Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 41


__ADS_3

"Aku datang kesini untuk bertemu dengan calon mertuaku." Gleen menjawab pertanyaan dari Robert, pria itu berdiri dihadapan Robert, menatap tajam ke arahnya.


Tentu saja perkataan Gleen membuat semua orang yang ada disana terkejut, termasuk Arsen dan Felicia. Felicia sama sekali tidak menyangka bahwa Gleen akan nekad datang ke acara makan malam yang sangat penting ini.


Sementara Arsen, dia nampak tercengang ketika mendengar perkataan Gleen yang bilang bahwa pria itu datang ke restoran untuk bertemu dengan dirinya, sampai memanggilnya calon mertua. Melihat dari penampilannya saja, dia sangat tahu bahwa pria itu tak sepadan dengannya, sama sekali tidak pantas bersanding dengan putrinya.


Robert menjadi curiga, mungkin saja pemuda dihadapannya itu adalah selingkuhannya Felicia, sehingga tangannya terkepal kuat, menahan amarah yang begitu menggebu di dalam dada. Dia tidak rela jika seandainya rencananya untuk menjadi besan Arsen harus hancur lebur gara-gara kehadiran pria asing itu, padahal dia sudah merencanakannya sejak lama.


"Lebih baik sekarang kamu keluar dari sini!" Robert mengusir Gleen dengan nada tinggi, dengan memperlihatkan jari telunjuknya mengarah ke arah pintu.


Gleen Fernando, dia adalah seorang pemuda yang pantang menyerah, dia pasti akan melakukan cara apapun untuk bisa melancarkan rencana balas dendamnya terhadap Robert. Pria itu sama sekali tak takut dengan tatapan Robert yang begitu mengerikan, dia berjalan dengan santai ke arah Arsen, kemudian sedikit membungkukkan badan sebentar sebagai pertanda hormat.


"Perkenalkan saya Gleen Fernando, kedatangan saya kesini untuk melamar putri anda, Felicia Gerrard."

__ADS_1


Wajah Felicia nampak memerah, dia menjadi salah tingkah, dia hanya bisa memelototi Gleen agar tidak bertindak konyol dihadapan ayahnya. Tapi Gleen sama sekali tak menggubrisnya.


Alvin merasakan darahnya mendidih, pria mana yang tak akan marah jikalau calon istrinya yang sebentar lagi akan dia nikahi tiba-tiba dilamar pria lain. Pria itu segera berdiri untuk menghajar Gleen.


"Apa kau gila? Felicia adalah calon istriku!"


Tapi dengan sigap Gleen menahan tangan Alvin, dia tidak membalas perlakuannya, karena harus menjaga image di depan ayahnya Felicia.


"Tapi aku yang lebih berhak dan wajib menikah dengan Felicia." ucap Gleen sambil melepaskan tangan Alvin.


Robert tertawa, dia pun duduk kembali di kursinya, memperhatikan penampilan Gleen, penampilan pria itu memang rapi tapi dia tahu bahwa pakaian yang dipakai oleh Gleen bukanlah pakaian bermerk dari branded ternama.


"Untuk membeli pakaian saja kamu tidak mampu, apalagi menafkahi Felicia. Katakan padaku, berapa uang yang kamu butuhkan, aku akan membayarmu? Karena Felicia sebentar lagi akan menikah dengan putraku."

__ADS_1


Tangan Gleen terkepal, dia menatap tajam pada Robert yang ingin membeli harga dirinya, "Aku tidak membutuhkannya, karena yang aku inginkan hanya Felicia."


"Gleen!" Felicia memanggil nama pria itu, berharap Gleen tidak membuat kegaduhan lagi.


Arsen menatap putrinya dengan tatapan penuh tanda tanya, "Apa kamu mengenali pria itu, Felicia?"


"Iya, aku mengenalnya, tapi hubungan kami hanya..."


Gleen memotong perkataan Felicia, "Hubungan kami sangat terlampau jauh, Tuan Arsen. Dan Felicia mengandung anakku, karena itu aku datang kesini untuk bertanggungjawab."


Perkataan Gleen bagaikan petir di siang bolong, membuat semua orang yang ada disana sangat terkejut, apalagi Felicia, dia sama sekali tidak merasa diri dirinya sedang hamil, bagaimana bisa Gleen nekad berbohong seperti itu? Sehingga wanita itu menatap sangar pada Gleen, ingin sekali dia menghajarnya.


Gleen terpaksa berbohong, mungkin itu satu-satunya jalan untuk membuat rencana pernikahan Felicia dan Alvin berhenti.

__ADS_1


Felicia ingin memprotes, tapi dia tidak diberikan kesempatan untuk berbicara oleh Gleen, "Tuan Arsen, anda adalah seorang ayah yang sangat terkenal dengan kehebatannya dalam mendidik anak, sehingga putri anda tumbuh menjadi seorang wanita yang hebat dan begitu mengagumkan. Tolong izinkan saya bertanggungjawab terhadap Felicia, anda sebagai seorang ayah pasti memiliki perasaan yang sama seperti saya, ingin membesarkan dan melihat anak anda sampai dewasa."


__ADS_2