KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Kedatangan paijo.


__ADS_3

Nek encim dan Bimo asik bercanda ria di atas pembaringan bagai Adam dan hawa, yang bertemu setelah lama terpisah, padahal Bimo cuma pergi kesawah itu juga hanya tiga jam aja.


"Mas" semoga kita cepat dapat keturunan ya!" ucap nek encim yang bermanja manja pada suaminya.


"Iya nyai" semoga Allah berkenan menitipkan kita keturunan;" jawab Bimo yang masih memeluk tubuh nek encim yang masih polos tertutup selimut.


Amin..jawab nek encim.


"Nyai" minta lagi ya..?"pinta Bimo yang tangannya mulai menggerayangi tubuh nek encim.


"Kan tadi udah mas" dua kali malah!" jawab nek encim berusaha menolak permintaan suaminya.


Bisa remuk tulang ku, kalau terus terusan digempur?" pikir nek encim.


Biar nyai cepat hamil, jadi kita harus sering sering bikin nya!" rayu Bimo yang terus mengusap usapkan tangan nya ke payudara nek encim.


"Emang harus gitu ya mas?" tanya nek encim yang mau saja di bodohin suami berondong nya.


"Iya nyai!" jawab Bimo yang langsung melancarkan aksinya pada nek encim.


*******


Sementara didepan rumah nek encim, terlihat seorang laki laki dengan seorang anak perempuan yang masih berusia sebelas tahun duduk kedinginan karena diterpa air hujan.


Pak bude encim ko nggak ngebukain pintunya? gendis udah nggak tahan pak dingin!" ucap gendis yang meringkuk dalam dekapan ayahnya.


Bapak nggak tau nduk..barangkali budemu ketiduran!" jawab Paijo sambil merapatkan selimut tipis ketubuh putrinya.


Pak Ilham yang baru pulang dari Rumah temannya tersentak kaget melihat Paijo dan putrinya duduk meringkuk di depan rumah nek encim.


Paijo kamu ngapain hujan hujan seperti itu? encim kemana ko pintunya nggak di buka?" tanya pak Ilham yang langsung mendekati Paijo dan putrinya.


"Ndak tau mas, sejak tadi sudah saya gedor gedor tapi nggak dibukain, mungkin sudah tidur orangnya!"jawab Paijo.

__ADS_1


Ya udah ayo kerumah ku aja, kasian anak mu kedinginan disini!" ajak pak Ilham yang kebetulan membawa payung berukuran jumbo.


"Iya pak!" kata Paijo yang langsung mengendong anaknya ikut bersama pak Ilham.


Asalamualaikum ..


Waalaikum salam..Lo mas ko Paijo bisa sama kamu?" tanya nek Inayah.


Dia mas temukan sedang meringkuk di depan rumah si encim, sementara encim nggak ngebukain pintunya!"jawab pak Ilham.


"Masuk Paijo, kalian udah makan nggak?" tanya nek Inayah.


"Belum mbak, saya kecopetan mbak tadi dijalan, jadi sejak siang kami nggak makan. jawab Paijo yang wajahnya tertunduk malu.


Ya udah ayo kedapur, kebetulan saya masak banyak tadi ajak.. nek Inayah pada Paijo.


Ilham duduk makan bersama Paijo dan anaknya, sementara nek Inayah menatap kearah anak Paijo yang makan begitu lahap dengan tatapan iba nya.


Istrimu mana Paijo ko nggak ikut? tanya Bu Inayah.


"Ko encim nggak ada cerita ya? tanya nek Inayah yang terlihat bingung.


Mbak yu encim juga Ndak tau mbak, karena ponsel saya hilang dan saya nggak bisa ngubungin mbak encim..jawab Paijo lagi.


Nek Inayah membelai rambut gendis penuh sayang..kasian kamu nak masih kecil sudah kehilangan ibumu..ucap nek encim.


"Mari Paijo saya antar kekamar!" kata nek Inayah yang berjalan menuju kamar tamu.


Paijo menuntun anaknya mengikuti langkah nek Inayah yang menunjukan kamar untuk Paijo.


Silahkan istirahat Paijo kata nek inayah .


"Iya mbak" terima kasih!" jawab Paijo yang langsung masuk kekamar dan membaringkan tubuh gendis kekasur.

__ADS_1


Pagi telah tiba nek Inayah mengantarkan Paijo dan anaknya kerumah nek encim bersama Nirmala.


Asalamualaikum" encim.


Waalaikum salam"Inayah..jawab nek encim yang lagi duduk di ruang tamu rumahnya dengan tongkat disamping kursinya.


"Lo Paijo" ko kamu ada disini?" tanya nek encim kaget.


"Iya mbak" dikampung Saya nggak bisa kerja karena gendis nangis terus, sejak ibunya meningal dua Minggu yang lalu,jadi terpaksa saya ajak kesini aja biar dia nggak sedih lagi.. jawab Paijo.


Ko kamu nggak ngubungin mbak sih, dan ngasih tau mbak kalau istrimu meningal? tanya nek encim.


Ponsel ku hilang mbak, makanya nggak bisa ngasih tau mbak!" jawab Paijo dengan wajah terlihat sedih.


Dari tadi nek encim nanya aja, disuruh duduk dulu Napa!" omel Nirmala yang langsung duduk di depan nek encim.


"Maaf Mala" nenek lupa, soalnya Paijo datang tiba tiba.. jawab nek encim .


Bentar ya aku ambilkan air minum dulu!" kata nek encim yang berusaha berjalan mengunakan tongkat .


Kamu kenapa encim, ko jalannya seperti itik habis bertelor gitu?" tanya nek Inayah.


"Biasa lah inayah, aku jadi korban berondong perkasa !"jawab nek encim.


Kamu itu kalau nggak kuat ya nggak usah dipaksa, jadinya berjalan seperti orang habis diperkosa kan..omel nek Inayah.


"Bukannya iba, malah ceramah aja kamu Inayah! oceh nek encim dengan wajah terlihat sewot.


Ya salah siapa nikah sama berondong perkasa, aku aja sama mas Ilham yang udah tua juga nggak segitunya.. jawab nek Inayah.


Dari tadi berdebat aja, kapan ngambil air minumnya..mending Mala aja yang ambil. nungu nek encim sampai lebaran kuda juga nggak bakal ada minumannya, jalan aja seperti perawan habis diperkosa.. omel Nirmala yang langsung berjalan kedapur mengambil apa saja yang ada.


Ini minimnya pakde Paijo, ini untuk nek Inayah, dan ini untuk gendis, air putih untuk nek encim. kata Nirmala

__ADS_1


Ko nenek cuma dikasih air putih sih Mala?"


Biar nek encim cepat dapat anak?" nya jawab nirmala.


__ADS_2