
Di sebuah rumah, Gleen dan Felicia nampak sibuk, mereka sedang mengecek flashdisk dan juga isi kartu memori milik Milea, rupanya di dalamnya hanya berisi file-file tentang pekerjaan Milea saja.
"Sangat aneh, mengapa Milea seakan menyembunyikan hubungan dia dan kekasihnya, padahal biasanya dia selalu cerita sama aku dan selalu memperlihatkan kemesraan hubungan dia dan mantan-mantannya di Instagram ataupun Facebook." Felicia tak habis pikir mengapa hubungan Milea dan kekasihnya seolah-olah ingin dirahasiakan.
Gleen yang sedang duduk disamping Felicia, dia menanggapi perkataan wanita itu. "Nah itu yang menjadi poin utama, Mengapa Milea ingin merahasiakan hubungan dia dan kekasihnya?" Padahal Gleen sudah tahu pasti, Alvin lah pelakunya, kini yang harus dia cari adalah buktinya yang kongkret untuk membongkar kejahatannya.
Felicia berpikir sejenak, kemudian dia membelalakkan mata. "Apa mungkin Milea adalah seorang selingkuhan? Makanya hubungan dia dan kekasihnya begitu sangat dirahasiakan."
Gleen menganggukkan kepalanya, "Ya, bisa jadi begitu."
Felicia mencoba menekan-nekan pelipisnya, siapa tahu dia bisa mengingat pria mana saja yang dekat dengan Milea akhir-akhir ini. Namun, seingat dia, Milea sedang tidak dekat dengan pria manapun. Hal tersebut membuatnya frustasi.
"Lalu bagaimana dengan kalung itu?" Felicia menunjuk kalung yang ada di dalam genggaman Gleen.
Gleen nampak terdiam, di yakin kalung itu tidak dimiliki oleh sembarangan orang. Simbol Baphomet artinya pengusaha kegelapan, mungkin saja sebuah pertanda bahwa kalung itu pemiliknya adalah seorang anggota dari sebuah klan mafia. Lalu apa arti bandol tengkorak? Apakah sebuah nama klan mafia atau hanya simbol saja? Yang pasti dia harus bertanya soal kalung ini pada Danu, karena Danu pernah bergabung ke dalam dunia mafia.
"Biar aku dan kedua rekanku menyelidikinya. Untuk saat ini aku ingin kamu berpura-pura tidak tahu tentang kalung tengkorak itu, bersikaplah seolah-olah kamu percaya bahwa Milea meninggal karena bunuh diri." Gleen merasa takut keselamatan Felicia akan terancam jika Robert mengetahui bahwa Felicia masih bersikukuh kalau Milea mati bukan karena bunuh diri, apalagi kalau mengetahui bahwa dia dan Felicia sudah mendapatkan kalung tersebut.
__ADS_1
Felicia tak paham mengapa Gleen berkata seperti itu. "Kenapa aku harus melakukannya?"
"Karena mungkin bisa saja tersangkanya ada di sekitarmu, walaupun aku belum bisa memastikan siapa dia, aku harap kamu bisa melakukan apa yang aku minta." Gleen berkata seperti itu dengan sungguh-sungguh.
Tumben sekali Gleen berkata seserius itu, membuat hati Felicia merasa tak karuan. Tapi Felicia berpura-pura bersikap tenang dan dingin. "Hm, oke, aku akan jaga rahasia ini."
Wanita itu pun segera berdiri dari tempat duduknya, "Sudah malam, aku rasa aku harus segera pulang."
Gleen pun ikut berdiri. "Aku pikir kamu mau menginap lagi disini." godanya.
Gleen terdiam menatap ke arah Felicia, dari cara dia berkata, wanita itu nampak bersungguh-sungguh mengatakannya.
"Diantara kita hanya sebatas klien saja, tidak lebih dari itu. Karena itulah jika kamu sudah menemukan bukti dan siapa orang yang membunuh Milea, kamu hubungi asistenku saja."
Kemudian Felicia meletakkan sebuah cek diatas meja. "Aku membayarmu separuhnya dulu, setelah pekerjaanmu selesai, aku akan membayar semuanya."
Felicia tak memberikan kesempatan kepada Gleen untuk berbicara, dia pergi begitu saja dari rumahnya Gleen. Wanita itu benar-benar memperlihatkan sikapnya yang sangat angkuh.
__ADS_1
Gleen hanya tersenyum samar memandangi cek tersebut, semua rayuan yang dia lakukan tak mampu meluluhkan Felicia, padahal biasanya semua wanita yang dia rayu, selalu takluk padanya. Felicia sangat berbeda.
"Sayangnya, aku tidak akan berhenti mengejarmu." ucap Gleen sambil meremas cek tersebut.
Drrrrtt!
Drrrrtt!
Drrrrtt!
Ponsel Gleen berbunyi, Gleen segera meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja. Rupanya bukan pesan untuknya, melainkan ada satu pesan yang dikirim dari seseorang untuk Felicia, karena ponselnya Felicia disadap oleh Gleen.
Dan pesan tersebut dikirim oleh seseorang yang dinamai PAPA oleh Felicia.
[Felicia, sudah malam, cepat pulang! Papa mendapatkan undangan dari Om Robert kalau besok akan ada acara makan malam penting di Restoran Gerrard Signature.]
Gleen pun menyeringai licik, sepertinya dia sudah memiliki rencana untuk besok.
__ADS_1