
Robert segera mengeluarkan semua isi yang ada di dalam kantong boneka doraemon itu ke atas meja, setelah Salman menyerahkan boneka tersebut kepadanya, sehingga semua isi yang ada di dalam kantong boneka tersebut berjatuhan ke atas meja.
Rupanya di dalam kantong boneka tersebut hanya berisikan barang-barang milik Milea saja semacam anting ataupun arloji, membuat Robert nampak murka, "Loh kemana kalungnya?"
Alvin nampak tegang, karena ternyata perkiraannya salah, padahal setahu dia, Milea sering menyimpan barang-barang berharganya disana, "Kalau tidak ada di dalam boneka itu, lalu dimana Milea menyimpan kalung aku?"
"Maafkan kami, Tuan. Kami sudah berusaha untuk mencari kalung itu di tempat yang lain, tapi sayangnya kami mendengar suara sirine polisi?" Salman memohon ampun kepada Robert.
Robert mengerutkan keningnya. "Sirine polisi? Untuk apa polisi datang kesana?"
"Saya juga tidak tahu, Tuan. Hanya saja beberapa hari yang lalu polisi juga pernah kesana untuk melakukan pemeriksaan, mungkin orang tuanya Milea ingin polisi menyelidiki kembali kasus kematian Milea, tapi akhirnya tetap sama, Milea mati karena bunuh diri." jawab Salman.
Robert terdiam sejenak, kemudian dia menghela nafas panjang, "Untuk saat ini kalian jangan dulu pergi ke rumah itu lagi, biar nanti saja setelah situasi mulai aman. Kalian boleh pergi ke markas kalian."
"Baik, Tuan." Salman dan sembilan anggota Tengkorak lainnya pun segera pergi dari mansion yang luas dan megah itu.
__ADS_1
Setelah Salman dan sembilan anggota Tengkorak pergi, kini di mansion tersebut hanya ada Alvin dan Robert. Robert terlihat frustasi sekali karena tidak menemukan kalung tengkorak tersebut, dia takut kalung itu ditemukan oleh polisi, mungkin kalau polisi jeli bisa mengetahui latar belakang kalung itu, tapi kalau tidak jeli, mungkin akan menganggap kalung itu adalah kalung biasa.
"Pa, bagaimana kalau kita mempercepat rencana pernikahan aku dan Felicia? Aku merasa curiga kalau Felicia memiliki pria lain." Alvin berkata dengan nada gugup kepada ayahnya, saat ini mereka sedang berada di ruangan kerja sang ayah.
"Pria lain? Apa maksudmu?" Robert berkata dengan nada tinggi.
"Malam itu, ketika Felicia menghilang, Felicia bilang ke Om Arsen bahwa dia semalaman bersama Milea, padahal kenyataannya tidak. Aku sangat yakin Felicia memiliki pria lain, karena itu aku ingin mempercepat pernikahan kami, sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan yang bisa membuat pernikahan kami batal."
Robert sangat muak mendengarnya, sampai dia melemparkan gelas yang ada di atas meja ke lantai.
Membuat pecahan kaca berhamburan di lantai. Alvin nampak tegang, ayahnya jika marah memang sangat menakutkan.
"Gadis itu mengapa harus berbuat ulah? Seharusnya dia diam saja mengikuti permainanku." Robert tidak akan memaafkan Felicia jika seandainya Felicia berani memilliki pria lain dan mengkhianati putranya.
Alvin memilih diam, karena dia tidak ingin menjadi pelampiasan kemarahan sang ayah.
__ADS_1
Robert meraih ponselnya yang terdapat diatas meja, dia segera menelepon Salman, pria itu masih berada di luar mansionnya.
"Ada apa, Tuan?" terdengar suara Salman begitu mengangkat teleponnya.
"Cari tahu siapa pria yang dekat dengan Felicia, kamu bunuh saja orang itu!" Robert tidak akan membiarkan rencananya gagal dalam menguasai Gerrad Group yang sebentar lagi akan berada di dalam kekuasaannya.
"Baik, Tuan."
Klik!
Setelah menelpon Salman, Robert menatap tajam ke arah Alvin, "Besok kita akan mengadakan makan malam untuk membahas pernikahan kamu dan Felicia yang harus dipercepat. Minggu ini kalian harus menikah." Robert hanya takut Felicia akan mengandung anak dari pria lain, Arsen pasti akan terpaksa memilih pria yang menghamili Felicia, karena dia tahu sifat Arsen sok naif. Karena itu lah dia harus mempercepat rencana pernikahan Felicia dan Alvin.
Alvin tersenyum samar, "Baik, Pa."
"Kamu juga harus bertanggungjawab terhadap kalung itu, karena kalung itu bisa menunjukkan identitas klan kita." Mungkin bisa saja Robert menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan kalung tengkorak yang mereka pakai, tapi tetap saja jika kalung itu ditemukan oleh anggota mafia yang lain, mereka akan tahu siapa pembuat kalung tersebut, yang nantinya akan terhubung dengannya.
__ADS_1
"Iya, Pa. Aku pasti akan mencarinya."