
Sejak pagi nek encim merengek pengen melihat perkebunan Pak Ilham yang sedang berbuah lebat dengan penuh semangat.. nek encim di antar fatar pergi mengendarai motor metik milik pak Ilham, sementara Nirmala dan Audy sedang sibuk menjaga anak anak Nirmala yang sejak tadi bermain di sungai buatan di sawah milik pak Ilham.
"Mala" mangga itu kayanya sudah matang, coba kamu lempar pake ranting itu. perintah Audy.
Nggak mau ma, Mala kapok dulu pernah ambil buah mangga ujung ujung Mala dikejar lebah..jawab nirmala.
Nina sama akia ko nggak sampai sampai sih Mala, apa fatar lupa kalau kita lagi disawah?" tanya Audy yang sejak tadi selalu melirik kearah jalan raya.
Nggak tau mah Mala juga bingung..jawab Nirmala.
"Mala"suruh aja anakmu ngambil buah mangga mereka kan gesit!" suruh Audy..
Ntar kalau ada lebah nya gimana mah, Mala nggak mau mereka kena serang lebah kaya Mala dulu!" tolak Nirmala.
Suruh aja mereka menjauh dari sarang lebah itu saran Audy dengan mata berbinar.
Nano, Nino, Akbar. ambilakan mami buah mangga yang matang itu..pinta Nirmala.
"Oke mi siap. jawab anak anaknya.. sambil berlari kearah pohon mangga.
Nino berhasil memanjat pohon mangga diikuti dua saudaranya.
"Mami tangkap!" teriak Nino dari atas pohon.
Hati hati kalau ada sarang lebah jangan didekati ya nak..pesan Nirmala yang sibuk mengumpulkan buah mangga yang masak.
Sudah cukup sekarang kalian turun, ayo kita pulang hari sudah mulai siang besok besok baru kita main kesini lagi.. ucap Nirmala.
Yah mi ko cuma sebentar sih, kita kan belum puas mandinya..keluh anak anak Nirmala.
__ADS_1
Pulang atau mami hukum kalian!" ancam nirmala dengan mata melotot.
Mami ih nggak asik, selalu aja ngancam..omel anak anaknya yang mengambil baju masing masing..
Kriiiiiiiiiiiiing..
Halo nina kamu dimana?" tanya Nirmala saat mengangkat ponselnya yang berdering.
Mami kesini sekarang eyang encim mau dinikahkan sekarang. adu Nina .
"Apa, bagai mana bisa, kalian dimana sekarang? tanya Nirmala bingung.
Kami dipasar buah mi..sekarang kami di pos satpam.. kata Nina dengan suara terdengar bergetar.
Ya udah mami kesana sekarang, kalian jangan kemana-mana ya..pesan Nirmala dengan wajah paniknya.
"Kenapa Mala?" tanya Audy.
Kamu yang bener aja Mala. mana mungkin nek encim mu itu akan dinikahkan, dia kan udah tua..meski secara pisik nggak. omel Audy.
Nggak tau ma, tadi Nina ngomongnya begitu makanya kita harus mastiin sekarang. ucap Nirmala yang membawa mobilnya dengan cepat.
Tiba di pasar buah Nirmala melihat begitu banyak kerumunan orang di depan pos keamanan pasar.
"Permisi!"ucap Nirmala sambil berusaha masuk kedalam pos itu.
Nirmala yang baru sampai didepan pintu tersentak kaget saat mendengar ucapan kata sah.. dari beberapa warga yang ada didalam ruangan itu termasuk nek Inayah dan pak Ilham.
Nek ada apa ini, ko nek encim nikah mendadak gini?"tanya Nirmala bingung.
__ADS_1
Nanti aja dirumah ngejelasinnya, sekarang ayo kita pulang kata nek Inayah.
Tiba di rumah nek encim menuntun Suaminya yang berusia sembilan belas tahun masuk kedalam rumah nek Inayah .
Nirmala dan Audy semakin penasaran dengan tingkah suami nek encim yang terlihat seperti orang buta.
Nek sebenarnya ada apa, kenapa nek encim bisa dinikahin secara dadakan seperti ini sih?" tanya Nirmala yang sejak tadi penasaran.
Encim di gerebek karena berduaan dengan suaminya didalam toilet umum di pasar buah. petugas kebersihan disana yang mergokin ya akhirnya mereka dinikahkan paksa.. jawab nek Inayah yang juga tak habis pikir dengan tingkah nek encim.
Nek encim ngapain di toilet umum berduaan sama berondong tangung itu?" tanya Nirmala.
Nenek kan lagi habis membeli buah untuk oleh oleh pulang kejakarta, nah pas nenek baru keluar dari toilet nenek dengar teriakan dari toilet sebelah. karena penasaran nenek nanya ada apa suami nenek yang sekarang bilang tolong bantuin barangnya kejepit resleting celana jadi ya nenek bantuin..
Tapi petugas kebersihan salah paham katanya nenek berbuat mesum di toilet, jadi kami digiring ke pos keamanan dan langsung dinikahin!" gitu Mala ceritanya adu nek encim.
Emang dia nggak bisa melepaskan sendiri apa Bu?" tanya Audy yang sejak tadi diam.
Dia buta Audy, makanya dia nggak bisa melepaskan sendiri.. jawab nek encim lagi.
Keluarganya ko ngijinin nek, anaknya nikah sama nenek?" tanya Aki Rahmat yang juga penasaran.
Keluarganya yang malah maksa, katanya biar nggak ada beban lagi..jadi mereka juga ikut andil memaksa nek encim nikah sama suaminya. jawab nek Inayah.
"Inayah"sekarang aku nggak sendirian lagi. aku udah punya suami, berondong lagi. kamu kalah eksis sekarang dengan ku..ucap nek encim dengan senyum bangga nya..
Sebahagia Lo aja deh encim, awas aja ntar malam pinggang Lo encok karena kebanyakan gerak.. ledek nek Inayah sambil tersenyum geli.
Nggak apa apa!" kan ada jamu agar aku kuat jawab nek encim tanpa mau mengalah.
__ADS_1
Sekarang ajak tuh suami mu kekamar biar bisa bersih bersih..nanti malam kita adakan selamatan untuk pernikahan kamu yang sekarang..kata nek Inayah yang langsung berlalu kearah dapur.