sambil melotot kan matanya.



Lauk nya udah dapat kan, mending kamu pulang aja sana!" usir nek inayah yang merasa jengah melihat tingkah Bu Sri yang tidak tau malu.


Mala ibu bisa pinjam uang nggak.?satu juta aja nanti kalau Alvian udah gajian ibu bayar .


"Maaf Bu, saya nggak ada pegang uang segitu, kalau sepuluh ribu ada nih."uajr nirmala mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu pada Bu Sri.


"Mala, kalau ini cuma cukup untuk bayar ojek doang mana cukup.! tolak Bu Sri



Ya habis gimana cuma ada segitu ko Bu


"Nek, tadi kan nenek ada ambil sendok di depan kenapa nggak dijual aja, kan bisa untuk kita makan seminggu!" celetuk cucu Bu Sri yang sejak tadi hanya jadi pendengar .


Sendok apa, nggak paham nenek cu." elak Bu Sri yang terlihat gusar.

__ADS_1


"Kamu, mau duit seratus ribu nggak?" tanya nek Inayah pada cucu nya Bu Sri.


Mau nek mana?" tanya cucu nya Bu Sri sambil menyodorkan tangan kedepan nek Inayah.


Kasih tau dulu sendok apa yang di ambil sama nenek mu.


Itu nek sendok yang di pajang di dinding untuk hiasan dinding, di ambil dua duanya sama nek Sri. sekarang mana uang nya." pinta bocah laki laki berusia sembilan tahun itu pada Neo Inayah.



"Kami permisi ya, terima kasih untuk lauknya."ucap Bu Sri yang langsung menarik tangan cucu nya.


Stop..! kembalikan sendok perak yang mbak curi." bentak Audy sambil.berkacak pinggang di hadapan Bu Sri.


Nggak ada ko Audy, si Rong rong cuma asal ngomong aja. dia kan masih bocah.!" elak Bu Sri yang kembali berusaha untuk kabur .


Kembalikan atau kamu saya penjarakan Sri!" ancam nek Inayah menatap tajam kearah Bu Sri.


"Nek, mana upah saya?' tanya cucu bu Sri yang kembali mendekati Nek Inayah.


Ini nanti saya tambahkan seratus ribu lagi, tapi tolong kamu ambilkan sendok itu yang ada sama nenek mu ya!" bisik nek Inayah pada bocah itu.


Dengan cepat rong rong mendekati Bu Sri dan menarik dompet Bu Sri dan langsung memberikan nya pada nek Inayah.


"Ini nek, sendok nya ada dalam dompet nenek sri yang nggak pernah ada isinya!"ujar rong rong.


"Terima kasih" ini uang tambahan untuk kamu. dengan cepat nek Inayah mengambil kedua sendok dan memberikan uang pada rong rong berikut dompet Bu Sri.


"Rong rong,, kamu jahat harus nya tidak kamu kembalikan, mereka kan pelit!"protes Bu Sri yang langsung menjewer telinga cucunya.


Aduh sakit nek, apa salah nya rong rong jujur. dapat uang halal itu lebih berkah dari pada uang haram nek!" contohnya setiap nenek nyuri sayur sama cabe di pasar akibat nya apa?'setiap nenek mau masuk pasar selalu di usir petugas keamanan pasarkan padahal niat kita beneran mau belanja .


... Diam kamu dasar cucu tak berguna bikin malu aja, ayo pulang!"dengan kasar Bu Sri menyeret cucunya menuju pintu keluar....


Sri.. Sri dapat cucu baik bukanya dihargai dan disayang malah disalahkan dasar sengklek omel nek Inayah .

__ADS_1


__ADS_2