
Nirmala yang baru selesai mandi junub karena tadi malam bekerja keras melayani aki Rahmat yang semakin menggila meski usia sudah beranjak senja. Nirmala terkaget mendengar dobrakan di pintu kamarnya seperti ada maling yang mau kabur dari sergapan polisi.
"Mala keluar!" teriak nek Encim yang terdengar kencang.
Mala yang baru selesai memakai pakaian langsung membuka pintu, tanpa sempat membangunkan suami tuanya yang masih tertidur pulas dengan selimut kembang kembang yang menutupi tubuh polosnya.
"Ada apa sih nek, pagi pagi berisik banget. omel Nirmala yang terlihat kesal.
Pagi apanya,ini udah jam sepuluh. kalau pagi itu jam setengah enam.! jawab Nek Encim yang langsung menerobos masuk kedalam kamar Nirmala.
Nenek mau ngapain masuk kekamar Mala.? tanya Nirmala yang heran melihat tingkah nek Encim.
Ada yang mau nenek bicarakan sama kamu tapi nenek nggak mau sampai didengar orang luar!"kata nek Encim sambil berbisik.
Emang nenek teriak tadi yang lain pada nggak denger apa?" tanya Nirmala.
"Nggak" kan mamamu sama Inayah lagi ke kondangan anak anak kamu dibawa semua.
Kalau gitu ngapain mesti ngomong dikamar Mala sih, diluar kan juga bisa? omel Nirmala.
"Iya yah, nenek lupa habis sangking paniknya ini..keluh nek encim yang langsung menepuk keningnya.
"Mala" suami mu ko masih tidur sih ini kan udah siang!. oceh nek Encim.
Biarin ajalah nek, dia mau tidur Ampe Malam juga biarin aja. jawab Mala acuh.
"Mala, tiang listrik suami mu ko keatas itu. ucap nek Encim menunjuk kearah pulau tengah aki Rahmat yang menonjol
Nirmala yang menyadari itu langsung menyeret Nek encim, keluar dari kamarnya dan membawanya kearah taman samping rumah nek Inayah.
Mala kayanya Ular sanca peliharaan suami mu lebih Perkasa dari pada ular kadut suaminku ucap nek Encim yang melamun membandingkan ular sanca dan ular kadut.
Udah nggak usah ngebahas ular sanca dan ular kadut lagi. sekarang jelaskan kenapa nenek mengedor pintu kamar Mala seperti maling yang mau kabur dari sergapan polisi. tegur Nirmala.
"Begini mala, nenek kan udah tua dan suami nenek masih muda, nenek takut karena perbedaan usia yang jauh nanti mas Bimo nyari perempuan lain agar bisa mendapatkan keturunan..jadi nenek mohon bantuan kamu tolong Carikan bidan atau apalah agar nenek bisa hamil..tolong ya Mala" sekarang nenek mau pulang dulu, karena ngelihat melihat ular sanca nenek jadi pengen. ngelihat ular kadut dirumah!.ucap nek Encim yang langsung berlari pulang kerumahnya.
__ADS_1
Nirmala yang masih duduk di kursi taman hanya terbengong menyaksikan tingkah nek Encim yang lebih parah dari remaja yang baru puber.
Nirmala berjalan bolak balik dari depan kebelakang.
"Mala, kamu kenapa ko seperti setrikaan yang lagi merapikan kain sih? tanya Audy yang baru pulang.
Anak anak Mala mana ma? ko nggak ada satu pun?" tanya Nirmala.
Kamu ditanya malah balik nanya gimana sih. omel nek Inayah yang mengandeng anak bungsu Nirmala.
He.. he.. he..!Maaf nek, habis Mala panik nggak ngelihat anak anaknya Mala
ucap Nirmala sambil nyengir.
Audy terduduk di ruang keluarga dengan meminum jus buatan Nirmala.
Tadi nek Encim kemari nek!" adu Nirmala pada nek Inayah.
Mau ngapain dia kesini, pasti bikin masalah lagi. tebak nek inayah.
Maksudnya gimana nek..ko nenek bisa nebak kaya gitu?tanya Nirmala
"Iya Mala, Anak anak mu bikin malu kita..jadi terpaksa kita pulang lebih cepat.! sambung nek Inayah yang memeluk putri bungsu Nirmala yang lebih manja sama nek Inayah dari pada Nirmala.
Dari tadi ngomong mutar mutar tanpa ada kejelasan gimana sih!"omel Nirmala.
Anak anak mu dititipi uang untuk ngamplop sama si Encim, tapi dengan syarat Mereka di kasih kresek satu satu agar mereka memasukan lauk pauk disana untuk dibawa pulang..bikin malu kan ulah anak anakmu itu
oceh nek Inayah.
Terus sekarang mereka kemana ne?" tanya Nirmala.
Lagi ngumpul di rumah Si encim. jawab nek Inayah.
Tadi nek Encim juga kemari nek, dia mau minta tolong sama Mala, untuk nyari kan bidan atau apa yang bisa bikin nek Encim hamil lagi adu Nirmala.
__ADS_1
Otak si encim terbuat dari apa sih? ko bisa punya keinginan yang aneh aneh seperti itu omel nek Inayah..
Terbuat dari plastik yang di daur ulang Bu. jawab Audy asal.
"Iya kamu bener Audy, makanya mikirnya aneh aneh. mana ada usia sudah bau tanah kuburan tapi masih mengharap punya keturunan bikin pusing aja!" kata nek Inayah
Mala....Mala...Teriak nek Encim yang berjalan seperti kura kura yang membawa rumahnya.
"Ada apa lagi si nek?"tanya Nirmala yang melihat nek Encim berjalan dengan di tuntun anak anak Nirmala.
"Kamu kenapa lagi si Encim? tanya nek Inayah.
"Kalian sudah pulang ya,? tanya nek Encim yang langsung duduk di kursi tamu.
Iya kita terpaksa pulang karena Amanat gila kamu pada cicit cicit ku..omel nek Inayah sementara Audy hanya terduduk diam dengan menompang dagu.
Jangan marah dong inayah, kan aku nggak pergi. tapi tetap nitip amlop jadinya rugi ngasih tapi nggak nyicip makanan disana. wajar dong kalau aku ngasih amanat kaya gitu sama anaknya Nirmala.
Iya tapi amanat mu bikin kita malu, masa anaknya Nirmala langsung masukin lauk kedalam kresek, dengan alsan kamu lagi ngidam pengen makan lauk yang ada disana tapi nggak bisa pergi karena pantat mu bisulan...apa nggak ada alasan yang lebih elite dari itu!" omel nek inayah dengan raut muka masam.
Memalukan dari mananya, kan yang jadi alsana mereka itu aku, bukan kamu!" jawab nek Encim tak mau kalah.
"Ya udah terserah kamu, bikin kesal aja dari tadi, sekarang kamu kemari mau ngapain lagi..tanya nek Inayah.
Pinggang ku sakit, tubuhku juga gemetaran semua gara gara tiang listrik suami Nirmala..ucap nek Encim
"Haaaah..!sejak kapan Rahmat punya tiang listrik Mala? tanya Audy yang bingung.
Nirmala hanya mengedikan bahunya tanpa menjawab sama sekali.
Apa hubungan nya tiang listrik Rahmat sama jalan mu yang seperti kura kura itu?" tanya nek Inayah lagi
"Adalah, karena ngelihat tiang listrik di pulau tengah si Rahmat, aku pulang terus kuda kudaan sama suamiku..hasilnya pinggangku sakit kaya gini. oceh nek Encim tanpa rasa malu sama sekali.
Itu bukan salah Rahmat, tapi salah mu sendiri. kuda kudaan di siang hari jadinya sakit lagi kan..makanya kalau mau kuda kudaan sama si Bimo ingat umur, jangan dipaksakan kalau akhirnya bikin sakit pinggang..ucap nek inyaha menasehati.
__ADS_1
Sudah terlanjur Inayah mau gimana lagi..
Nasip punya suami brondongnya harus rela kaya gini..jawab nek Encim pasrah.