
"Shhhh!" Gleen berusaha untuk menahan rasa sakit yang dia rasakan pada seluruh tubuhnya, apalagi bagian punggung yang terluka cukup parah, tapi dia harus terlihat kuat di depan semua orang, walaupun wajahnya terlihat begitu pucat.
Gleen bersimpuh dihadapan Arsen untuk meyakinkannya, "Apakah apa yang saya lakukan tidak cukup membuktikan bahwa saya benar-benar sangat mencintai putri anda, Tuan Arsen?"
Arsen cukup lama memandangi Gleen, belum ada satu katapun yang terucap dari bibirnya, mungkin karena dia pikir Gleen tidak akan datang, rupanya Gleen benar-benar datang, padahal pemuda itu saat ini sedang dalam keadaan terluka.
Robert tidak ingin rencananya gagal, dia harus meyakinkan Arsen untuk memilih Alvin. "Arsen, aku harap kamu jangan salah pilih, dari dulu putraku sangat mencintai Felicia. Jadi..."
Felicia memotong perkataan Robert, "Aku hanya ingin menikah dengan Gleen, Pa."
Mata Robert melotot melihat ke arah Felicia, padahal Felicia menjalani kehidupan yang enak dan serba kecukupan berkatnya, tapi wanita itu seakan tak tahu berterimakasih kepadanya.
Arsen menghela nafas berat, rasanya dia begitu berat untuk memberikan keputusan ini, dari dulu dia sangat ingin Alvin yang menjadi menantunya, tapi ternyata Felicia malah hamil oleh pria lain, apalagi Felicia sangat mencintai pria itu.
"Maafkan aku, Robert. Aku terpaksa harus menerima lamaran dari Gleen, karena dia adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh Felicia."
__ADS_1
Keputusan Arsen membuat Robert dan Alvin sangat kecewa, mereka benar-benar marah, semua rencana yang Robert susun dengan rapi kini telah menjadi berantakan.
Robert mengepalkan tangannya, dia menatap Gleen dengan tatapan penuh rasa benci dan kemarahan yang begitu besar.
Gleen menyeringai ke arah Robert yang sedang menatap ke arahnya, seolah-olah pemuda itu sedang meledeknya karena akhirnya lamaran Gleen yang diterima oleh Arsen.
Tanpa basa basi Robert dan Alvin pergi begitu saja, memperlihatkan bagaimana rasa kecewa yang mereka rasakan, membuat Arsen sangat merasa bersalah kepada mereka.
Dan sekarang Arsen meminta Gleen untuk berbicara berdua dengannya di ruang kerja, membuat Felicia harap-harap cemas dan penasaran, apa saja yang ingin dibicarakan oleh ayahnya kepada Gleen.
Kemudian Gleen memandangi Arsen yang sedang menatap dirinya dengan tatapan yang begitu dingin, menandakan ketidaksukaan terhadapnya. Seandainya Arsen tahu, Gleen ingin sekali memeluk pria itu dan mengatakan bahwa dia adalah putranya. Tapi tidak bisa Gleen lakukan, dia harus bisa mendapatkan sampel Arsen dulu, termasuk sampel dari Felicia.
"Jangan senang dulu, saya terpaksa menerima lamaran kamu demi Felicia. Ayah mana yang mau merelakan putrinya menikah dengan seorang pria sepertimu." Arsen meletakkan selembar kertas diatas meja yang berisikan data tentang Gleen, rupanya Arsen tahu apa pekerjaan Gleen, karena itu dia mengira Gleen terluka karena pekerjaannya.
Tidak mungkin Gleen bilang dia terluka oleh anak buahnya Robert, karena dia tak dapat membuktikannya.
__ADS_1
"Menikahlah dengan Felicia sampai bayi itu lahir, setelah itu kamu tinggalkan putriku. Sebagai seorang ayah, saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk putrinya."
Untuk pertama kalinya, Gleen merasakan hatinya sakit ketika mendengar perkataan seseorang, mungkin karena dia telah dihina oleh ayahnya sendiri, tapi dia berusaha untuk bersikap tegar, karena memang pernikahan dia dan Felicia demi sebuah misi. Walaupun sebenarnya dia berharap tidak terjadi pernikahan sebelum mendapatkan hasil tes DNA, yang harus dia lakukan adalah mendapatkan sampel dulu.
Tapi dia paham kekhawatiran yang dirasakan oleh Arsen, ayah mana yang rela menikahkan putrinya dengan seorang pria yang di dalam pekerjaannya sering terancam nyawanya, tidak tahu apakah dia akan pulang ke rumah dengan selamat, atau hanya tinggal nama.
Gleen pura-pura keberatan dengan syarat yang diajukan oleh Arsen, "Tapi Tuan..."
"Saya akan mengadakan pernikahan kalian besok, pernikahan yang sederhana saja."
Gleen sangat terkejut mendengarnya, bahkan hasil tes DNA saja membutuhkan waktu paling cepat satu minggu, karena dia berharap lebih baik mengetahui dulu hasil tes DNA, sehingga dia bisa memberitahu Arsen tentang kebenarannya, dan mungkin tidak akan terjadi pernikahan diantara Gleen dan Felicia, yang memang seharusnya tidak terjadi, yang penting dia sudah menggagalkan rencana pernikahan Alvin dan Felicia.
"Besok? Apa tidak terlalu cepat, Tuan?"
"Nikahi putriku besok, atau tidak sama sekali? Jika kamu ragu, kamu bisa mundur sekarang, karena ada Alvin yang lebih pantas dan lebih layak untuk bersanding dengan putriku."
__ADS_1