Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 43


__ADS_3

Robert sangat geram sekali, seorang pemuda bernama Gleen Fernando telah mengacaukan rencananya, membuat pria itu terus mengumpat di dalam mobil.


Saat ini mobil yang dia tumpangi melaju dengan kencang ke arah mansion, dengan dikendarai oleh supir pribadinya, sementara Alvin duduk disamping Robert, di jok bagian belakang.


"Brengsek! Bangsat itu orang! Dia sama sekali tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?" Robert berkata dengan penuh rasa emosi, dia mengepalkan tangannya dengan kuat, dan suara nafasnya terdengar begitu berat.


"Bagaimana kalau kita bunuh saja pria itu, Pa?" Alvin memberikan saran kepada ayahnya, dia ingin segera melenyapkan Gleen, agar tak ada yang bisa menghalanginya lagi untuk melancarkan rencananya.


Robert tak menanggapi perkataan Alvin, pria itu segera merogoh saku celananya untuk membawa ponsel, kemudian dia pun menelpon Salman.


"Hallo, Tuan." Terdengar suara Salman diseberang sana, begitu mengangkat panggilan telepon dari Robert.


"Aku ingin kamu membunuh seseorang, dia adalah selingkuhannya Felicia!" titah Robert.


"Baik, Tuan. Akan saya laksanakan secepatnya!"


"Baiklah, saat ini dia sedang berada di restoran Gerrad Signature, aku ingin kamu memantau pria itu, dan bunuh saja dia, buat seolah-olah dia mati karena kecelakaan." Robert sudah sangat tahu bagaimana keahlian Salman dalam membunuh banyak orang, pria itu pandai menghilangkan semua bukti kejahatannya, karena sudah terlatih cukup lama.


"Namanya Gleen Fernando." sambung Robert.


Seketika Salman menjadi terkejut mendengar nama orang yang harus dia bunuh, karena namanya mirip sekali dengan nama sang anak angkat, walaupun Gleen memakai nama tanpa memakai marga darinya, karena di Indonesia tidak semua nama anak memakai marga dari ayahnya, apalagi dari kalangan orang tidak mampu.


Salman nampak gelagapan mendengar nama itu, beruntung Robert tidak ada di dekatnya. Tapi dia berusaha berpikir positif, mungkin saja di dunia ini ada banyak pria yang memiliki nama yang sama, sama halnya dengan nama Gleen Fernando.


"Ba-baik, Tuan. Saya akan membunuhnya malam ini juga!"


...****************...

__ADS_1


Di depan RM Manda yang sudah tutup, terlihat Danu sedang duduk dengan santai di kursi panjang, menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok, sambil menelpon seseorang, yaitu mantan bosnya.


"Kamu yakin tidak ingin bergabung lagi dengan kami, Danu?" Terdengar suara Marvin Leonardo, mantan bosnya Danu, sang ketua dari klan mafia Athena.


"Maafkan saya, Tuan Marvin. Saya hanya ingin menjalani kehidupan saya yang sederhana bersama keluarga saya." Danu menolak tawaran Marvin dengan cara yang halus.


Marvin walaupun seorang mafia yang sangat sadis kepada musuhnya, tapi dia bisa bersikap baik kepada anak buahnya dan juga kepada orang lemah. "Tidak apa-apa, saya paham dengan keputusan kamu. Lalu kamu ingin minta bantuan apa padaku?"


"Apakah Tuan Marvin bisa membantu saya untuk mencari tahu siapa Goldsmith yang sudah membuat bandol sebuah kalung, saya rasa Tuan pasti memiliki akses terhadap para Goldsmith di seluruh penjuru dunia."


"Kirimkan saja foto bandolnya, biar nanti saya cari tahu siapa Goldsmith yang membuat bandol itu, walaupun tidak mudah, karena para Goldsmith yang bekerjasama dengan jaringan mafia itu banyak di dunia ini."


"Baik, Tuan Marvin."


Setelah selesai berbicara dengan Marvin lewat panggilan telepon, Danu pun mengirim foto bandol tersebut kepada Marvin, bagian depan dan bagian belakang juga.


Tiba-tiba saja datang Maura, dia merebut sebatang rokok tersebut dari tangan Danu, "Merokok itu tidak baik, kak."


Danu sangat kesal, padahal itu adalah rokok terakhir yang dia punya, dia belum sempat membelinya lagi, "Kesinikan rokoknya, Maura!"


"Gak, kak. Rokok itu gak baik untuk kesehatan. Kak Danu mau mati dalam keadaan masih perjaka? Nanti jadi arwah penasaran lho." Maura memang sangat senang membuat Danu kesal.


"Ishhh!" Danu masih berusaha untuk merebut rokok dari tangan Maura, menarik lengannya Maura, sehingga rokok tersebut jatuh ke tanah, sementara Maura jatuh ke pangkuan Danu.


Hal tersebut membuat Danu menjadi salah tingkah, dia segera melepaskan Maura, sehingga gadis itu terjatuh terjengkang ke tanah. "Aduhhh!"


"Ah, ya ampun punya kakak kok rese banget sih, bukannya di tolongin!" Maura sangat kesal sekali kepada kakak tirinya itu sambil memegang bo-kongnya yang sakit.

__ADS_1


"Makanya jangan merusak kesenangan orang." Danu malah mengomel, sambil mengulurkan tangannya pada Maura.


Maura meraih uluran tangan Danu, menggenggam tangannya, kemudian dia segera berdiri sambil memanyunkan bibirnya mungkin karena kesal kepada kakak tirinya itu.


"Kak."


"Hm?"


"Apa kak Danu tidak merasa aneh kepada ibu?" tiba-tiba Maura bertanya seperti itu kepada Danu.


"Aneh bagaimana maksudmu?" Danu tak paham dengan perkataan Maura.


"Ibu hari ini sering melamun, sampai gak fokus waktu aku ajak bicara, kayak yang lagi sedih gitu." ucap Maura sambil duduk di samping Danu, dia menyeruput kopi hitam milik Danu.


Danu terdiam, dia menjadi teringat dengan perkataan Alvaro tadi siang yang bilang merasa ada yang tidak beres dengan sikap ibu tirinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Promosi Novel...


Dia adalah seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya, hidupnya merasa lebih sempurna setelah kehadiran seorang istri yang sangat cantik.


Tapi dengan teganya sang istri berselingkuh dengan kakak tirinya, kemudian mereka membunuh Bryan secara sadis demi mendapatkan seluruh kekayaan yang Bryan miliki.


Bryan diberikan kesempatan untuk hidup kembali oleh sistem, tapi dia harus menyelesaikan misi dari sistem, yaitu dia harus bisa membuat banyak wanita takluk kepadanya, dengan syarat dia harus menyembunyikan identitas aslinya dan menyamar menjadi seorang ojek online.


Apakah Bryan sanggup menaklukkan hati para wanita target sistem dalam waktu satu bulan?

__ADS_1


__ADS_2