
Gleen memeluk pinggang Felicia dengan erat, "Kamu tidak bisa pulang begitu saja, Felicia. Mungkin hari-hari kemarin aku mengalah, tapi sekarang aku ingin menunjukkan bagaimana kuatnya aku untuk menaklukkanmu."
Felicia menelan saliva, perkataan Gleen membuat tubuh Felicia berdesir, entah apa yang akan dilakukan oleh Gleen kepadanya malam ini.
Felicia ingin memberontak, akan tetapi pria itu semakin mengencangkan pelukannya. Gleen meraup bibir Felicia, melu-mat bibirnya dengan sangat rakus.
Semakin lama, pertahanan Felicia mulai roboh, dorongan tangannya pada dada Gleen semakin terasa melemah, ciuman Gleen sangat memabukkan, sehingga nalurinya bergerak untuk membalas ciuman Gleen.
Deru kedua nafas mereka sedikit memburu terdengar jelas oleh keduanya. Ciuman Gleen beralih ke leher Felicia, sesekali memberikan gigitan kecil pada lehernya dengan pelan.
Felicia tersadar kembali, dia tidak boleh terperdaya oleh sang penipu ulung tersebut, sehingga dia mendorong tubuh Gleen, agar Gleen berhenti merayu dirinya dengan sentuhan yang Gleen lakukan padanya.
"Gleen!"
__ADS_1
Namun, Gleen tak ingin melepaskannya begitu saja, dia sudah tak bisa membendung lagi hasratnya yang sudah dia tahan cukup lama, Gleen mencium bibir Felicia kembali, lagi-lagi Felicia terbawa hanyut dengan perlakuan Gleen, dia sedikit membelalakkan mata ketika merasakan satu tangan Gleen sudah berhasil masuk ke dalam gaun yang dipakai oleh Felicia dan masuk ke dalam branya, mere-mas-rem-as dada Felicia.
"Mmhh!" Felicia benar-benar dibuat hanyut, hatinya mengatakan tidak tapi tubuhnya sungguh sangat terlena, sehingga dia tak mampu menolak ketika Gleen melepaskan gaunnya, kemudian pria itu melepaskan bra yang Felicia pakai, sehingga kini Felicia hanya memakai celana da-lam saja.
Tanpa menunggu lama, Gleen mengecup belahan dada Felicia, memberikan banyak kiss-mark disana, lalu mengapit bagian puncaknya di dada Felicia dengan kedua bibirnya, kemudian dia masukan ke dalam mulutnya, menghisapnya dengan sangat kuat, seperti menghisap sedotan disebuah minuman.
"Gleen!" Felicia merasakan geli kenikmatan, tercipta gelayar aneh menjalar di seluruh tubuhnya, tanpa terasa tangannya bergerak mere-mas rambut Gleen.
Gleen menghisap buah melon yang satu lagi, Felicia memeluk rambut pria itu, mengigit bibir bawahnya, agar dia tak mendes-ah.
Tangannya bergerak meraba-raba tubuh mulus wanita cantik itu, kemudian masuk ke dalam celana da-lamnya Felicia, mengusap dengan lembut sesuatu yang teramat lembut di daerah sana, memainkan satu titik sensitifnya.
"Ahhh!" Felicia kini tak mampu menahan des-ahannya, badannya menggeliat, dia merasakan sensasinya yang luar biasa ketika Gleen menghisap kembali dadanya dan tangan Gleen bergerak maju mundur teratur menggodanya area intinya, benar-benar membuatnya melayang tinggi.
__ADS_1
Mungkin dulu Felicia melakukannya sedang mabuk berat, sehingga dia tidak bisa mengingat bagaimana rasanya ketika Gleen memberikan banyak sentuhan kepada tubuhnya dari atas sampai bawah tidak Gleen lewati sedikit pun.
"Gleen Ahhh!" Felicia merasakan tubuhnya bergetar hebat ketika ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari pusat intinya.
"Kenapa? Apa kamu menikmatinya Felicia?" Gleen tersenyum menggoda, dia senang melihat Felicia mendes-ah seperti itu, wajahnya semakin terlihat cantik.
Felicia malu untuk mengakuinya, dia menggelinjang hebat, merasakan ada yang keluar deras dibawah sana, sampai suara nafasnya tersengal-sengal, "Ahhh... Ahhhh....Aahhh!"
Gleen memandangi wajah Felicia yang sangat menikmati mencapai pelepasannya, dia segera membuka seluruh pakaiannya, membuat Felicia menjerit begitu melihat sang joni yang sangat besar dan panjang. Membuatnya refleks menutup kedua matanya.
"Aaaaa! Mengapa ularmu besar sekali, Gleen?" Felicia ngeri melihatnya. Apakah iya benda sebesar itu bisa muat masuk ke dalam goanya yang sangat sempit? Walaupun Felicia sudah tidak perawan lagi tapi goanya memang sangat sempit dan menjepit.
Gleen menggaruk kepalanya yang tidak gatal mengapa Felicia harus terlihat shock seperti itu. Dia baru ingat bahwa Felicia belum sempat melihatnya, tapi hanya pernah merasakannya saja.
__ADS_1
...****************...
...Es batunya simpan buat besok 🙌...