Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 54


__ADS_3

Rupanya ponsel Gleen berada di kamar, sementara saat ini Gleen sedang berada di ruang bawah tanah.


Prang!


Jawaban dari Salman sungguh mengejutkan untuk Gleen, membuat tang yang ada digenggamnya terjatuh ke lantai.


Apakah itu artinya dia dan Felicia saudara?


Rasanya Gleen tak dapat mempercayainya. Pasti Salman berbohong kepadanya, sehingga dia sangat emosi sekali.


Gleen mencengkram kerah baju Salman, mengepalkan tinjunya, lalu dia melayangkan tinju ke wajah Salman lebih dari sepuluh kali.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


"Arrrgghh!" Salman merintih merasakan sakit yang luar biasa, wajahnya telah dipenuhi dengan luka, apalagi punggungnya.


"Kamu pasti bohong!"


"Tidak mungkin dia ayahku!"


"Kamu ingin menipuku heuh!"


Gleen mencengkram kerah baju Salman kembali, deru nafasnya terdengar begitu berat menyiratkan bahwa dia begitu marah.


Salman merasakan tubuh semakin lemas karena badannya dipenuhi luka, "Kenyataannya begitu, Tuan Arsen adalah ayahmu. Bagaimana rasanya tidur dengan adikmu sendiri? Hahaha!" Salman malah ingin memancing emosi Gleen, mungkin dia ingin Gleen segera membunuhnya, agar dia bisa lepas dari penderitaan ini.


Tangan Gleen bergetar, rasanya kepalanya sangat sakit mengetahui kenyataan ini, dia benar-benar belum bisa menerimanya. Dia yakin Salman pasti membohonginya, tidak mungkin Arsen adalah ayahnya.

__ADS_1


Gleen meraih tang kembali yang tergeletak dilantai, dia ingin membuat Salman ketakutan lagi.


Gleen mencengkeram dagu Salman dengan kasar, "Katakan padaku, apalagi yang kamu ketahui tentangku!"


"Hanya itu, hanya itu yang aku tahu."


Gleen yakin Salman pasti mengetahui banyak hal lagi tentangnya. "Aku tidak main-main dengan ucapanku. Aku akan mencabut lidahmu!"


Gleen mencengkram mulut Salman kembali, agar terbuka lebar.


"Jangan! Aku mohon!"


"Baiklah aku akan..."


Prang!


Gleen mendengar sebuah suara kegaduhan di dalam rumahnya, sepertinya ada seseorang yang masuk ke dalam rumahnya. Sehingga dia melepaskan cengkeramannya pada mulut Salman.


Bugh!


Gleen merasakan kepalanya pening ketika ada seseorang yang memukul kepalanya dengan pipa besi, membuat kepalanya mengeluarkan darah.


Gleen segera membalikkan badan, tiba-tiba ada tiga orang muncul menghajar dirinya. Membuat Gleen kewalahan. Ketiga orang memiliki badan yang cukup besar dan sangat terlatih dalam ilmu bela diri.


Gleen menahan satu tangan musuh yang memakai baju hitam, kemudian dia menendangkan kakinya pada musuh berbaju hijau dengan keras, lalu musuh berbaju hitam dia tonjok wajahnya dengan keras, kemudian dia menendang musuh berbaju kuning yang hendak menyerangnya.


Walaupun dia kewalahan, tapi dia telah berhasil menumbangkan satu persatu lawannya.


Rupanya musuh bermunculan kembali dari luar rumah, ada tiga orang berlarian menyerang Gleen dengan membawa pipa besi.


Gleen walaupun merasakan kepalanya sangat pening dan darah terus mengalir di kepalanya, dia terus berusaha untuk bisa bertahan, jangan sampai dia tumbang, dia membawa pipa besi dari tangan salah satu musuh yang berhasil dia tumbangkan.

__ADS_1


Gleen menangkis setiap pipa besi yang hampir saja melukai tubuhnya.


Trang!


Trang!


Trang!


Kemudian dia menendang salah satu musuh yang jaraknya lebih dekat dengannya, tepat ke bagian dada.


Damn!


Membuat musuh tersebut tersungkur ke lantai. Gleen mengayunkan pipa besi, memukul kepalanya.


Bugh!


"Arrghh!"


Gleen berhasil menumbangkan satu musuh lagi, tinggal tersisa dua musuh.


Trang!


Gleen menahan pipa besi yang hampir saja mengenai kepalanya. Dia melawan kedua orang tersebut walaupun tubuhnya terasa melemah. Menangkis setiap serangan yang dilayangkan oleh musuh, balik memukul dengan kekuatan penuh.


Namun...


Jlebb!


Gleen merasakan ada sebuah belati menusuk punggungnyaya. Sehingga darah segar bercucuran keluar dari punggungnya.


Rupanya ada seseorang berdiri dibelakang Gleen, karena di luar sana dan di ruangan yang lain, masih terdapat banyak jumlah musuh yang menggeledah rumahnya Gleen.

__ADS_1


__ADS_2