
"Mala"beliin toge dua kilo. pinta nek Inayah yang sedang menyiram tanaman dihalaman rumahnya.
Nggak ada yang lain apa nek?"Mala malu tiap hari beli toge melulu..jawab Nirmala yang wajahnya mayun.
"Nggak ada" cuma toge yang bisa menyuburkan kandungan. nenek nggak boleh kalah dari si encim, lihat encim perutnya udah keliatan besar!" ucap nek Inayah.
Kenapa nggak nenek aja yang beli kepasar, Mala udah kepalang malu.. nek bantah Nirmala
Nenek sibuk banyak kerjaan. apa lagi kakek mu juga sibuk mencalonkan diri untuk jadi kepala desa, jadi kamu aja yang kepasar.. perintah nek Inayah tetap ngeyel.
"asalamualaikum Mala" pangil nek encim yang datang bersama suaminya.
Waalaikum salam" jawab Nirmala dengan wajah malas nya.
Mala kamu kepasaran kan, tolong beliin barang untuk mini market nenek ya "pinta nek encim.
"Maaf nek encim" Mala nggak kepasar Mala mau honeymoon sama suami Mala meski udah kadaluarsa.jawab Nirmala
Yah terus siapa dong yang belanja untuk mini market nenek, isinya udah banyak yang kosong Mala" keluh nek encim dengan wajah menghiba.
Suruh suami nenek aja, Mala beneran nggak bisa maaf ya nek" Mala pergi dulu. ujar Nirmala yang langsung ngacir kekamarnya.
Loh encim" Mala mana? tanya nek inayah yang baru keluar dari kamarnya.
Mala lagi honey moon sama suaminya, aku pulang dulu aja deh Inayah!" ujar nek encim yang berjalan tertatih tatih karena usia kandungannya sudah memasuki empat bulan dengan kondisi janin kembar.
"Mala" bener bener deh"awas aja nanti akan aku kasih dia pelajaran. omel nek Inayah yang langsung menuju dapurnya.
"Eyang" momi sama papi kemana ko nggak kelihatan?" tanya Nina yang baru pulang dari sekolah.
"Lagi honeymoon" kalian kenapa pulangnya cepat, kalian bolos ya ?"tanya nek Inayah dengan tatapan curiga.
Nggak eyang enak aja, kita disuruh pulang cepat karena gurunya lagi pada rapat. jawab Nina.
Baguslah kalian pulang cepat. Nina kamu kepasar sekarang ya, tolong belikan eyang toge dua kilo ya, ini uangnya. perintah nek Inayah.
"Tapi eyang" kita baru pulang masa ia disuruh kepasar.! tolak Nina.
Kalau kamu nggak mau, eyang nggak akan bikin kah kue kesukaan kalian" ancam nek Inayah.
"Sama aja dengan momi!. selalu ngancam omel Nina yang langsung pergi kepasar.
"Nina" kamu kemana? tanya nek encim.
__ADS_1
Mau kepasar eyang, emang kenapa?"tanya Nina.
Kebetulan" isi mini market eyang banyak yang kosong, tolong kamu belanjakan ya ini catatan nya..pinta nek encim.
"Maaf "eyang, Nina nggak berani pegang uang sebanyak itu dan juga Nina kepasar cuma sama kia, jadi nggak mungkin bisa belanja sebanyak itu..suruh yang lain aja eyang!. tolak Nina yang langsung mengambil sepedanya.
"Nina" eyang mohon tolonglah, nanti eyang kasih upah lima ratus ribu untuk satu orang gimana.rayu nek encim pada Nina.
Ambil aja mbak"kan kita bisa beli apa aja nanti dipasar.. bisik Nia ditelinga Nina.
Tapi siapa yang bawa belanjaannya? kamu kan tau kalau nek encim minta tolong itu pasti banyak barangnya. tolak Nina.
Kita ajak aja ibu sambung gendis mbak" ujar KIA memberi solusi.
Dia kan gila bisa ngamuk nanti di pasar kita yang repot, malas ah!. tolak Nina yang men stater sepeda listriknya.
Nina ini uang nya, ini nota nya, tolong!. ya ucap nek encim yang memaksa memasukan uang dan nota kedalam tas Nina.
"Nina" nggak mau eyang .!tolak Nina.
Ayolah Nina eyang mohon banget kali ini aja.
Masalahnya nggak ada yang bisa disuruh bawa barang nya eyang tolong ngertiin kondisi kita.
Oke kalau emang gitu, tolong eyang Pangilin kakek pakde Paijo sama istrinya, sekalian om bimo nya biar semua mudah.
"Paijo" ajak istrimu kepasar Temanin Nina belanja.! perintah nek encim.
"Iya mbak yu" ayo sayang kita kepasar.! ajak paijo pada istrinya
"Nina"kakek pake motor duluan ya ujar Paijo
Iya kek" duluan aja. jawab Nina yang langsung melajukan sepeda listriknya.
Tiba dipasar dengan gesit Nina membeli semua yang di minta nek encim termasuk membeli toge pesanan nek Inayah
Nina sudah selesai nggak belanjanya?" tanya Paijo yang kesulitan membawa barang dalam karung. sementara Aminah nasib nya tidak beda jauh dengan suaminya ditangan nya sudah penuh dengan belanjaan.
"Belum kek" seperti nya akan ada lima karung lagi yang harus dibawa, itu disana Nina titipkan tadi"!ujar Nina menunjuk kesebuah toko yang lumayan besar.
"Kakek" nggak kuat lagi Nina. keluh Paijo.
Nina yang melihat penderitaan Paijo menjadi iba..Gimana caranya bawa karung karung itu ya ..pikir Nina sambil menatap sekeliling.
__ADS_1
Bruuuuk...aduh"jerit Nina yang langsung terjatuh kelantai semen.
"Maaf" ujar seorang anak laki laki berusia lima belas tahun yang diikuti lima orang lelaki bertubuh kekar.
"Kamu tidak apa apa? tanya remaja laki laki itu.
Kaki ku sakit, aku nggak bisa membawa barang untuk dibawa pulang.. keluh Nina dengan akting seperti orang kesakitan.
Mana barangnya? biar anak buah saya yang mengantarkan nya!.ujar anak remaja itu.
"Itu" tunjuk Nina pada sebuah toko.
Kalian angkat barang itu dan antarkan kerumah nona muda ini. perintah remaja itu.
"Tapi tuan muda!. kami tidak bisa meninggalkan tuan muda Disni sendirian.bantah anak buahnya.
"Bodoh" tentu saja aku akan ikut kalian.. bentak remaja itu sambil membantu Nina berjalan
"Baik tuan muda" ujar anak buahnya yang langsung berlari ke toko itu diikuti Nina dan remaja itu.
Kenalkan nama ku Andre Jumali, putra bapak Jumali bupati sini.! ujar Andre dengan wajah bangga nya.
"Saya Nina" jawab Nina pelan.
Tiba dirumah nek encim.
Eyang ini belanjaannya.
"Iya.! mereka siapa Nina?"tanya nek encim bingung melihat seorang remaja yang datang bersama lima orang berwajah menyeramkan .
Saya Andre nek, saya anak bupati sini dan saya kemari membantu calon istri masa depan saya membawa barang nenek.! ujar Andre.
Apaaa..! Nina apa itu benar? tanya nek encim yang tersentak kaget.
"Bohong nek" Nina aja baru kenal tadi dipasar.! bantah Nina.
Karena kamu sudah naik mobil mahal ku. maka kamu harus mau menjadi calon istri masa depan ku, tidak ada penolakan. kalau kamu tidak mau akan saya adukan ke ayahku.! ancam remaja itu.
"Adukan saja" siapa juga yang mau sama kamu.! balas Nina yang langsung ngeloyor pulang membawa toge pesanan nek Inayah.
Ayo kita pulang kita temui orang tua ku,, bagai mana pun juga aku mau gadis cantik tadi menjadi tunangan ku.! ujar remaja itu dengan angkuh.
"Gawat" aku harus melaporkan ini pada Nirmala.! gumam nek encim yang langsung berlari menuju rumah nek Inayah tanpa memperdulikan jika ia sedang berbadan dua.
__ADS_1
"Nyai" jangan lari nanti anak kita prematur. teriak Bimo yang mengejar nek encim.