
"Bagaimana ini, Pa? Bagaimana kalau Gleen mengatakan yang sebenarnya kepada Om Arsen kalau dia adalah anaknya Om Arsen?" Alvin sangat merasakan cemas, lambat laun kejahatan dia dan ayahnya pasti akan terbongkar.
Robert tak menjawab perkataan Alvin, dia terlihat sedang duduk dengan tatapannya kosong, mungkin sedang memikirkan sesuatu. Kemudian dia mengepalkan tangannya, terdengar dia menggeram menahan emosi yang cukup menggebu-gebu di dalam dada. Karena sebentar lagi kejahatannya akan terbongkar, bahwa dia telah memalsukan hasil USG dan juga menukarkan Gleen dan Felicia waktu mereka masih bayi.
"Aku sangat mencintai Felicia, Pa. Aku tidak ingin kehilangannya, aku tidak rela dia menikah dengan pria lain." sambung Alvin, dia memohon kepada ayahnya untuk membantunya dalam menggagalkan pernikahan Gleen dan Felicia.
Robert masih tak menanggapi perkataan Alvin, dia terlihat sedang menelpon seseorang, yaitu seorang eksekutor pengganti Salman, namanya Frans.
"Hallo, Tuan." terdengar suara Frans diseberang sana.
"Kumpulkan semua anggota Tengkorak di markas, sebentar lagi saya akan kesana!" titah Robert.
"Baik, Tuan."
Klik!
__ADS_1
Robert pun segera pergi, dan Alvin mengekorinya dari belakang, entah rencanakan apa akan dilakukan oleh ayahnya sekarang ini.
...****************...
Gleen kembali ke rumah sakit, karena dia masih menjalani perawatan disana, sehingga sekarang ini dia sedang terbaring di atas brankar, sambil memikirkan pernikahan dia dengan Felicia yang akan digelar besok.
"Seharusnya aku senang karena aku akan menikah dengan seorang wanita yang aku cinta, tapi..."
Gleen tak meneruskan perkataannya ketika melihat seseorang masuk begitu saja ke dalam ruangan tempat dia dirawat.
Mata Gleen membola ketika melihat siapa yang datang, "Felicia? Untuk apa kamu datang kesini?" Gleen segera duduk diatas brankar.
Kemudian wanita itu menepukan tangannya, seakan memberikan sebuah kode, sehingga datanglah beberapa orang pelayan wanita masuk ke dalam ruangan itu, mereka datang dengan tangannya yang tidak kosong. Ada yang membawa makanan, pakaian buat besok, sepatu, buah-buahan, arloji, dan banyak barang lainnya.
"Apa ini tidak terbalik? Seharusnya aku yang melakukannya." protes Gleen.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kita kan menikah karena misi, demi memecahkan kasus Milea."
Gleen terdiam, andai saja kalau Felicia tahu bahwa sebenarnya dia datang ke kehidupan Felicia bukan karena hanya masalah pembunuhan terhadap Milea saja, tapi Gleen ingin mencaritahu jati dirinya. Membuat dia teringat kembali bagaimana kalau ternyata Felicia adalah adiknya, pasti dia akan tersiksa setelah menikah dengan Felicia, tidur satu kamar tapi tidak melakukan apa-apa.
Lebih baik mulai dari sekarang Gleen harus membuat sebuah pembatas diantara mereka, "Iya tentu saja, kita menikah karena misi. Karena itu aku harap kita bisa bersikap profesional. Aku tidak akan pernah menyentuh kamu lagi, karena aku selalu profesional di dalam pekerjaan aku." kini Gleen mulai menunjukkan sikap dinginnya pada Felicia.
Padahal Felicia awalnya akan meminta Gleen untuk bisa bersikap profesional karena dia ingin jual mahal, tapi entah mengapa dia merasa tertantang setelah mendengar perkataan Gleen, "Kau yakin?"
"Tentu saja, karena aku sudah bilang padamu, aku sebenarnya tidak tertarik padamu, Felicia. Kamu benar, diantara kita hanya sebatas partner saja."
Felicia menggertakan giginya, dia sangat merasa kesal mendengarnya, "Baiklah, aku pegang kata-katamu itu. Jangan pernah memintanya lagi walaupun aku terlanj-ang di depanmu."
Gleen meneguk saliva mendengarnya.
Felicia segera pergi dari rumah sakit tersebut dengan perasaan yang sangat kesal. Gleen sebenarnya ingin mengejar wanita itu, dia turun dari brankar, tapi dia mengurungkan niatnya, dia tidak boleh menunjukkan perasaannya pada Felicia.
__ADS_1
Gleen meninju udara dengan perasaan emosi, "Arrghh!"
Rasanya dia benar-benar tersiksa dengan perasaan ini.