Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 42


__ADS_3

Felicia sudah sangat merasa jengkel dengan tindakan Gleen yang berbohong tentang kehamilannya, sehingga dia segera berdiri, berjalan menghampiri Gleen.


"Ayo ikut aku!" Felicia menarik lengan Gleen, dia ingin berbicara berdua dengan pria itu.


Alvin masih terpaku, dia sama sekali tidak menyangka bagaimana bisa dia akan menikah dengan wanita yang kini telah berbadan dua, walaupun dia mencintai Felicia tapi rasanya dia tidak rela jika Felicia mengandung anak dari pria lain, kecuali jika Felicia mengugurkan kandungannya.


Sementara Robert, dia belum bisa berkata apapun, yang pasti saat ini dia ingin sekali membunuh pemuda yang telah mengacaukan acara makan malam ini, membuat emosinya semakin meluap-luap.


Dan Arsen, dia masih terpaku di dalam kebimbangan, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika seandainya Felicia mengandung anak dari pemuda miskin itu. Padahal banyak pria yang menginginkan Felicia, mengapa bisa Felicia kecolongan bersama seorang pemuda urakan seperti Gleen. Dan dia juga sangat malu seakan tidak memiliki muka dihadapan Robert dan Alvin.


"Jika seandainya Felicia memang beneran hamil anak pria itu, saya akan tetap menikahi Felicia, Om. Saya akan bertanggungjawab terhadap anak itu." Alvin berkata dengan begitu gantle, membuat Arsen menatap dengan penuh rasa kagum kepadanya.


Robert pura-pura terlihat kecewa, padahal dia memang tidak akan menyerah, masalah anak, dia bisa membunuh calon bayi yang ada di dalam perut Felicia. "Kalau saya terserah Alvin saja, mungkin Alvin sangat mencintai putrimu, sehingga dia tidak peduli jika selama ini ternyata Felicia sudah mengkhianatinya."


Arsen sedikit menundukan kepalanya, dia belum bisa memberi keputusan apapun, dia menghela nafas dengan begitu berat. "Maafkan saya, Robert. Saya sangat malu sekali kepadamu dan Alvin. Tapi saya belum tahu langkah apa yang harus saya lakukan sekarang, karena itu saya rasa saya harus mengakhiri acara makan malam ini. Nanti kita akan adakan pertemuan lagi setelah aku berbicara dengan Felicia."

__ADS_1


Robert sangat kecewa, rasanya dia ingin sekali menghancurkan semua barang yang ada di restoran tersebut, tapi dia tidak boleh memperlihatkan sisi terburuknya di hadapan calon besannya itu. "Baiklah, aku tunggu kabar baiknya. Aku harap kamu tidak mengecewakan kami."


Robert dan Alvin pun terpaksa harus angkat kaki dari restoran tersebut.


...****************...


Felicia membawa Gleen ke sebuah gudang, dia ingin berbicara empat mata dengan pria itu, tentu saja hal pertama yang Felicia lakukan adalah menginjak kakinya Gleen, membuat Gleen mengaduh kesakitan.


"Apa kamu gila? Kenapa kamu harus bilang kalau aku sedang mengandung anakmu?" Felicia sangat kesal sekali kepada pria itu.


Gleen tak langsung menjawab, karena dia sibuk dengan kakinya yang menjadi korban keganasan Felicia, "Kenapa kamu suka sekali menginjak kakiku?"


Gleen malah tertawa, dia berjalan mendekati Felicia.


"Jangan mendekat, kita berbicara dengan jarak satu meter saja!"

__ADS_1


Tapi Gleen tak mempedulikan protes dari Felicia, sehingga jarak mereka semakin dekat, dan Felicia tidak bisa mundur karena punggungnya sudah mentok di dinding.


Felicia ingin menghajar Gleen lagi, tapi Gleen mengunci tubuhnya, pria itu menatap dengan lekat kedua bola mata Felicia, "Bagaimana kalau kita anggap saja pernikahan kita hanya sandiwara, jujur saja aku juga tidak ingin punya istri kayak macan betina sepertimu, tapi aku harus melindungimu sebagai klienku."


"Maksudmu?" Felicia tak paham dengan perkataan Gleen.


"Alvin, dia adalah orang yang paling dicurigai sebagai tersangka pembunuhan terhadap Milea. Karena itu aku membutuhkanmu untuk mengungkapkan kejahatannya. Jika kita ingin mengetahui sifat asli seorang singa, kita harus membangunkannya." Di dalam pekerjaannya, Gleen memang selalu ditugaskan di lapangan dalam melakukan penyamaran, sehingga kali ini dia harus menyamar menjadi suaminya Felicia.


Felicia nampak tercengang, dia sama sekali tidak merasa curiga terhadap Alvin, mengingat bagaimana tergila-gilanya seorang Alvin kepadanya.


"Saat ini aku belum memiliki bukti yang nyata, karena itu temanku sedang mencaritahu Goldsmith yang membuat bandol tengkorak itu. Tapi bukankah ini menjadi keuntungan untukmu juga, sehingga kamu bisa terlepas dari Alvin? Dan aku bersedia melepaskanmu jika urusan kita telah selesai."


Felicia menatap begitu dalam mata pria yang mengunci tubuhnya itu, baru kali ini Gleen bersikap seserius itu, menandakan bahwa Gleen tidak main-main dengan ucapannya.


...****************...

__ADS_1


...Jika seandainya novel saya terlalu sadis ataupun terlalu panas, mohon konfirmasi langsung saja pada saya atau skip bab bagian itu, tanpa harus melaporkan. Untuk mencapai retensi dan harus mendapatkan penilaian bab terbaik itu susah. Tapi kalau mau melaporkan lagi, ada novel saya yang lebih sadis dan lebih panas lagi yaitu A Dangerous Man dan Terjebak Di Pulau Zombie 😁...


...Dan selamat ulang tahun untuk kak Eni Sofie, semoga panjang umur, selalu diberikan kesehatan, apa yang diimpikan semoga tercapai, dan selalu ada di dalam lindungan-Nya. Mari kita bersulang dan makan bersama di rumah masing-masing hehe 🙏...


__ADS_2