KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Kehilangan


__ADS_3

Nirmala terdiam dengan Air mata yang tidak berhenti mengalir di pipinya menatap ke arah makam nek Inayah yang sudah ditimbun tanah dua jam yang lalu dengan perasaan sedih juga kalut.


Sementara di tempat yang sama namun di seberang Nirmala. terlihat Audy yang dipeluk Josep dalam kondisi terus menangis memangil ibu tiada henti, hingga keberadaan Keysa serta Nia yang duduk di pusaran nek Inayah juga tidak mampu membendung air matanya mengenang kebersamaan mereka dengan nek Inayah selama ini.


"Sayang, mari kita pulang. hari sudah mulai senja bukannya nanti malam akan di adakan tahlilan untuk nek Inayah." bisik aki Rahmat di telinga Nirmala.


"Mala, masih inggin di sini Abang. Mala nggak mau ninggalin nek Inayah sendirian disini, nenek pasti kesepian juga kedinginan Abang.!" tolak Nirmala yang tetap bersimpuh di depan pusaran nek Inayah.


Sebaiknya kita pulang sekarang. biarkan nenek mu tenang disana Mala, jangan Bebani nenek mu dengan ratap kesedihan seperti ini nenek mu akan tersiksa disana ayo Audy kita pulang." paksa pak Ilham sambil memeluk Audy yang terlihat rapuh.


Audy terpaksa menuruti keinginan ayah nya saat mendengar ucapan ayahnya begitu juga Nirmala yang langsung berjalan mendahului orang tua nya menuju mobil .


"Kami pulang nek," semoga semua amal ibadah nenek diterima di sisi nya." doa Nirmala dalam hati sebelum masuk.kedalam mobil diikuti aki Rahmat .


Tiba di rumah Nirmala kembali menangis saat melihat foto terakhir nek Inayah saat acara tujuh bulanan nek encim beberapa bulan yang lalu.


"Nenek." teriak Nirmala sambil mengusap wajah nek Inayah yang terlihat tersenyum bahagia didalam foto tersebut.


"Mala, jangan sepeti ini lagi. nenek sakit melihat kamu terus menangis seperti ini." tegur nek encim yang berusaha menghibur Nirmala.

__ADS_1


"Nek Inayah, udah nggak ada nek. Mala merasa belum cukup berbakti pada nek Inayah .


"Nenek paham Mala, tapi ini sudah takdir." kita hanya bisa mendoakan agar nenek mu mendapat kan tempat yang layak di sisi nya jika kalian terus meratap seperti ini yang ada nenekmu akan tersiksa di sana.


Iya nek, Mala akan berusaha untuk menerima nya meski sulit sekalipun. semoga nek Inayah di Ampuni dosa dosa nya ya nek." ucap Nirmala sambil memeluk nek encim.


Iya Mala, mari kita berdoa bersama untuk Inayah semoga semua kebaikan nya mendapatkan balasan yang sempurna disana." ujar nek encim yang langsung memapah Nirmala menuju kamar nya.


"Rahmat, hibur istri mu. jangan biarkan dia terus melamun atau pun menangis, nenek tidak mau jika dia jatuh sakit." pinta nek.encim langsung keluar dari kamar Nirmala.


Aki Rahmat yang mendengar perintah nek encim langsung Masuk kekamar dan memeluk Nirmala.


"Abang, Mala mau tidur," Mala lelah. tapi Abang peluk ya Mala mau tidur dalam pelukan Abang." pinta Nirmala yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sementara di kamar nek Inayah. Terlihat pak Ilham yang berbaring dengan memeluk foto serta baju yang dipakai nek Inayah sebelum berganti saat pergi ke kondangan dengan mata terpejam namun tetesan air mata yang tidak berhenti mengalir di pipinya .


"Inayah, kenapa kamu meningal kan ku secepat ini. bukanya kamu sudah berjanji jika pergi akan membawa ku serta tapi ini apa kamu pergi sendiri, janji mu palsu Inayah!"0 desis pak Ilham yang terlihat begitu rapuh.


***********

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Tanpa terasa sudah tujuh hari berlalu sejak kematian Nek Inayah pak Ilham yang dulu selalu bersemangat saat bekerja di ladang kini kerja nya hanya melamun mengenang istri tercintanya.


"Inayah, bagai mana kabar mu disana.?" apa kamu bahagia disana tanpa aku inayah, apa kamu senang disana Inayah." di sini aku tersiksa tanpa kamu Inayah, tidak ada lagi yang bisa memasakan bekal seenak masakan mu, tidak ada lagi canda tawa mu yang bisa menghibur ku di saat aku merasa lelah.!" gumam pak Ilham sambil mengenang masa lalu nya.


Masih terbayang di pelupuk mata pak Ilham saat ia pulang ke desa kelahirannya setelah menyelesaikan studi nya di kota dengan gelar sebagai insinyur pertanian.


Saat pertama kali pak Ilham melihat Inayah muda yang sedang berjalan bersama suaminya, menuju Rumah mereka yang berada tepat di depan rumah orang tua pak Ilham.


"Kamu, ngapain ilham. ko berdiri di depan rumah sejak tadi apa kamu tidak kebun.?"tanya ayah ilhma muda yang sedang memangil cangkul.


Nggak apa apa pak," pengen aja.!" jawab ilham muda yang langsung berlalu masuk kedalam rumah orang tuanya.


"Bu, apa Inayah itu putri nya pak Rejo.?" tanya Ilham pada ibunya yang sibuk memasak di dapur.


"Iya, dia Inayah anak pak Rejo yang istrinya keturunan India itu. emang kenapa nak.?"tanya balik ibunya Ilham.


Nggak apa apa Bu, dia cantik sekali padahal dulu jelek banget suka main di lumpur .

__ADS_1


"Kamu ini, itu kan dulu. sekarang dia primadona kampung kita loh, tapi sayang nya dia udah nikah sama anak pak lurah jadi yah gitu.!" banyak pemuda desa yang kecewa juga sakit hati tapi tidak bisa berbuat apa apa Karena tidak berani melawan anak pak lurah yang sombong itu.


Gitu ya Bu.!" gumam pak Ilham yang hanya bisa menghela nafas sedih karena wanita pujaan nya sudah menjadi milik orang lain.


__ADS_2