
30 menit sebelum Gleen berangkat ke Mansion Gerrard.
Gleen telah menceritakan semua masalahnya kepada kedua sahabatnya, yaitu tentang Salman yang mengatakan bahwa Arsen adalah ayah kandungnya.
Gleen memijat-mijat kepalanya yang terasa pening, saat itu tangannya masih terpasang infus, wajahnya nampak pucat. "Rasanya aku benar-benar gila dan sudah menjadi pria paling brengsek karena aku sudah meniduri adikku sendiri."
Danu mengecek data tentang Felicia di laptopnya, "Rupanya kalian lahir di hari, tanggal, dan tahun yang sama. Apa mungkin kalian saudara kembar? Tapi kok tidak mirip ya?" Danu memperhatikan wajah Gleen, lalu pandangannya beralih ke wajah Felicia yang ada di laptopnya.
Alvaro menjawab pertanyaan dari Danu. "Di dunia ini banyak yang kembar tapi tidak mirip, alias kembar fraternal atau tidak indentik."
Danu pun berpikir sejenak tentang apa yang ada di otak kepalanya, kemudian dia berkata, "Apa itu alasan Tuan Arsen merasa tidak kehilangan anak, karena dia tidak tahu istrinya melahirkan bayi kembar?"
"Sebenarnya masuk akal juga. Tapi aku rasa Felicia juga harus melakukan tes DNA, bukan hanya tuan Arsen saja, agar semuanya lebih jelas." Alvaro mencoba memberikan sarannya kepada Gleen.
Gleen masih terdiam, dia benar-benar merasa sangat terpukul dengan kenyataan ini, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan terhadap Felicia kedepannya, "Aku benar-benar gak tahu harus ngapain sekarang. Aku memang ingin tahu siapa orang tuaku, tapi aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Rasanya lebih baik aku sama sekali tidak tahu, padahal baru kali ini aku jatuh cinta pada seorang wanita."
Mengapa harus Felicia yang menjadi saudaranya?
Alvaro yang sedang duduk di pinggiran brankar, dia mengusap pundak Gleen. "Jika aku jadi kamu, hatiku juga pasti akan hancur. Tapi aku sarankan kamu harus datang, kamu harus menyelamatkannya keluarga kamu dari Robert."
__ADS_1
Gleen menganggukkan kepalanya dengan pelan, apa yang dikatakan Alvaro memang benar, dia harus datang ke acara makan malam itu.
"Aku yakin Robert sudah tahu kamu adalah anak kandungnya Tuan Arsen, bersikaplah pura-pura tidak tahu akan hal itu. Aku tahu kamu pandai bersandiwara, Gleen." kini Danu yang memberikan saran kepada Gleen.
Alvaro menanggapi perkataan Danu, "Jika seandainya Robert tahu bahwa Gleen adalah anaknya Tuan Arsen, aku yakin dia tidak akan diam, dia pasti merencanakan sesuatu agar Gleen tidak bertemu dengan Tuan Arsen malam ini. Karena itu kita harus merencanakan sesuatu."
Alvaro merangkul kedua pundak sahabatnya, untuk merencanakan apa yang harus mereka lakukan terhadap anak buahnya Robert.
...****************...
Rupanya kecurigaan mereka benar, saat ini di depan rumah sakit terdapat satu buah mobil minivan yang di dalamnya terdapat 12 orang, sedang mengintai, mereka adalah anggota Tengkorak yang disuruh oleh Robert untuk membunuh Gleen malam ini.
Gleen telah melarikan diri dari rumah sakit, dia masih memakai pakaian pasien, dia pun berhasil masuk ke dalam mobilnya yang berwarna merah itu.
Mobil yang kendarai Gleen melaju dengan begitu kencang, sehingga anak buahnya Robert pun menaikan kecepatan mobil. Dan salah satu diantara mereka ada yang melapor kepada Robert bahwa mereka sedang mengikuti Gleen.
[Kami sedang mengikuti mobilnya Gleen, kami pastikan dia mati malam ini juga, Tuan.]
Namun, saat dipertengahan jalan mereka sedikit terkecoh karena ada sebuah truk memisahkan antara mobil yang dikendarai oleh Gleen dan mobil minivan yang dikendarai oleh anak buahnya Robert.
__ADS_1
"Brengsek, truk sialan!" salah satu anggota Tengkorak mengumpat, dia terpaksa menghentikan mobilnya sebentar karena rambu-rambu lalu lintas menunjukkan lampu merah. Dan mereka tidak mungkin menyerang Gleen di tempat yang ramai, padahal mobil Gleen berada di depan truk tersebut.
Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Gleen dan Alvaro bertukar mobil, karena mobil Alvaro berada pinggir mobilnya Gleen, sehingga kini Alvaro yang berada di mobilnya Gleen.
Dan ketika rambu-rambu lalu lintas menunjukkan lampu hijau, Danu yang mengendarai truk sengaja memperlambat laju truk yang dikendarainya, sehingga membiarkan mobil minivan tersebut menyusulnya dan mengejar mobil yang dikendarai oleh Alvaro, Danu tersenyum kecut, dia mencari jalan pintasan sesuai rencana.
Alvaro sengaja mengendarai mobilnya ke jalan yang sepi, dia malah ingin tertawa karena sukses telah mengecoh anak buahnya Robert. Alvaro melihat ada pertigaan jalan, kemudian dia menyentuh aerpiece yang terpasang di kupingnya, dia memberikan perintah kepada Danu. "Lakukan!"
Alvaro segera belok ke sebelah kiri, sementara mobil yang dikendarai oleh anak buahnya Robert belum sempat belok, mereka terkejut begitu mendengar deru mobil yang begitu keras, rupanya di depan mereka ada sebuah truk yang melaju kencang. Sehingga mereka tidak sempat menghindar.
Brrrmmm...
Brrmmm...
JEGGGERRR!
Terdengar suara dentuman yang begitu keras. Bahkan mobil yang dikendarai oleh anak buahnya Robert kini terguling berkali-kali.
Brug!
__ADS_1
Brug!
Brug!