Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 62


__ADS_3

Sementara itu, Danu meminta kerjasama dengan Maura, untuk membawa ibu dan ayahnya pergi berliburan, karena dia harus menggeledah kamar ibu tirinya itu dengan leluasa.


Danu tidak ingin menekan ibu tirinya dengan berbagai pertanyaan yang membuat ibunya tertekan, bagaimana pun juga Danu sangat menyayangi ibu tirinya seperti ia menyayangi ibu kandungnya sendiri. Dan dia juga yakin Mira pasti tidak akan mau berterus-terang padanya, mungkin saja ada seseorang yang mengancamnya. Sehingga dia harus mencari moment yang tepat, agar dia bisa menggeledah apa yang dia cari di rumahnya dengan leluasa, tanpa dicurigai oleh keluarganya. Karena posisi RM Manda berada di samping rumah.


"Padahal ibu dan ayah mau jualan, mengapa tidak liburan sendiri aja, Maura. Atau sama Danu gih?" Wisnu sangat malas diajak pergi liburan ke pantai oleh Maura.


Tumben hari ini Maura sangat bersikap manja sekali. "Gak mau ah, kalau liburan sama kak Danu, bukannya liburan, aku kayak lagi ospek. Gak boleh ini, gak boleh itu. Banyak ngatur." Kemudian dia menjulurkan lidahnya pada Danu seolah-olah sedang meledek kakak tirinya itu.


Danu hanya menatap Maura dengan tatapan kesal.


"Makanya aku ketularan jomblo, cowok mana yang mau berkencan dengan aku, gara-gara punya abang garang kayak kak Danu." sambung Maura.


Mira dan Wisnu tertawa mendengar perkataan Maura.


"Apa Danu kita jodohkan saja dengan anaknya Pak Udin, tetangga kita?" tanya Wisnu kepada istrinya.


Danu malah mengusir mereka bertiga, "Cepat berangkat, perjalanan ke pantai itu dua jam lho."

__ADS_1


Kemudian Danu menatap Maura, "Menyetir yang benar, Maura!"


"Tenang aja kak, kan aku udah pandai menyetir mobil." jawab Maura, wanita itu terlihat sangat ceria. Memang dia selalu ceria, sifatnya berbeda dengan Felicia, sehingga rasanya Danu tak habis pikir mengapa dia bisa curiga bahwa mereka kakak adik.


Setelah Maura, Mira, dan Wisnu pergi. Danu segera mengirim pesan pada salah satu anggota Athena, karena dia meminta izin kepada Marvin untuk meminta bantuan dari para anggota Athena yang ada di Indonesia.


[Keluargaku sudah berangkat, tolong jaga mereka.]


Tak lama kemudian dia pun mendapatkan sebuah balasan pesan.


[Baik, bos.]


Bos? Danu tersenyum tipis, padahal dia sudah lama tidak bergabung dengan dunia mafia, dan sudah hampir melupakan apa saja yang dia lakukan di dunia hitam itu, tapi ternyata para anggota Athena masih memanggilnya bos.


Ponsel Danu bergetar kembali, rupanya pesan dari Maura.


[Aku sudah menuruti permintaan kak Danu, siapkan imbalan untukku nanti.]

__ADS_1


Danu tersenyum membaca pesan dari Maura, mengapa adik tirinya itu begitu menggemaskan? Dia sangat merasa lega karena Maura mau menuruti permintaannya untuk mengajak ayah dan ibunya pergi liburan ke pantai, tanpa bertanya apa alasannya, walaupun sebenarnya Maura sangat penasaran.


Danu pun mulai melakukan penggeledahan, dia menggeledah semua isi lemari yang ada di kamar ibu dan ayahnya itu, akan tetapi dia tak menemukan apapun yang ada disana.


Tapi Danu tak menyerah, untuk pertama kalinya dia melakukan penggeledahan di rumahnya sendiri, walaupun dia tidak tahu apa yang harus dia temukan.


Kemudian Danu masuk ke dalam sebuah ruangan yang dulu selalu dijadikan gudang, rupanya tempat tersebut begitu bersih sekarang, terdapat lemari besar yang berisikan banyak buku.


Namun, ada sebuah lemari kayu yang sengaja di kunci, sehingga membuat Danu penasaran.


Danu pun mencari sebuah kawat untuk membuka kunci lemari tersebut, dia tekuk ujung kawat sehingga bagian ujungnya dapat mengait. Lalu dia masukkan ujung pengait ke celah antara pinggiran lemari dan tepi pintu, dia tarik kawat secara bersamaan.


Tek!


Pintu lemari pun terbuka.


Danu terkejut ketika melihat apa saja yang ada di dalam lemari tersebut.

__ADS_1


...****************...


...Kalian ingin novel genre apa?...


__ADS_2