KELUARGA SOMPLAK

KELUARGA SOMPLAK
Hilangnya gendis


__ADS_3

Mentari bersinar begitu terik hingga tubuh Bimo dan Paijo Bermandi peluh. tanpa memperdulikan peluh yang membanjiri tubuh. Bimo dan Paijo begitu semangat menanam kedelai hitam di kebun milik nek encim.


"mas" istirahat dulu.! pangil nek encim pada suaminya..


"Sebentar lagi nyai!"jawab Bimo yang masih semangat mencangkul.


Nek encim duduk di pondok tepi kebun sambil menatap makanan di atas bale bambu.


"Mas Paijo" kita istirahat sekarang aja, sepertinya hari sudah sangat siang" ucap Bimo.


"Iya mas" jawab Paijo yangenghentikan canhkulan nya..


"Ini mas" kata nek encim memberikan piring berisi nasi serta lauk pauknya.


Enak banget kalau punya istri, ada yang ngurusin makan, di ambilin baju di cuciin..tidur dikelonnin!" ucap paijo dalam hati saat menyaksikan kemesraan Bimo dan nek encim.


Kamu kenapa melamun sih Paijo?" tanya nek encim.


Nggak apa apa mbak yu..jawab Bimo yang langsung melahap makanannya.


"Gendis" mana mbak yu?" tanya Paijo pada nek encim.


Bukanya dia ikut kalian tadi pagi?tanya balik nek encim..


Nggak ada mbak yu!" jawab Paijo yang terlihat panik.


Bentar aku telfon Inayah dulu.. ucap nek encim.


"Halo Inayah" apa gendis ada disitu? tanya nek encim.


"Nggak ada encim, anak Mala disekolah belum pulang..emang dia kemana? tanya nek Inayah balik bertanya.


Aku nggak tau Inayah, tolong bantu cariin gendis. kami akan segera pulang.


asalamualaikum. ucap nek encim yang langsung mematikan ponselnya.


Ayo kita pulang sekarang. mbak takut gendis kenapa Napa..ucap nek encim yang langsung membereskan bekas makan mereka.


"Cepat Paijo"ucap nek encim yang sudah menaiki motor berboncengan dengan Bimo.


Iya mbak yu" jawab Paijo yang ikut maniku motornya.


Tiba dirumah. nek encim langsung berlari kerumahnya nek Inayah tanpa memperdulikan tempat bekal tingal di motor.


"Inayah, Inayah" teriak nek encim yang baru datang.


"Gimana encim, apa ada kabar mengenai gendis. tanya nek Inayah yang baru pulang.


Justru aku kemari inggin menanyakan kabarnya gendis sama kamu" jawab nek encim yang semakin panik.


"Mala" gimana apa kamu ketemu sama gendis?" tanya nek Inayah yang melihat Nirmala baru pulang bersama aki Rahmat.


Nggak ada nek. kita udah nyusurin jalan menuju jalan raya sana. tapi nggak ada jejaknya..jawab Nirmala yang ikutan panik.


Gimana mbak, apa ada kabar tentang gendis? tanya Paijo.


Belum ada jo...ayo kita cari lagi dijalan sana. ajak nek encim yang langsung berlari menuju rumahnya.

__ADS_1


Kita berpencar aja nyarinya.. kata nek Inayah yang langsung mencari suaminya di kolam tambak belakang rumah.


"Abang" ayo kita cari lagi. kata Nirmala yang langsung naik keatas motornya kembali.


Iya sayang jawab aki Rahmat yang langsung menghidupkan motornya.


Mereka mencari dengan berpencar keseluruhan penjuru sudut kota itu tapi tetap tidak ketemu.


Gimana sekarang apa kita lapor polisi aja? tanya Bimo yang terlihat begitu kelelahan


Kita baru bisa melapor ke polisi setelah dua puluh empat jam..ucap Nirmala yang juga terduduk di teras rumah nek encim.


Gendis kamu dimana nak? ucap Paijo yang duduk di tanah sambil menangis.


********


Anak anak Nirmala pulang dari sekolah sambil bercanda ria bersama teman temannya..baru masuk rumah nek Inayah mereka sudah di berondong pertanyaan oleh Nirmala.


Kalian melihat gendis nggak?" tanya Nirmala.


"Nggak momi" emang gendis kemana tanya nano yang langsung duduk di kursi ruang tamu.


Kalau momi tau, momi nggak bakal nanya.. kalian omel Nirmala .


Mas jangan jangan gendis kepasar buat jual belutnya. bisik Akmal pada nano.


Maksudmu belut yang kita pancing di kolam eyang itu?"tanya nano yang juga ikutan berbisik.


"Iya..siapa tau dia udah ngejual yang didapatnya duluan tanpa nunguin kita!" ucap Akmal lagi.


Ayo kita kebelakang rumah nek encim!" ajak nano mengkode adik adiknya.


Emang nggak setia kawan si gendis, awas aja kalau kita sampai ketahuan. oceh Ninoyang terlihat kesal.


"Ayo kita susul" ajak nano yang langsung membungkus belut miliknya diikuti saudaranya.


Mereka berjalan mengendap endap melewati samping rumah dan langsung mencegat mobil gerobak yang lewati dan menaiki mobil itu dengan cepat.


Tiba dipasar anak anak Nirmala melihat Gendis sedang santai santai di atas sebuah kursi .


Gendis" kamu ko jual belutnya nggak nunguin kita sih?"tanya Akmal yang langsung mengelar jualannya.


"Maaf mas Akmal"gendis takut ketahuan jadi ya gendis jual aja duluan!" ucap gendis dengan tingkah malu malunya.


Sementara dirumah Nirmala dan Nek Inayah dibuat panik karena anak anak Nirmala menghilang semuanya tanpa jejak.


"Abang" anak anak hilang. ayo kita cari..teriak Nirmala yang langsung berlari keluar rumah.


Aki Rahmat yang mendengar teriakan Nirmala langsung berlari keluar hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan.


"Abang" ayo cepat.. teriak nirmala tanpa menyadari jika suaminya telanjang dada memperlihatkan bentuk perutnya yang kotat kotak.


"Nirmala" mau kemana? tanya seorang ibu ibu yang baru pulang dari pasar.


Mau nyari anak anak Bu!" jawab Nirmala.


Anak anak mu kan lagi ditempat pelelangan ikan sekarang"ucap ibu ibu itu sambil berlalu melewati Nirmala dan aki Rahmat.

__ADS_1


Kita ketempat pelelangan ikan sekarang Abang" ajak Nirmala pada suaminya.


Tiba di tempat pelelangan ikan Nirmala menahan kekesalan yang sudah di ujung rambut.


"Ngapain kalian disini? tanya Nirmala .


"Momi" kami jual belut!" jawab gendis sementara anak anak Nirmala hanya berdiam diri sambil menundukan kepalanya.


"Pulang sekarang" bentak Nirmala .


Semua anak anak Nirmala langsung berhamburan berlari menuju pulang..sementara gendis hanya celingak celinguk tak paham.


"Gendis" ikut momi pulang sekarang!" ajak Nirmala.


"Iya Momi" jawab gendis.


Tiba dirumah Nirmala menatap anak anaknya yang terlihat ketakutan.


Siapa yang nyuruh kalian jualan belut?" tanya Nirmala.


"Tidak ada momi"jawab nano.


Belut siapa yang kalian jual?" kembali Nirmala menanyai anak anaknya.


"Momi, momi tau nggak?" belut kita semua laku keras dengan label nama momi sama Papi Rahmat!" ucap gendis yang baru masuk.


"Gendis" kamu dari mana?"tanya nek encim yang baru datang bersama nek Inayah.


"Dari jualan belut Budhe encim!"jawab gendis yang lugu.


Jadi dari pagi kamu jualan belut kenapa nggak ngasih tau budhe sih?" omel nek encim.


"Maaf bude" gendis takut ketahuan, soalnya belutnya kita ambil dari tambak nya eyang Ilham kemarin"jawab gendis.


Dasar gendis kelewatan polos, jadi ketahuan kan.. dumel Akbar dalam hati.


Tapi belutnya laku keras Lo budhe..gendis kasih label belut momi Mala ternyata banyak yang Suka. jadi gendis banyak uang sekarang" oceh gendis


Kenapa nggak ajak budhe sih? kan budhe juga bisa jual belut milik budhe.. ucap nek encim malah mendukung ulah keponakannya.


"Encim saraf" bukannya dinasehati malah didukung.. omel nek Inayah.


Hee..heee.kan lumayan Inayah ada tambahan. gendis besok jualkan belut Budhe ya..kasih aja label nama budhe pasti laku keras..ucap nek encim percaya diri.


Laku apanya? yang ada nggak ada yang mau beli, karena label nama eyang encim kurang bermutu, jadinya nggak laku..jawab Akmal.


"Ko bisa gitu? tanya nek Inayah yang melupakan kekesalan dihatinya.


Iya eyang Inayah Lebel budhe encim nggak pernah laku, yang paling laris malah label momi Mala, papi Rahmat, sama eyang Inayah..jawab gendis mendahului anak anak Nirmala yang masih ketakutan.


Maksudnya gimana? tanya Nirmala yang ikutan kepo.


Setiap ikan yang kita jual kita kasih lebel nama, misalnya gini momi Belut Nirmala belut Nirmala siapa yang mau beli!" gitu momi jawab nano tanpa melanjutkan cara ia berpromosi


Encim encim, dari dulu kamu nggak pernah bisa ngalahin aku. ucap nek Inayah meledek nek encim.


Ya wajarlah Inayah" kamu blasteran aku orang pribumi, mana bisa menyaingi!" jawab nek encim yang menyadari kekurangannya

__ADS_1


Tumben kamu ngalah? tanya nek Inayah


"karena aku udah insaf!"jawab nek encim yang langsung pulang tanpa berpamitan.


__ADS_2